
Ayumna mengambil seribu langkah, lalu meninggalkan Shinta sendirian di cafe itu. Ia tidak bisa berfikir jernih sekarang. Yang ada dalam benaknya, ia harus segera menjauh dari kota ini.
Dalam kasusnya ini, Ayumna tidak bisa menyalahkan seseorang. Ia hanya merasa kecewa pada Langit yang telah menghancurkan kepercayaannya selama ini.
Padahal Ayumna sudah menerima dengan ikhlas, meskipun belum sepenuhnya mencintai Langit.
Ayumna membuka pintu apartemen lalu masuk dengan langkah yang tergesa-gesa. Ia berjalan menuju kamar mereka. Mengemasi barang yang penting bagi dirinya. Ia juga meninggalkan semua baju miliknya. Tidak lupa pula, Ayumna melepas cincin pernikahan mereka sebelumnya ia kecup sebentar sebagai tanda perpisahan.
"Inilah yang terbaik untuk kita. Dan aku tidak menyesali semua yang sudah aku serahkan padamu, Mas." ucap Ayumna memandang foto pernikahan mereka yang terpajang indah di atas tempat tidur mereka.
Dengan pakaian menyamar, Ayumna keluar apartemen dengan mengendap-ngendap. Ia tahu jika Langit menaruh orang untuk mengawasi serta menjaga dirinya dari jauh.
Setelah lolos dari pengawasan orang suruhan Langit, Ayumna berlari menuju jalan raya dan memberhentikan sebuah taxi yang lewat di kawasan itu.
Ayumna langsung masuk ke dalam taxi, lalu menyuruh sangat sopir melajukan mobilnya ke sebuah bar miliknya yang berada di pinggiran kota.
Tak ada seorang pun yang mengetahui bahwa dokter cantik itu memliki sebuah bar. Sangat berbanding terbalik dengan profesinya yang sebagai dokter.
"Kita ke Desire club Pak." kata Ayumna pada sang sopir.
Desire club adalah sebuah tempat hiburan yang berada di pinggiran kota. Meskipun begitu, tempat hiburan itu selalu menjadi incaran para pemuda untuk menghabiskan malam mereka. Menikmati setiap dentuman musik yang dimainkan oleh sang ahli.
"Baik Nona." ucap sang sopir lalu melajukan mobilnya.
Membutuhkan waktu satu jam untuk sampai si tempat tersebut. Ayumna memilih memainkan ponselnya dan berselancar di sosial media miliknya.
Ayumna sempat mencurigai seseorang yang sangat ia kenal. Dan Ayumna akan mengikuti permainan mereka.
"Kita lihat, siapa yang lebih cerdik," gumam Ayumna sembari memperhatikan sosial media orang tersebut. "Kau salah memilih lawan." Ayumna tersenyum menyeringai.
Di tempat lain, tepatnya di pulau Dewata Bali. Langit terlihat sedang uring-uringan. Ia menerima kabar dari orang suruhannya kalau sang istri tidak bisa di temukan oleh mereka.
Sore tadi, Samuel memberitahu Langit perihal gosip yang beredar tentang dirinya. Dan ia yakin jika Ayumna sudah melihat berita itu di sosial media. Lantas dengan segera Langit menghubungi sang istri, takut jikalau sang istri salah paham dengannya.
Dan apa yang ditakutkan oleh Langit benar terjadi. Nomor ponsel Ayumna tidak bisa ia hubungi. Bahkan ia melacak ponsel sang istri, namun tidak ia temukan.
Lalu Langit menghubungi Franky, orang yang bertanggung jawab atas keselamatan Ayumna.
"Di mana Ayumna?" sarkas Langit saat ponselnya terhubung dengan Franky.
"Dia berada di cafe dengan temannya, Bos." jawab Franky karena belum melihat Ayumna keluar dari cafe tersebut. Posisi Franky saat itu berada di luar cafe sembari mengintai istri dari majikannya.
"Apa kau yakin?" tanya Langit dengan nada membentak.
Mendengar atasannya yang seperti itu, lantas Franky langsung memasuki cafe tersebut. Tak lupa ia mengenakan topi hitam serta kacamata hitam untuk menutupi penyamarannya.
Jangan lupa like, kasih hadiah serta vote😘