Touch Me, Hubby

Touch Me, Hubby
Menggoda Calon Cucu



Arya menghentikan langkahnya ketika berada di depan ruangan Ayumna dirawat. Ia menyesal telah meninggalkan putrinya pada Hendra. Namun itu Arya lakukan agar nyawa Ayumna tidak menjadi incaran saudara kandungnya. Tapi nyatanya kakaknya itu tetaplah mengincar nyawa Ayumna.


"Kenapa, Pa?" tanya Shakki pada suaminya. Arya menggeleng kepala seraya mengusap bulir air mata yang berhasil lolos dari sudut matanya.


"Papa tidak sanggup bertemu dengan Aya, Ma." jawab Arya.


Shakki menggenggam tangan suaminya agar lebih tenang. Arya akan selalu berubah menjadi pria yang melokonis jika menyangkut putri mereka.


"Papa berdoa saja untuk kesembuhan Aya dan kesehatan calon cucu kita." ucap Shakki membuat Arya lebih tenang ketika mendengar kata 'cucu' yang disebutkan oleh istrinya.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi interaksi mereka dari jauh.


"Kau tidak berubah sama sekali, Arya. Tetap tampan dan selalu bisa membuatku jatuh cinta berkali-kali padamu," Wanita itu tersenyum melihat wajah Arya yang begitu bersinar di matanya. Namun, mimik mukanya berubah ketika melihat Shakki menggenggam dengan mesra tangan Arya. "Harusnya aku yang berhak menggenggam tanganmu, Arya. Aku akan membuat istri dan anakmu lenyap dari dunia ini. Sehingga kau hanya menjadi milikku seorang." lanjut wanita itu lalu terkekeh sendiri.


Kini Arya dan Shakki melangkah masuk dengan pelan. Matanya menatap ke depan dimana Ayumna terbaring dengan lemah. Tubuhnya di penuhi tempelan-tempelan alat pendukung untuk mempertahankan nyawanya.


Air mata Arya nampak mengalir begitu deras. Dia tidak kuasa melihat putrinya yang cantik dan selalu ceria, kini terbaring tak berdaya.


"Ay-aya," panggil Arya tergagap dengan suara yang lirih.


Langit yang sedari tadi berada di samping Ayumna kini beranjak dari duduknya. Langit memilih untuk berdiri dan memberikan ruang tempat untuk Arya, mertuanya.


Sementara Arya kini memeluk pelan tubuh putrinya. Menatap nanar pada Ayumna. Hatinya begitu perih, melihat kondisi Ayumna yang tengah koma dengan kondisi mengandung.


Arya mengusap lembut perut Ayumna. Dan janin yang ada di dalam kandungan Ayumna itu merespon sentuhan pertama dari sang kakek.


Langit menyalami ibu mertuanya dan memeluknya sebentar. Namun Shakki dengan cepat menggeser tubuh Langit agar tidak menghalangi jarak pandangnya. Karena mata tajam Shakki melihat ada hal yang janggal pada Ayumna.


Shakki melihat mata Ayumna bergerak mengerut, disaat Arya terus mengusap perut Ayumna yang memberi respon sentuhan dari Arya.


Lalu Shakki beralih menatap tajam ke arah Langit. Dan Langit menelan saliva nya dengan susah.


Deg!


Langit terlihat gugup saat ditatap seperti itu oleh ibu mertuanya. Dan itu semakin memperjelas dugaan Shakki sedari dia menginjakkan kakinya kembali ke negri ini.


Dengan isyarat mata, Langit memohon pada Shakki untuk tidak membongkar sandiwara ini. Sampai orang yang ingin menyelakai Ayumna muncul dan menangkap basah pelaku tersebut.


Langit mengatupkan kedua tangannya di depan dada. Memohon pada ibu mertuanya agar membantu rencana ini dengan lancar. Shakki pun mengangguk paham.


Shakki tidak menyangka, pemuda yang dulu pernah menolong dirinya dan suaminya itu mempunyai sikap yang lembut jika menyangkut tentang Ayumna. Sama seperti dengan suaminya, Arya.


"Aya...bangun Sayang. Papa dan Mama sudah kembali. Kita bisa berkumpul lagi seperti dulu. Dan sekarang ada Kak Bryan juga. Kalian pasti sudah bertemu, kan?" kata Arya sembari mengusap lembut puncak kepala Ayumna.


Bryan yang baru masuk ke dalam ruangan bersama Casandra terdiam seketika. Melihat pemandangan yang harusnya bahagia, saling melepas rindu. Namun kini terlihat begitu pilu.


Sementara Shakki memilih duduk di sisi kiri Ayumna. Ia ingin menggoda calon cucunya dengan cara mengelus lembut perut Ayumna yang membesar. Mama ingin melihat seberapa kuatnya kamu menahan tendangan dari cucu Mama. Ucap Shakki dalam hati. Kemudian ia tersenyum saat melihat ada kerutan di mata Ayumna.


Jangan lupa berikan like, gift, vote dan komen ya😉