
"Aaakhh...!" desah Ayumna.
Kini posisi mereka terbalik. Ayumn lah yang memegang kendali dalam permainan mereka kali ini.
"Dan sekarang tuntaskan hukumanmu, Sayang. Aku akan melepasmu jika kamu bisa membuatku puas." ucap Langit seraya tangannya merambah kemana-mana.
Ayumna tidak punya pilihan lagi. Memang suaminya ini begitu hebat dalam hal apapun itu. Ayumna memejamkan matanya saat tangan Langit meraih dua gundukan kenyalnya yang begitu menggiurkan. Dan memencet tombol yang menghasilkan suara desahan Ayumna.
"Baiklah kalau itu bisa membuat amarah Mas, reda. Dan asal Mas tau, lelaki yang kemarin aku temui itu adalah sepupu Jesicka." ucap Ayumna menahan geram pada Langit karena cemburu tidak pada tempatnya.
Ayumna langsung memasukkan lolypop Langit ke dalam wadahnya. Ia bergerak naik turun dengan cepat di sisa tenaganya. Berharap dengan ini Langit merasa puas dan menyudahi kegiatan mereka yang sangat menguras tenaga.
Langit menahan suaranya agar tidak keluar. Ia merasakan begitu nikmat saat miliknya menggedor dinding rahim sang istri. Sesekali Langit meremas serta menyesap dengan kuat puncak benda kenyal kesukaannya itu.
Dan tindakan Langit semakin memicu semangat Ayumna.
"Faster baby." Langit tidak menyangka Ayumna menyembunyikan bakatnya dengan pintar.
Cukup lama Ayumna bermain di atas, hingga Langit merasakan miliknya mulai dicengkeram dengan kuat oleh milik sang istri. Langit segera mengubah posisi mereka dengan Ayumna yang kembali di bawah tubuh nya.
Langit langsung memacu gerakannya, hingga ia menancapkan miliknya begitu dalam. Melepas semua benihnya di dalam rahim sang istri. Aku harap dari sekian banyak benih yang ku sebar, ada satu yang berhasil menjadi janin. Batin Langit lalu merebahkan tubuhnya di atas sang istri.
Langit rak langsung turun maupun melepas tautan tubuh inti mereka. Ia membelai lembut wajah cantik Ayumna dengan jemarinya.
"Apa masih ingin melawanku?" tanya Langit.
"Mas... Berat. Buruan turun, aku mau mandi. Ini sudah waktunya aku berangkat." Ayumna mencoba menyingkirkan tubuh Langit dari tubuhnya. Namun itu sia-sia.
"Aku suka kamu yang barusan." bisik Langit menggoda. Membuat Ayumna memerah.
Langit begitu gemas melihat wajah Ayumna yang seperti itu. "Boleh sekali lagi?" Langit kembali menggerakkan tubuh bawahnya yang masih menyatu.
Mata Ayumna membola, ia menggeleng kepala melihat tingkah suaminya yang begitu mesum. "No!" tolak Ayumna tegas. "Jika Mas melakukannya lagi, maka tidak ada jatah selama satu bulan." ancam Ayumna. Dan itu berhasil membuat Langit melepas diri.
Setelah itu mereka tertidur lelap karena lelah. Ayumna juga sudah mengirim pesan pada Shinta bahwa ia tidak masuk kerja dengan alasan tidak enak badan. Sementara Langit sudah memberi tahu Samuel sebelum mereka berpisah tadi malam.
Hari berganti hari, minggu pun berganti dengan bulan. Kini Ayumna tengah menikmati hari santainya dengan Shinta di cafe 'Ex Pacar'. Karena Langit sedang dinas di luar kota. Dan sekarang berjalan tiga hari.
Semulanya Langit mengajak Ayumna untuk ikut serat dengannya. Namun Ayumna menolak dengan cara halus. Ia tidak bisa meninggalkan pasiennya hanya untuk membututi sang suami. Itupun mendadak.
Dengan berat hati Langit meninggalkan sang istri selama satu minggu di Jakarta. Namun Langit sudah mengutus Franky untuk menjaga Ayumna dari jarak jauh. Sementara Samuel ikut bersamanya ke Bali.
Saat sedang bercengkerama dengan Shinta, terdengar bunyi notif di ponsel milik Ayumna.
Ayumna mengambil ponselnya, menggeser layarnya kearah kanan. Mimik wajahnya pun seketika berubah setelah melihat gambar di ponselnya. Shinta menyadari hal itu.
"Ada apa, Mbak?" tanya Shinta sedikit khawatir. Karena kini tangan Ayumna mengepal erat.