
"Aku tahu, Nyonya sedang berpura-pura koma. Tapi aku tidak tahu motif Nyonya melakukan ini semua." ucap Franky masih yakin dengan praduga nya. Ayumna tetap tidak merespon. Membuat Franky merasa bersalah. Karena dirinyalah Ayumna menjadi seperti sekarang ini.
"Nyonya, aku mohon, jika anda sedang berpura-pura maka bukalah mata Anda. Aku yakin, ada yang sedang Nyonya rencanakan. Aku bisa membantu rencana Nyonya," kata Franky. "Waktu kita tidak banyak, Nyonya. Sebentar lagi Tuan Langit akan kembali ke sini lagi." lanjut Franky. Dia yakin kalau Ayumna memang sedang berpura-pura. Melihat pelupuk mata Ayumna yang bergerak.
Satu menit.
Dua menit.
Tiga menit.
Franky pun dengan setia menunggu Ayumna untuk membuka mata. Lalu di menit kelima, Ayumna membuka matanya dengan sempurna.
Dan benar dugaan Franky sebelumnya, kalau Ayumna memang berpura-pura koma. Dan Nyonya nya yang cerdik itu juga bersengkongkol dengan dokter Bagus dan timnya.
"Kau ternyata jeli juga." dengus Ayumna. Merasa kesal karena tidak bisa mengelabui Franky. Berbeda dengan suaminya dan juga kakaknya. Yang mudah sekali terbawa suasana.
Franky tersenyum lebar saat mendengar kata pertama yang diucapkan oleh Ayumna.
"Karena itu sangatlah mustahil untuk membuat Nyonya koma. Sementara Saya tahu persis dimana Nyonya terluka." balas Franky tersenyum lega.
"Tapi kecelakaan itu cukup membuat janinku terancam, Frank." ucap Ayumna. Lalu mengusap lembut perutnya yang membesar.
Untung saja Ayumna selalu memakai celana khusus yang di bagian perutnya terdapat bahan khusus untuk melindungi kehamilannya dari sebuah benturan. Meskipun itu tidak sepenuhnya bisa menyelamatkannya dari sesuatu yang tidak dapat ia duga pada janinnya.
"Apa Nyonya memakai celana yang saya berikan?" tanya Franky dan Ayumna mengangguk. Franky bisa bernafas lega. Ia sudah menduga kalau ada orang yang mengincar calon penerus dari keluarga Bagaskara dan Natakusuma.
"Apa Nyonya melihat pelaku yang menabrak, Nyonya?" tanya Franky kembali. Dia akan membuat perhitungan kepada orang itu, karena telah berani mengganggu kehidupan majikannya. Bahkan hampir saja membuat nyawa penerus dari dua keluarga yang tidak biasa itu melayang sebelum lahir ke dunia.
"Lalu, apa rencana Nyonya selanjutnya?" tanya Franky lagi. Karena waktu yang mereka miliki untuk berbicara berdua tidaklah banyak.
"Sebarkan berita tentang aku koma. Kalau perlu, angkat ke media. Dan biarkan Kakakku yang kurang peka itu menghubungi orang tuaku. Agar mereka mau kembali menemui putrinya yang sudah lama ditinggalkan ini. Setelah itu, biarkan dia datang untuk menjengukku. Yang harus kamu lakukan, tetaplah awasi keadaan di sekitarku." ucap Ayumna. Ada pancaran kerinduan yang sangat teramat dalam pada orang tuanya.
"Bagaimana dengan Tuan, Nyonya?" mengingat Langit terlihat sangat terpuruk dengan kondisi Ayumna yang koma.
"Jangan beritahu dia. Aku yakin, sebenarnya dia juga mengetahui kalau aku tengah berpura-pura," ucap Ayumna tersenyum geli, saat mengingat Langit tersenyum padanya ketika mencium keningnya tadi. "Harap kau ingat Frank, dia tidaklah bodoh yang mudah dikibulin." ucap Ayumna tertawa. Apalagi melihat wajah Franky yang terdapat luka memar. Ayumna yakin itu pasti karena ulah suaminya.
"Jadi....," kata Franky geram. Ternyata dua majikannya ini sangatlah kompak bersandiwara. Dan Langit pantas mendapatkan piala Oscar untuk bakat akting yang dimilikinya. Pikir Franky.
"Shit!" umpat Franky memukul meja yang ada di sebelahnya. Sementara Ayumna tertawa lalu meminta maaf pada Franky.
"Maafkan aku, Frank. Itu terjadi begitu saja. Awalnya memang Mas Langit menduga aku koma. Kemudian Mas Langit menyadari aku berpura-pura pada saat aku tidak bisa menahan senyumku. Dan dia menyadari itu tanpa kalian tahu." kata Ayumna lalu mencoba untuk duduk, namun dicegah oleh Franky.
"Sebaiknya Nyonya berbaring saja. Pasti perut Nyonya masih terasa kram karena shock," ucap Franky. "Saya akan menjalankan perintah sesuai rencana Nyonya." lanjut Franky.
Tidak berselang lama setelah percakapan mereka dan Ayumna kembali berpura-pura tidur. Langit dan Diana kembali masuk ke ruangan Ayumna dirawat. Lalu Franky pamit untuk berjaga diluar.
Benar-benar patut diberi penghargaan dengan kategori akting yang memukau. Batin Franky melihat Ayumna dan Langit kembali bersandiwara di depan Diana, ibunya Langit.
Aku baik banget kan🤧 Up tiga kali, udah kayak minum sirup aja😂
Baca juga cerita Mas Erlangga dan Yutasha di Suami Cicilan. Ceritanya tidak kalah menarik kok🤧