
Di sisi lain, Langit menghampiri Devan yang tengah menikmati minumannya. Namun dengan wajah yang murung. Dan Langit bisa menebak apa penyebabnya.
"Kenapa? Belum berhasil menggenggamnya?" tanya Langit namun dengan nada meledek. Membuat Devan melirik sinis kepada Langit.
Langit tertawa saat mengetahui dugaannya itu benar. Seorang Devan Pratama, pengacara handal dan juga pemuda yang tampan. Tidak bisa menaklukkan seorang gadis.
"Tertawalah sepuasmu, sebelum tertawa itu dilarang oleh negara. Karena negara sekarang sedang mengalami kesulitan," ucap Devan kesal. Sahabatnya itu bukannya membantunya tapi malah senang di atas penderitaan nya.
Dan perkataan Devan semakin membuat Langit tertawa keras. Melupakan di mana kini mereka berada. Membuat dua pemuda tampan itu menjadi pusat perhatian para tamu yang hadir, terutama tamu perempuan dari kalangan anak pengusaha maupun pejabat setempat. Namun Langit dan Devan tidak menghiraukan tatapan memuja dari para gadis tersebut.
"Mau aku bantu?" ucap Langit sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Devan menatap sekilas ke arah Langit. Lalu menggelengkan kepalanya. Meski Langit membantunya, gadis itu tidak akan terpengaruh dengan materi.
"Dia bukan gadis biasa, Lang." ucap Devan semakin lesu.
"Apa kau sudah tahu latar belakangnya?" tanya Langit ingin memastikan sesuatu. Dan Devan menggeleng.
Devan sudah berusaha mencari latar belakang gadis yang menarik hatinya tersebut. Namun tidak ada satupun artikel yang memuat tentang kehidupan gadis tersebut.
Langit terdiam, dia merasa kasihan sama sahabatnya. Namun larangan dari istrinya lebih menakutkan dibanding kebahagian Devan sekarang. Karena belum tentu gadis itu mau menerima cinta Devan.
"Kau benar-benar serius dengan gadis itu?" tanya Langit memastikan sekali lagi. Membuat Devan semakin kesal padanya. Karena sedari tadi Langit tidak memberikan solusi yang tepat untuknya.
"Apa? Kau mau menyuruhku untuk menidurinya?" sarkas Devan tidak suka. "Bisa mati dengan cepat aku, Lang!" lanjut Devan kemudian.
Gadis itu benar-benar penuh kejutan bagi Devan. Tidak hanya latar belakang keluarganya saja yang tidak bisa dia lacak, meskipun membayar seorang hacker handal sekalipun. Tapi juga keistimewaan yang di miliki gadis itu benar-benar diluar ekspetasi Devan
Benar juga, keluarga gadis itu tidak hanya memiliki otak yang brilian dan status sosial yang tinggi. Namun juga memiliki pertahan diri yang tidak dapat diduga sebelumnya. Ingat Langit akan cerita Ayumna. Langit sendiri juga tidak menyangka, istrinya itu bisa dekat dengan menantu keluarga gadis yang diincar oleh Devan.
Tidak berselang lama mereka berbincang, Ayumna datang dengan seseorang yang sangat mengejutkan Devan dan juga Langit.
"Lagi ngobrolin apa? Keliatan seru banget." ucap Ayumna lalu duduk di kursi sebelah suaminya. Sementara perempuan yang bersama Ayumna tadi memilih duduk di depan Devan.
"Ah, i-ini...," ucap Devan gugup seraya menggaruk belakang kepalanya.
Langit ingin ketawa saat melihat sahabatnya yang bertingkah seperti seorang remaja yang tengah jatuh cinta untuk pertama kalinya. Sedangkan Ayumna menatap bingung pada dua pria yang ada di hadapannya. Matanya memicing ke arah Langit. Seolah bertanya ada apa sebenarnya, Langit hanya mengangkat kedua bahunya. Semakin membuat Ayumna penasaran.
"Kalau begitu aku pamit dulu ya, Kak." pamit perempuan yang bersama Ayumna barusan. Namun, dengan cepat Devan mencekal tangan perempuan itu.
Semangat Bang Devaaannn... Luluhkan dia😂