Touch Me, Hubby

Touch Me, Hubby
Bersabar Sedikit Lagi



"Apa kau akan tetap diam, Sam? Tidak ingin menyambut kedatangan ku?" tanya Dirga membuat Samuel sadar akan lamunannya.


"Ayo, peluk aku juga, Sam. Sama seperti yang Bryan lakukan." inilah sifat absurd yang dimiliki Dirga. Membuat Samuel selalu tidak nyaman jika berada di dekat Tuan besarnya itu.


Dirga pasti akan memperlakukan Samuel sama seperti memperlakukan anak kecil. Padahal kini usia Samuel sudah tiga puluh dua tahun.


Dengan ragu Samuel memeluk singkat Tuan besarnya itu. "Selamat datang kembali, Tuan." ucap Samuel kemudian melepas pelukannya pada Dirga.


"Kau masih kaku sama seperti dulu, Sam. Bagaimana mau mendapat pasangan jika sikapmu begini terus. Apalagi dengan wajah datarmu yang tidak ramah lingkungan itu. Ck ck ck!" kata Dirga tidak melihat dirinya sendiri.


Cih! Padahal Tuan lebih parah dariku. Diumur Tuan yang sekarang aja belum menikah. Sok ngatain aku yang lebih muda darinya. Umpat Samuel yang kesal dengan ucapan Dirga.


Kemudian mereka menuju mobil Bryan. Dengan Samuel yang menjadi sopirnya. Tidak lupa pula Samuel juga menempatkan anak buahnya untuk mengawal mobil yang kini mereka tumpangi.


"Bagaimana keadaan Aya, Bry?" tanya Arya pada Bryan. Aya adalah panggilan kesayangannya untuk Ayumna.


Arya terlihat begitu shock saat mendengar Ayumna koma. Padahal dirinya selalu menempatkan orang-orang kepercayaannya di samping Ayumna. Berbanding terbalik dengan sikap Shakki, yang terlihat santai.


"Ayumna masih koma, Pa." lirih Bryan. Hatinya selalu sakit dan merasa bersalah karena tidak bisa melindungi adik satu-satunya itu dengan baik.


Sementara mata Dirga memicing menatap tajam ke arah Shakki yang terlihat santai. Tidak seperti Arya yang selalu panik jika itu menyangkut keadaan putrinya.


Pasti ada sesuatu dibalik sikap tenangmu itu, Shakki. Batin Dirga. Dia mengenal dekat pasangan Arya Natakusuma dan Shakki Gauri.


Berteman dengan Shakki dari masa sekolah, membuat Dirga mengenal baik sifat-sifat yang Shakki miliki.


Sedangkan di rumah sakit, Langit selalu berada di samping istrinya saat dia tidak ada pertemuan penting dengan kliennya. Dia pun juga selalu merepotkan Franky. Menyuruhnya untuk membelikan makanan yang diinginkan oleh Ayumna.


Setelah mendengar mertuanya sudah pergi, Ayumna perlahan membuka matanya. Langit langsung mengecup lembut mata indah milik Ayumna.


Akan tetapi Ayumna tiba-tiba saja meneteskan air mata. Dan dia mulai terisak membuat Langit menatapnya bingung.


"Kamu kenapa, Sayang? Bagian mana yang terasa sakit?" tanya Langit seraya memeriksa tubuh Ayumna dengan raut muka yang gelisah.


Ayumna menggelengkan kepalanya. Namun air matanya tetap mengalir dengan deras. Membuat Langit semakin gelisah. Langit ingin beranjak dari duduknya dan akan memanggil dokter lewat tombol yang ada di dinding tidak jauh dari tempat Ayumna terbaring. Namun tangan Ayumna menahan Langit.


"Aku tidak merasa sakit, Mas. Hanya saja aku merasa bersalah pada Mami." lirih Ayumna di sela isakan tangisnya.


Langit merasa lega, penyebab Ayumna menangis ternyata bukan karena rasa sakit. Lalu memeluk pelan tubuh istrinya. Mencoba menenangkan Ayumna.


"Mama pasti akan mengerti alasan kita nanti, Sayang," Langit mencoba menenangkan Ayumna. "Sudah jangan menangis lagi. Lihat, anak kita juga tidak mau Mommy-nya menangis." lanjut Langit seraya mengelus perut Ayumna. Merasakan tendangan dari calon anaknya, hingga membuat perut Ayumna terasa sedikit nyeri karena tendangan dari dalam.


"Semua ini pasti akan cepat terselesaikan, Sayang." ucap Langit begitu geram saat mengingat orang yang menginginkan nyawa istrinya.


"Jika saja kamu tidak melarangku untuk menangkapnya dan menghukumnya dengan aturanku, aku pasti sudah membunuhnya sekarang." geram Langit.


Ayumna tersenyum menatap wajah suaminya yang begitu kesal. Lalu meraih tangan Langit, mengusap punggung tangan Langit dengan lembut.


"Aku lagi hamil, Mas. Harap Mas ingat itu." Langit tersenyum lalu mengecup singkat bibir Ayumna. Dia harus bisa menahan keinginannya untuk membunuh orang itu, demi calon buah hati kerja kerasnya.


Sabar dulu ya, setelah ini akan ada part yang tidak kalian duga🤣 Berikan terus dukungan kalian pada cerita ini🤗