Touch Me, Hubby

Touch Me, Hubby
Tidak Mungkin!



Dengan raut muka yang sedih, orang tersebut berjalan ke arah pintu keluar. Ia tidak berani menemui seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya. Bahkan melebihi nyawanya sendiri.


"Kenapa? nggak jadi menemui dia?" tanya seorang wanita yang menunggu orang itu di dalam mobil.


Orang itu hanya menggeleng, tanpa berniat menjawab pertanyaan dari wanita yang ada di dalam mobil. Kemudian ia menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.


"Mau langsung balik? Nggak mampir dulu di Smith Hotel?" tanya wanita itu mencoba menggoda sang pria.


"Aku sedang tidak berminat, Cas." Pria itu menjawabnya dengan malas tanpa menoleh pada wanita yang diketahui bernama Casandra.


Casandra memang sengaja menggoda kekasihnya seperti itu. Ia tahu seperti apa perasaan kekasihnya sekarang ini. Menanggung semua masalah keluarganya dan mencari solusinya sendiri tanpa harus menyakiti orang-orang tersayangnya.


"Baiklah jika kamu nggak mau. Dengan senang hati aku akan mencari seorang pria yang sangat tampan dan menyerahkan semua yang ada pada diriku padanya." dengan santai Casandra berkata seperti itu tanpa melihat ekspresi kekasihnya.


Mata Bryan memerah mendengar ucapan yang di lontarkan oleh Casandra. Ia selama ini berusaha menahan hasratnya dan melindungi kekasihnya itu dari kejaran orang yang ingin menjualnya.


"Apa otakmu sudah gila?" geram Bryan menatap tajam ke arah Casandra.


"Ya! Aku gila karenamu, Sayang." Casandra membelai lembut rahang sang kekasih yang mulai tumbuh bulu-bulu halus. Lalu tangannya turun perlahan ke leher, kemudian memutar jemarinya yang lentik itu di dada bidang Bryan.


"Cas, kau tahu aku sedang memperbaiki hubunganku dengan adikku. Dia terlalu pintar untuk aku bohongi. Aku memikirkan bagaimana caranya bisa menjelaskan tentang apa yang aku alami selama ini. Jadi aku mohon, bersabarlah." Bryan selalu tidak mengerti dengan jalan pikiran mahluk yang bernama wanita.


"Kalau begitu, kita putar balik sekarang. Selesaikan masalahmu dengan adikmu itu secepatnya. Sebelum dia semakin menjauh darimu dan kau akan menyesal di kemudian hari, Sayang." usaha Casandra untuk menarik perhatian Bryan, berhasil.


"Tapi, Cas--" Bryan hendak melayangkan protes, namun dipotong oleh Casandra dengan cepat.


"Kalau tidak mau kehilangan kekasihmu yang cantik ini!" potong Casandra. "Aku sudah muak dengan masalah kalian yang saling mementingkan ego." lanjut Casandra menatap tajam ke arah Bryan.


Tidak punya pilihan lain, Bryan memutar balik mobilnya. Daripada harus kehilangan kedua wanita yang sangat ia sayangi. Dan Casandra bersorak girang di dalam hati. Rencananya dengan Marko telah berhasil. Ia tinggal menunggu Marko yang meyakinkan calon adik iparnya yang sama keras kepala nya dengan Bryan.


Sementara di tempat lain. Langit turun dari jet pribadinya. Dia jalan tergesa-gesa menuju ke mobil yang telah menjemputnya.


"Bagaimana? Apa kau belum menemukan keberadaan istriku?" tanya Langit tidak sabaran. Franky hanya bisa menggeleng. Dan itu menambah amarah Langit yang sudah berada di level paling tinggi.


"Apa yang kau lakukan selama ini? Menjaga istriku saja kau tidak becus!" Langit mendorong tubuh Franky hingga membentur dinding apartemennya.


Sedangkan Samuel hanya mengamati mereka tanpa berniat melerai. Ia lebih memilih memeriksa seluruh sudut ruangan yang ada apartemen milik bosnya itu.


"Berhenti, Tuan!" sentak Samuel saat Langit ingin melayang kan bogem mentahnya pada Franky. "Nyonya meninggalkan sesuatu untuk Tuan." lanjut Samuel seraya memberikan sebuah kertas yang ia temukan di atas meja samping tempat tidur bosnya tersebut.


Langit menerima kertas itu, lima detik kemudian wajahnya bertambah murka.


"TIDAK MUNGKIN, AYUMNAAA!" suara Langit menggelegar di dalam apartemen tersebut. Seperti sebuah petir yang menyambar dengan begitu kencangnya.


Like terus ya😉