Touch Me, Hubby

Touch Me, Hubby
Ancaman



"Temukan Ayumna sekarang juga, atau aku penggal kepala kalian!" ancam Langit pada semua bawahannya.


Ancaman bosnya itu membuat mereka langsung bergerak dengan cepat meninggalkan apartemen milik Langit.


"Dimana semua orang yang kamu utus untuk menjaga disekitar apartemenku?" tanya Langit menatap tajam ke arah Franky. Tentu saja dengan nada yang tak bersahabat.


Saat Franky akan menjawab, masuklah seorang pria bertubuh kekar dan berkulit hitam. Ia mengenakan kacamata hitam, serta rahangnya tertutup jambang halus. Pria itu masuk dengan begitu terburu-buru.


"Maaf Bos, Saya lancang." ucap pria itu seraya menundukkan kepalanya sopan. Langit menatap pria itu lalu mengangguk. "Semua orang yang diutus menjaga Nyonya di apartemen, ditemukan tak sadarkan diri di gudang belakang bangunan ini." lanjut pria itu.


Langit mengepalkan tangannya. Amarahnya sudah tidak bisa ditolerir lagi kali ini.


"Siapa yang berani bermain denganku!" Lagi-lagi Langit berteriak dengan sangat lantang. Membuat semua orang yang berada di ruangan itu bergidik takut.


Ku harap, kau baik-baik saja, Nyonya. Doa Samuel dalam hati ketika melihat Langit menghancurkan seisi apartemen ini.


Semua barang hancur tak berbentuk karena ulah Langit. Punggung tangannya pun mengalir darah segar yang sangat banyak. Membuat Samuel khawatir namun tak berani menghentikan amukan bosnya tersebut.


"Kerahkan semua anak buahmu sekarang juga! Jangan diam saja, BODOH!!" titah Langit.


Franky menyeka bibirnya yang terdapat darah mengalir di sudut nya. Lalu ia beranjak berdiri di bantu oleh Samuel. Karena sedari tadi Franky menjadi tempat pelampiasan amukan dari Langit.


Tidak menunggu lebih lama lagi, Franky segera keluar dan mulai mencari keberadaan istri bosnya tanpa memperdulikan luka di tubuh nya.


Meninggalkan tempat Langit yang penuh amarah. Kita berpindah ke Desire Club. Terlihat seorang wanita cantik tengah mengaduk nasi goreng nya dengan malas. Tidak ada niatan untuk memasukkannya ke dalam mulut mungil tersebut.


"Nggak berselera saja." jawab Ayumna malas. Lalu meletakkan sendok yang dia pegang.


"Hei... Nona! Membalas perbuatan wanita uler itu juga membutuhkan energi!" ucap Marko lantang. "Emang kamu mau, terlihat lemah di depannya? Terus pingsan karena nggak makan? Nggak lucu tau!" Marko terkekeh membayangkan jika hal itu beneran terjadi.


"Sialan lo!" kesal Ayumna.


Setelah didesak oleh Marko, akhirnya Ayumna menceritakan permasalahannya. Dan juga memberitahu perihal dia mendapatkan foto suaminya dengan wanita uler yang Ayumna tahu mantan dari Langit.


Meskipun Langit tak pernah menceritakan tentang mantannya itu, Ayumna mengetahuinya sendiri. Berawal dari dia membersihkan kamar mereka, tepatnya kamar Langit. Karena semenjak adegan penyatuan mereka memutuskan tidur di kamar yang sama.


Awalnya Ayumna memang terkejut dan sedikit sesak di hati, saat melihat foto kebersamaan Langit dan mantannya. Namun ia juga menyadari semua orang pasti punya masa lalu, seperti halnya dirinya dengan Gio.


Yang Ayumna sesalkan adalah kenapa Langit tidak memberitahunya bahwa dia sedang bersama mantannya? Yang baru diketahui Ayumna bernama Jesselyn.


Dan pada saat Ayumna mencoba menghubungi Langit, nomor Langit tidak aktif. Entah mengapa membuat emosi Ayumna semakin memuncak.


"Apa yang akan kamu lakukan pada wanita itu?" tanya Marko penasaran. Ia tahu, sejatinya Ayumna tidak tega berbuat jahat pada seseorang. Tapi jika diusik kehidupannya, wanita itu tak akan membiarkan lawannya lolos.


"Biarkan saja dulu menikmati semuanya. Dan aku akan memberi kejutan untuknya," Ayumna tersenyum miring. Terlihat sangat mengerikan untuk Marko.


Wanita seksi, kalem dan lemah lembut terhadap pasiennya, bagaimana bisa memiliki senyuman yang seperti itu.


"Kalau untuk suamimu?" Marko bertanya lagi karena masih penasaran.