
Langit melepas handuknya dan melempar ke sembarang arah, lalu masuk ke dalam selimut yang sama dengan Ayumna kenakan. Langit berbaring di belakang Ayumna. Langit menatap lekat wajah Ayumna dari samping dan tanpa ada niatan untuk membenarkan baju Ayumna yang terbuka di bagian atas.
Langit menelusup kan tangannya ke perut Ayumna. Membuat sang empu terusik kali ini. Ayumna melenguh karena merasa terganggu tidurnya, lalu membalikkan tubuhnya. Melihat siapa yang tengah mengganggu tidur nyenyak nya.
Mata Ayumna membulat saat menangkap wajah Langit yang tengah tersenyum menatap dirinya. Merasa ada yang dingin di atas tubuhnya, lalu Ayumna mengalihkan tatapannya ke bawah.
Ayumna tersentak kaget saat melihat belahan baju bagian atasnya yang terbuka sebagian. Sehingga dapat dengan jelas di lihat oleh Langit, benda yang ia tutupi itu dari arah samping. Belum juga rasa kagetnya memudar, ia di buat lebih kaget saat melihat tangan kekar Langit yang melingkar posesif di bagian perutnya.
Ayumna menatap Langit dengan tatapan horor, apalagi di tambah dengan keadaan Langit yang tanpa mengenakan pakaian. Terlihat dengan jelas bagaimana dada Langit terekspos bebas tanpa adanya kain yang menghalangi.
Langit tersenyum, melihat reaksi Ayumna yang kaget melihat dirinya dengan kondisi bertelanjang dada. Begitu menggemaskan. Tidak sia-sia aku memutuskan untuk segera pulang. Melihat ekspresi nya yang begitu menggemaskan, seketika hilang rasa gundahku. Batin Langit.
Langit menikmati wajah Ayumna yang begitu menggemaskan itu beberapa detik. Lalu menarik pinggang Ayumna hingga menghadap tepat kearahnya. Membenamkan wajah cantik istrinya itu yang masih terkejut atas tindakannya ke dalam dadanya.
Langit semakin menekan erat tubuh Ayumna mengikis jarak di antara mereka, hingga tidak menyisakan ruang satu centi pun. Membuat Ayumna gelagapan karena hidungnya menempel erat di dada Langit.
Meskipun merasa gugup, Ayumna berusaha untuk tidak memperlihatkan itu semua pada suaminya yang akhir-akhir ini bertingkah mesum. Entah, setan apa yang merasuki suaminya itu hingga sikapnya akhir-akhir ini berubah drastis. Namun, Ayumna tak memusingkan itu. Ia harus berhati-hati dalam menjaga kemurnian dirinya.
Seperti halnya sekarang, Langit tidak menanggapi ucapan Ayumna, tapi malah menarik dari Ayumna mengarahkan wajah istrinya itu agar menatap tepat kearahnya. Langit menatap lekat netra coklat milik Ayumna, seraya menampilkan senyuman yang menawan. Namun bagi Ayumna itu terlihat sangat menakutkan.
Pasalnya, setelah mereka saling menatap satu sama lain, Langit memajukan wajahnya lalu menyentuh kan bibir nya pada bibir ranum Ayumna. Dengan pelan dan penuh kelembutan, Langit menyapu bibir Ayumna yang tertutup rapat itu dengan lidahnya.
Ayumna tersentak dengan tindakan Langit. Lalu memejamkan matanya tatkala merasakan sentuhan penuh kelembutan yang di lakukan oleh Langit. Entah siapa yang mulai lebih dulu, kini lidah mereka saling berbelit, berebut siapa yang lebih kuat dan mahir dalam hal itu. Meskipun sudah tau jawabannya, Langit lah yang akan lebih dominan memimpin jalannya pertarungan sengit itu.
Semula hanya ciuman penuh kelembutan, kini berubah menjadi ciuman panas yang penuh dengan gairah n a f s u. Masih dengan posisi miring dan saling berhadapan, Langit semakin mengeratkan tubuh Ayumna pada dirinya. Ia tarik pinggang Ayumna hingga menempel pada bagian tubuh bawahnya yang mulai menunjukkan ke tegapannya.
"M-mas...tunggu!" Ayumna yang sadar dari buaian Langit, mendorong tubuh Langit dengan kuat lalu mengangkat selimut yang menutupi setengah tubuh mereka. Betapa terkejutnya Ayumna, saat menatap ke bawah. Lebih tepatnya, ke tubuh Langit bagian bawah.
Kalian nungguin, ya? 🤭