Touch Me, Hubby

Touch Me, Hubby
Aku Juga Mau



"Kau jahat, Ay! Jahat!" ucap Orang itu dengan air mata yang mengalir deras di pipinya.


Namun langkah nya tetap menuju dimana Ayumna berada. Orang itu semakin terisak melihat Ayumna baik-baik saja. Bahkan merentangkan kedua tangannya kepadanya.


"Maafkan aku, Jes," ucap Ayumna memeluk erat sahabatnya yang tengah terisak.


"Kau sangat kejam kepadaku, Ay," kata Jesicka disela tangisnya. Lalu meregangkan pelukan mereka. "Kenapa kau tidak cerita sama aku selama ini? Kenapa kau memendam semua masalahmu sendiri? Apa kau tidak menganggap ku sebagai sahabatmu? Apa kau sudah melupakan kebersamaan yang kita lalui bersama selama ini? Apa kau lupa semuanya? Sehingga kau tidak mau membagi masalahmu padaku," ucap Jesicka penuh emosi. Merasa dirinya selama ini tidak dianggap sebagai sahabat oleh Ayumna.


Ayumna terkekeh melihat Jesicka seperti ini. Entah mengapa nampak begitu lucu. Memberinya beberapa pertanyaan tanpa jeda. Lalu Ayumna memeluk kembali tubuh sahabatnya tersebut.


"Bagaimana aku bisa menjawab pertanyaanmu, kalau kau memberiku segudang pertanyaan," protes Ayumna. Tangannya sembari mengusap pipi Jesicka yang basah oleh air mata. "Maafkan aku. Aku hanya tidak mau melibatkan mu dalam masalah keluargaku." kata Ayumna kemudian.


Sementara itu, Jesselyn terdiam melihat interaksi antar dua sahabat itu. Ada rasa iri karena dirinya selama ini tidak pernah memiliki seorang sahabat.


Semua teman yang dekat dengannya, hanya memanfaatkan kepopuleran Jesselyn untuk membantu memasarkan produk mereka.


Karena terlalu fokus pada Jesicka yang kesal padanya, membuat Ayumna lupa untuk memperkenalkan mereka.


"Jes," panggil Ayumna dan mereka berdua menoleh ke arahnya. Ayumna tertawa kala bari menyadari nama panggilan mereka berdua sama.


"Ada apa?" jawab Jesicka dan Jesselyn bersamaan. Kemudian mereka saling tatap. Terlihat lucu di mata Ayumna.


"Haha kalian itu lucu banget, sih," kata Ayumna sambil tertawa. "Oh, ya. Kenalin Jes, ini Jesselyn," lanjut Ayumna memperkenalkan Jesselyn pada Jesicka.


Lalu Jesicka dan Jesselyn saling mengulurkan tangan mereka.


"Jesselyn ini anak dari Paman Adi. Dan Jes, ini Jesicka. Sahabat aku yang mempertemukan aku dengan Mas Langit." lanjut Ayumna kemudian. Membuat Jesselyn tidak mengerti.


"Maksud kamu yang mempertemukanmu dengan Langit?" tanya Jesselyn penasaran.


"Sebenarnya Jesicka lah orang yang dijodohkan dengan Mas Langit. Dan aku menggantikannya karena Jesicka sudah mempunyai kekasih," jelas Ayumna membuat Jesselyn mengangguk mengerti.


"Semoga kita bisa jadi teman, ya?" ucap Jesicka menatap Jesselyn dengan bibir tertarik ke atas. Jesicka tahu kalau Jesselyn adalah mantan Langit dan seorang model ternama.


"Tentu saja," jawab Jesselyn senang.


Jesselyn akan membuka hatinya yang baru dengan perasaan yang baru pula. Dia akan memulai hidupnya dengan benar. Meninggalkan kehidupan malamnya dan gaya hidup sosialitanya yang selama ini dia lakukan. Dan dia akan membuka hatinya pada orang yang baru. Tanpa memanfaat orang itu seperti halnya dirinya dulu memanfaatkan kekayaan seorang Langit Bagaskara.


Hari silih berganti. Tak terasa dua bulan sudah mereka lalui setelah kejadian yang cukup menegangkan. Dan keadaan Adi sudah membaik. Bahkan bisa dibilang sudah sembuh dari luka tembak yang dia dapat dari istrinya sendiri. Untuk informasi, Adi sudah menceraikan Eva karena permintaan dari Jesselyn. Karena Jesselyn tidak mau Adi kembali ke dalam jalan yang salah lagi. Meskipun orang yang membuat Adi seperti itu adalah mamanya sendiri.


Di dalam sebuah kamar, terdapat dua orang manusia yang tengah menikmati waktu mereka. Lebih tepatnya ibu hamil yang tengah menikmati makanan yang ada di pangkuannya.


"Sayang," panggil Langit. Namun Ayumna tidak menghiarukannya. Dia lebih memilih menikmati camilan yang begitu lezat di pangkuannya.


Merasa tidak direspon, Langit mengambil alih kotak makanan yang ada di pangkuan sangat istri. Tentu saja membuat Ayumna menatap marah pada Langit.


"Mas...balikin! Kalau Mas mau, ambil aja. Tapi jangan semuanya," rengek Ayumna.


Sementara Langit merasa semakin kesal. Karena akhir-akhir ini di mata Ayumna, camilan lebih terlihat begitu menarik daripada dirinya.


"Aku juga mau," ucap Langit. Kemudian menindih tubuh Ayumna, namun tetap memberikan ruang untuk perut Ayumna yang semakin membesar.


Mas Langit mulai ambigu deh, Kata-kata nya🙈