Touch Me, Hubby

Touch Me, Hubby
Pernikahan Jesicka



"Aku juga mau," ucap Langit. Kemudian menindih tubuh Ayumna, namun tetap memberikan ruang untuk perut Ayumna yang semakin membesar.


"Mau apa, Mas?" tanya Ayumna yang berada di bawah tubuh Langit.


Langit tersenyum menatap wajah cantik istrinya. Tangannya membelai lembut, menyusuri setiap inci wajah Ayumna. Kemudian mengecup singkat bibir Ayumna yang merupakan heroin baginya.


Langit bersyukur memiliki Ayumna di dalam hidupnya. Awalnya mereka yang saling tidak kenal, juga saling membentengi diri masing-masing. Kini melebur menjadi satu bercampur dengan perasaan saling mencintai dan menyayangi satu sama lain.


Karena tidak mendapat jawaban dari Langit, Ayumna mencoba melepas diri dari kungkungan suaminya. Namun Langit tidak membiarkan Ayumna lolos dari dirinya.


"Mas ingin menjenguk baby kita, Sayang," ucap Langit dengan senyum jahilnya. Namun di mata Ayumna Langit semakin terlihat menggoda jika tersenyum seperti itu. Dan kerap kali dirinya selalu terhanyut oleh pesona Langit.


"Tapi kita harus menghadiri pernikahan Jesicka dan Derris, Mas." kata Ayumna mencoba mengingatkan Langit.


Karena memang malam ini Jesicka dan Derris akhirnya menikah setelah hubungan mereka yang mengalami banyak rintangan dari Om Hendra.


"Sebentar saja, Sayang." ucap Langit dengan segera melepas kain yang menempel di tubuh mereka.


Dan itu dapat Ayumna perkirakan kalau mereka tidak akan hanya sebentar saja melakukan hal itu. Mengingat stamina Langit yang semakin luar biasa.


Setelah melalui permasalahan yang melelahkan, dua manusia itu kini menikmati surga dunia untuk yang kesekian kali. Saling menikmati rasa yang di anugrahkan kepada mereka.


Sementara itu di tempat lain. Jesicka terlihat gelisah menunggu kedatangan keluarga Derris di rumahnya. Karena acara akan segera dimulai.


"Kamu tenang aja, Jes. Dia pasti datang kok," ucap Jesselyn mencoba menenangkan Jesicka.


Setelah perkenalan mereka di rumah sakit, hubungan di antara mereka semakin terjalin erat. Dan itu semua berkat Ayumna yang selalu mengajak mereka untuk hang out bertiga.


"Dan juga, kenapa Ayumna belum juga datang? Padahal dia sudah janji mau menemaniku. Pasti dia sedang ngadonin adik lagi." gerutu Jesicka membuat Jesselyn ketawa.


Jesicka menatap Jesselyn dengan intens. Dia sering kali menyuruh Jesselyn untuk membuka hatinya pada orang lain. Namun Jesselyn selalu berkilah dia sudah bahagia dengan hidupnya sekarang ini. Apalagi dengan kesibukan nya mengelola Butik milik Ayumna yang dipercayakan kepadanya.


"Kamu juga harus mencari orang yang benar-benar tulus kepadamu, Jes." ucap Jesicka kemudian memeluk Jesselyn. Jesselyn hanya tersenyum.


"Mencari pasangan tidak semudah membeli Martabak, Jes. Apalagi dengan kisah hidupku yang lalu." kata Jesselyn.


"Tapi kamu sudah berubah, Jes." ucap Jesicka. Dia tidak mau jika Jesselyn selalu dihantui dengan hidupnya yang kelam, dulu.


Jesselyn tersenyum. Dia bersyukur akhirnya mendapat seorang teman yang benar-benar tus kepadanya. Dan lagi lagi itu berkat Ayumna.


Disaat mereka tengah berpelukan, terdengar suara langkah yang mendekat ke arah mereka. Jesicka dan Jesselyn menoleh ke asal suara tersebut.


"Maaf, girls. Aku nggak telat, kan?" ucap wanita cantik yang tengah berbadan dua tersebut dengan muka ditekuk.


"Kenapa? Jatah lagi?" tanya Jesicka dibarengi suara tertawa dari Jesselyn. Membuat bibir Ayumna semakin cemberut.


Tidak berselang lama dari kedatangan Ayumna dan Langit, keluarga Derris pun datang. Dan acara berjalan dengan sangat khitmat.


Terlihat Arya dan Shakki yang tengah berbincang dengan Hendra dan Dion. Tidak lupa pula Dirga yang tidak pernah mau ketinggalan perbincangan diantara mereka.


Mereka terlihat sangat menikmati waktu berkumpul mereka. Mereka seperti mengulang kembali masa-masa mereka saat masih sekolah dulu. Bahkan Dirga menjadi bahan bully an diantara mereka. Karena masih belum mau melepas masa lajangnya di umur yang terbilang lanjut.


Di sisi lain, Langit menghampiri Devan yang tengah menikmati minumannya. Namun dengan wajah yang murung. Dan Langit bisa menebak apa penyebabnya.


"Kenapa? Belum berhasil menggenggamnya?" tanya Langit namun dengan nada meledek. Membuat Devan melirik sinis kepada Langit.


Dukung terus cerita ini dengan cara berikan like, gift dan komen. Kalo ada vote, aku juga mau🤭