
Setelah mengetahui fakta bahwa di perut Ayumna kini tumbuh sebuah janin hasil kerja keras mereka, lebih tepatnya hasil kerja keras Langit dalam hal menanam bibit berkualitasnya di rahim sang istri.
Kini sikap Langit berubah lima ratus derajat. Langit yang biasa datar dan kelewat cuek, kini begitu perhatian dan kelewat posesif terhadap Ayumna. Terlebih lagi dengan apa yang dimakan oleh Ayumna. Contohnya saja saat ini.
"Sayang, Mas kan sudah bilang kalau kamu nggak boleh makan makanan yang berminyak seperti itu. Tidak baik untuk kesehatan kamu dan anak kita," ucap Langit dari jarak tiga meter dari Ayumna.
Ayumna tidak menghiraukan apa yang di ucapkan oleh suaminya. Ia tetap menikmati nasi goreng buatan Casandra. Entah mengapa, semenjak hamil Ayumna lebih suka makan masakan Casandra, kekasih kakaknya. Dibanding masakannya sendiri.
Ayumna begitu malas untuk berkutat dengan peralatan dapur. Padahal sebelumnya Ayumna lebih suka berkencan dengan peralatan dapur daripada bercinta dengan jarum suntik beserta sekutunya.
Ngomong tentang jarum suntik, Ayumna kini resmi menjadi pengangguran. Karena titah Bryan tidak main-main. Dia benar-benar mengirim surat pengunduran diri Ayumna pada pihak rumah sakit Prayoga. Dan Ayumna hanya bisa menerima dengan pasrah. Toh, ini juga untuk kebaikan calon anaknya.
"Sayang...," panggil Langit karena Ayumna tetap memakan nasi gorengnya.
Ingin sekali dirinya mendekat ke tempat Ayumna berada dan mengambil piring yang berisikan nasi goreng tersebut. Namun hal itu harus Langit tahan, ketika mendapat pelototan dari Ayumna saat Langit mencoba melangkahkan kakinya mendekat ke arah Ayumna.
"Apasih, Mas." ketus Ayumna lalu beranjak dari duduknya dan berjalan menuju sofa yang terdapat di ruang santai di bagian bar paling dalam tersebut. Dan tentu saja Langit mengekor di belakang Ayumna.
"Sayang... Boleh Mas lebih dekat lagi duduknya?" rengek Langit.
"Aku masih kesal sama Mas." ketus Ayumna. Karena memang dirinya masih kesal dengan Langit perihal fotonya dengan Jesselyn.
"Kenapa lagi, Sayang? Mas kan sudah menuruti semua kemauanmu," selama beberapa hari ini, Langit memang wajib menyetok sabar lebih banyak lagi.
Permintaan Ayumna yang selalu plinplan dan itu berhasil membuat seorang Langit yang tidak mau diatur oleh orang lain, kini tunduk di hadapan sang istri. Bahkan bisa dikatakan takut. Takut jika dia tidak menuruti semua kamauan Ayumna, ia akan ditinggalkan lagi.
"Ada satu yang belum Mas penuhi. Dan aku tidak yakin kalo Mas bisa mengabulkannya." ucap Ayumna yang kini memakai masker, guna menutupi indra penciumannya. Sehingga Langit bisa duduk di sebelah nya. Bahkan kini tengah memeluk dirinya dengan penuh kasih sayang.
Biar bagaimanapun, Ayumna terkadang menginginkan usapan lembut di perutnya dari Langit. Meskipun terkadang calon anaknya itu tidak bisa jika mencium aroma ayahnya. Namun terkadang juga ia menginginkan belaian kasih sayang dari sang ayah.
"Katakan saja, Sayang. Mas akan menuruti semua kemauanmu dan calon anak kita." ucap Langit menatap intens wajah Ayumna.
Wajah yang selama ini tidak bisa ia nikmati, karena calon anak mereka tidak membiarkan jika mama dan ayahnya berdekatan. Lalu mengecup puncak kepala Ayumna dengan penuh kerinduan. Tiga hari tinggal di bar milik Ayumna, baru kali ini Langit bisa memeluk sang istri.
Akhirnya aku bisa memelukmu, Ay. Dan juga bisa mengelus hasil kerja kerasku yang kini tumbuh di rahimmu. Aku akan menjaga kalian dengan lebih ekstra lagi. Syukur Langit dalam hati. Ia tidak tau saja jika permintaan Ayumna kali ini akan menjungkirbalikkan emosinya.
Bakalan kebakaran jenggot tuh si Langit🏃♀️😂