Touch Me, Hubby

Touch Me, Hubby
Touch Me, Mas



M-mas...tunggu!" Ayumna yang sadar dari buaian Langit, mendorong tubuh Langit dengan kuat lalu mengangkat selimut yang menutupi setengah tubuh mereka. Betapa terkejutnya Ayumna, saat menatap ke bawah. Lebih tepatnya, ke tubuh Langit bagian bawah.


Ayumna hampir saja menjerit dengan keras, jika saja Langit tidak cepat membungkam bibirnya lalu melahapnya dengan sangat rakus. Karena hasrat untuk memakan Ayumna semakin tinggi, setelah melihat ekspresi Ayumna yang begitu menggemaskan.


Setelah puas menikmati manisnya bibir Ayumna, Langit berpindah ke bagian lain yang tentu saja membuatnya terpesona. Terutama di aset kembar milik Ayumna yang sedari tadi mengintip di balik kain tipis yang di kenakan oleh istrinya tersebut.


Tidak lupa Langit meninggalkan jejaknya di sana, membuat suara seksoi Ayumna keluar. Langit tersenyum menyeringai, lalu mempermainkan puncak benda kembar tersebut. Suara Ayumna semakin tidak bisa di hentikan lagi. Ia sudah kehilangan akal sehatnya, mengerang nikmat di malam yang terasa dingin sebenarnya. Namun tidak untuk di kamar Ayumna. Atmosfer udara di dalam kamar Ayumna begitu panas, hingga membuat penghuninya merasa gerah.


Terbukti, kini tubuh mereka polos tanpa tertutup kain sedikitpun. Kecuali Ayumna, yang masih mengenakan kain segitiga biru muda.


Langit menjelajahi setiap inci di tubuh istrinya, tidak lupa pula selalu mengukir perjalanan bibirnya di kulit putih Ayumna. Sehingga tak hayal, kini tubuh Ayumna di penuhi oleh tanda merah kebiruan.


Langit selalu menggoda Ayumna di titik-titik tertentu, membuat Ayumna terbang tinggi ke awan. Contohnya saja sekarang ini, Langit menelusup kan tangan kirinya di benda segitiga biru muda. Menyentuh kan jarinya serta mengusapkan dengan perlahan. Menimbulkan suara Ayumna kian terdengar seksoi dan begitu menggoda.


"Aahhh... Mas...," Ayumna mendesah begitu merdunya di telinga Langit.


Ayumna memegang tangan Langit, berharap Langit tidak bermain di area ternikmatnya. Namun hal itu tidak di idahkan oleh Langit. Langit semakin ingin menggoda Ayumna agar istrinya itu terus mengeluarkan suara merdunya dan memanggil namanya berulang kali.


Langit memainkan jarinya serta bibirnya juga tidak mau ketinggalan. Bibir Langit mengecap sedikit kasar puncak kembar mili Ayumna secara bergantian dan jemarinya juga bermain di bawah sana bersamaan. Membuat Ayumna menggeliat tidak karuan.


Langit menatap wajah Ayumna yang begitu sendu memohon padanya, ia tersenyum puas telah berhasil membuat Ayumna untuk memintanya terlebih dulu. Hal yang sangat di nantikan oleh Langit.


Namun, bukan Langit namanya jika tidak membalas perbuatan Ayumna, dulu. Di saat dirinya sudah on dan siap bertempur, malah di jatuhkan sejatuh-jatuhnya oleh Ayumna.


Langit kemudian merangkak ke atas, mensejajarkan tubuh nya dengan Ayumna. Memeluk erat tubuh istrinya itu. Seraya memejamkan matanya, seolah-olah tidak terjadi apa-apa barusan di antara mereka. Membuat Ayumna semakin bingung. Pasalnya di area ternikmatnya sudah berdenyut tidak karuan, yang pertama kali Ayumna rasakan.


"Sebaiknya kita tidur, ini sudah malam dan besok kamu harus bekerja," ucapan Langit tanpa adanya rasa bersalah sekalipun. Ayumna di buat cengo olehnya.


Sebenarnya Langit memang sengaja menggoda Ayumna, tadi. Namun naluri lelakinya tidak bisa di berhentikan begitu saja. Hingga sampai di titik seperti sekarang ini.


"Mas ... kamu sengaja ya ngerjain aku?" Ayumna mengangkat wajahnya dari dada Langit. Merengek dengan tatapan tidak percaya pada apa yang di lakukan Langit sekarang.


"Sengaja yang bagaimana?" Langit membuka matanya, lalu menundukkan kepalanya hingga tatapan mereka bertemu. Langit begitu gemas melihat ekspresi Ayumna yang cemberut. Seperti anak kecil yang tidak jadi di ajak jalan-jalan. Mana bisa aku menahan ini lebih lama? Sementara kamu ber-ekspresi seperti ini. Batin Langit gemas melihat wajah Ayumna.


"Touch me, Mas!" pinta Ayumna dengan suara serak lalu mengecup singkat bibir Langit.


Tahan nafas🤭