Touch Me, Hubby

Touch Me, Hubby
Hal Yang Tak Terduga



Waktu pun berlalu dengan cepat. Dan kejahilan ibu hamil itu belum usai. Seringkali meminta sesuatu yang tidak bisa Langit tebak. Meskipun sekarang usia kandungannya memasuki lima bulan. Dan penampilan Ayumna kini terlihat kian menggoda. Montok dan berisi.


"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Langit saat melihat istrinya keluar dari kamar dengan pakaian dan juga dandanan yang sudah rapi.


"Mau belanja, Mas," jawab Ayumna berjalan ke tempat suaminya berada.


Langit yang semula nya duduk bersantai dan menikmati film laga. Kini beranjak dari duduk nya kemudian menghampiri sang istri.


"Mas antar, ya?" tawar Langit, tangannya seraya mengusap perut Ayumna yang sudah besar.


Langit sangat suka melakukan itu. Karena calon anak mereka seringkali merespon sentuhan Langit. Membuat Ayumna menahan ngilu akibat pergerakan janin di dalam kandungannya.


"Aku bisa sendiri, Mas. Lagian juga ada Franky, kan yang masih mengawasi aku kemanapun aku pergi?" ucap Ayumna. "Lagian Mas juga sebentar lagi bertemu dengan klien, kan?" Ayumna mengingatkan akan janji Langit dengan salah satu kliennya.


"Tapi, Sayang--" ucap Langit terpotong.


"Mas... Aku bisa sendiri. Aku bukan anak kecil, Mas! Aku nggak mau jika Franky ada di dekatku. Cukup awasi aku dari jauh saja," potong Ayumna. "Emangnya aku istri presiden, apa? Sampai-sampai harus dikawal sama bodyguard. Mana wajahnya datar begitu. Bisa-bisa merusak mood ku saja." gumam Ayumna tapi Langit masih bisa mendengarnya.


Langit terkekeh mendengar gerutuan istrinya pada Franky. Meskipun sudah kenal lama, entah mengapa istrinya itu tidak bisa bersikap ramah dengan Franky. Tidak seperti pada Samuel. Yang terkadang Ayumna malah lebih manja pada Samuel.


Pernah suatu kali, Ayumna merengek meminta nasi goreng buatan Samuel. Dan hal itu Langit turuti. Namun, permintaan ibu hamil itu tidak puas hanya sampai di situ. Ayumna kembali meminta makan disuapin oleh Samuel. Hal itu sukses membuat Langit meradang. Bagaimana bisa istrinya disuapin oleh orang lain. Oh... Dia tidak akan membiarkan itu terjadi.


Akan tetapi, ketika melihat tatapan Ayumna yang seolah memohon dengan mata yang berbinar, Langit pasrah. Akhirnya dia membiarkan Samuel menyuapi istrinya. Dan Ayumna sangat gembira.


Sementara Franky dan para asisten rumah tangga mereka, tertawa tertawa tertahan melihat sangat majikan kalah telak dengan Samuel. Tidak berani sampai bersuara.


"Ya sudah, tapi kamu hati-hati. Selesai belanja apa yang kamu inginkan, harus langsung pulang." titah Langit pada Ayumna.


"Tapi, Mas. Aku ingin mampir ke rumah Kak Bryan, dulu." ucap Ayumna seraya mengurai pelukan mereka.


Aneh rasanya sekarang jika dipeluk dari depan. Karena terganggu dengan perut Ayumna yang sudah membesar. Ayumna lebih suka dipeluk dari belakang. Lebih nyaman dan lebih romantis, menurutnya.


Semenjak hamil, Ayumna sangat suka membantah perintah Langit. Dan terkadang melanggar apa yang dilarang oleh Langit. Entah kenapa, bagi Ayumna sangat menyenangkan melihat suaminya itu marah-marah karena dirinya.


Setelah mendapat ijin, Ayumna keluar rumah dan menuju mobilnya. Di dalam mobil sudah ada Franky dan sopir pribadi mereka.


Kini mereka tinggal di rumah utama milik Langit sendiri. Namun tetap terpisah dengan orang tua Langit.


Sebenarnya, orang tua Langit menyuruh Langit dan Ayumna untuk tinggal bersama mereka. Mengingat kehamilan Ayumna yang sudah membesar dan kesibukan Langit dengan pekerjaannya.


Namun Langit dan Ayumna menolaknya dengan halus. Mereka beralasan ingin mandiri dan melewati sesuatu yang baru mereka alami tersebut hanya berdua.


Setelah selesai belanja apa yang ia butuhkan. Ayumna berjalan menuju mobilnya sendiri. Karena Franky berpamitan pergi ke toilet sebentar.


Dengan dibantu sopir untuk membawakan barang belanjaannya, Ayumna melangkah mendekati mobilnya.


Belum sampai di samping mobilnya, Ayumna melihat ada penjual rujak manis di seberang jalan. Dan Ayumna langsung melangkah menuju tempat penjual rujak tersebut.


BRAK!


Suara benturan terdengar begitu keras ditelinga Franky yang baru keluar dari toilet umum. Ia langsung berlari kearah suara itu berasal. Dan apa yang ia lihat sekarang membuat jantungnya terasa copot.


"Nyonyaaaa!!!" pekik Franky langsung berlari menghampiri Ayumna yang tergeletak di jalan. Darah segar mengalir banyak dari tubuh Ayumna.


Sementara itu, di dalam sebuah mobil yang tidak jauh dari tempat kejadian itu. Ada seseorang yang sangat puas menikmati pemandangan tersebut. Seolah suatu hiburan untuknya.


"Dengan begini, kau akan keluar dari persembunyian mu." ucap orang tersebut lalu melesat menjauh.


Jangan lupa kasih gift dan vote ya😘