
Kini hari ketiga Ayumna koma. Lebih tepatnya berpura-pura untuk koma. Dan benar saja apa yang dipikirkan oleh Ayumna tentang kemungkinan yang akan terjadi.
Di hari pertama Ayumna koma, Bryan menghubungi orang tuanya untuk segera kembali ke negri ini. Karena keadaan Ayumna yang begitu tidak baik-baik saja. Apalagi dengan keadaanya yang tengah mengandung.
Bryan tidak kuasa melihat adiknya yang biasanya galak dan ketus padanya, namun ada saatnya menjadi sangat manja. Kini terbaring lemah tak berdaya. Wajah cantik yang selalu ceria, kini terlihat pucat tak bersinar.
"Ay...bukalah matamu, katanya kamu ingin berkumpul lagi bersama dengan Papa dan Mama," lirih Bryan. Dia menggenggam erat tangan Ayumna. "Kakak sudah menghubungi mereka, dan mereka akan segera kembali. Kita bisa berkumpul lagi, Ay," lanjut Bryan. Untuk kesekian kalinya air matanya menetes membasahi rahang yang di tumbuhi bulu-bulu halus.
Setelah perencanaan yang dibicarakan oleh Ayumna pada malam itu, Langit langsung menyebar luaskan berita tentang istrinya yang tengah koma. Tidak lupa pula dia menyematkan nama Natakusuma dibelakang nama Ayumna.
Dan berita itu langsung menjadi tranding topik di media masa. Pasalnya pernikahan antara kedua keluarga yang terpandang itu tidak terhembus oleh media. Terutama dengan kabar penerus keluarga Natakusuma yang terbaring koma.
Sontak hal itu membuat semua orang kaget, terutama dari keluarga Ayumna yang berada di Surabaya dan Bandung. Mereka langsung menghubungi nomor asisten Langit untuk menanyakan keadaan Ayumna.
Hendra dan Mayang pun tak kalah kaget mendengar keadaan Ayumna yang tiba-tiba koma. Padahal baru dua minggu yang lalu mereka bertemu. Menikmati waktu mereka berkumpul bersama. Bahkan Jesicka jatuh pingsan saat melihat langsung keadaan Ayumna di rumah sakit.
Sahabat yang rela menggantikan dirinya untuk menikah, sahabat yang selalu ada untuk dirinya, sahabat yang paling murka saat dirinya di bully oleh teman di sekolah, kini terbaring lemah tak berdaya. Setelah sadar pun Jesicka meraung menangis di samping Ayumna terbaring.
Sampai saat ini, keberadaan Bryan sebagai pewaris keluarga Natakusuma belum terhembus media. Dan tidak ada yang mengetahui jika Bryan adalah anak pertama dari Arya Natakusuma. Kecuali orang terdekatnya. Bahkan keluarga dari orang tuanya pun tidak tahu.
Selang beberapa waktu Bryan menemani Ayumna sendiri di ruangan itu, karena Langit sedang ada rapat dengan klien penting di perusahaannya.
Bryan langsung mengenakan kacamata hitamnya kembali. Tangannya mengepal erat saat tahu siapa mereka. Lalu memalingkan wajahnya seraya mundur dari tempatnya semula.
"Sayang...bagaimana bisa ini terjadi padamu," ucap wanita paruh baya itu sambil memeluk tubuh Ayumna yang lemah.
Bryan pun menjauh dari tempatnya duduk barusan. Dia masih bisa mengingat siapa mereka. Begitu munafik sikap kalian. Apa kalian pikir aku tidak mengenai kalian? Huh! Lucu sekali akting kalian. Batin Bryan tersenyum miring. Matanya melirik ke arah seorang pria paruh baya yang masih terlihat bugar.
Sementara itu, wanita yang memeluk Ayumna tadi menangis hingga terdengar pilu di telinga. Dan Bryan tetap diam tidak menyapa mereka. Hingga pria paruh baya tadi menyapa Bryan.
"Maaf, anda siapanya Ayumna? Bukankah di luar sana tidak diperbolehkan ada orang yang masuk kecuali keluarganya?" tanya pria paruh baya itu tidak mengenali Bryan.
Bryan tersenyum, ternyata pria licik itu tidak mengenalinya. Kemudian Bryan melangkah mendekati pria paruh baya tersebut, namun tetap tidak melepas kacamata hitamnya.
"Perkenalkan, saya Nathan. Sepupu dari Langit Bagaskara." dengan sopan Bryan mengulurkan tangannya seraya memperkenalkan dirinya sebagai Nathan.
Pria paruh baya itu menjabat uluran tangan Ayumna. Tidak ada rasa curiga yang terpancar di matanya. Dia percaya kalau Bryan adalah sepupunya Langit.
Sementara wanita yang memeluk Ayumna tadi, memicingkan matanya menatap Bryan dari samping. Bryan yang sadar akan hal itu, langsung menutupi tanda lahirnya yang ada di belakang telinganya. Mata wanita itu tetaplah jeli meski sudah tua. Ucap Bryan dalam hati, sadar akan kebodohannya.
Jangan lupa dukung cerita dengan cara berikan like, gift, serta komen dan Vote. Makasih😘