Touch Me, Hubby

Touch Me, Hubby
Bercerai?



"Aku sudah memberikan pelajaran kecil dengan menandatangani surat ceraiku." begitu santainya Ayumna berkata tanpa memiliki beban.


"WHAT! Kau gila! Bagaimana jika dia menandatangani surat itu?" Marko menggeleng kepala, ia tidak mengerti dengan jalan pikiran seorang wanita.


"Ya sudah, berarti dia memang tidak ada rasa padaku. Dan dia hanya membutuhkan sesorang untuk pelepasannya saja." sifat yang seperti inilah yang tidak disukai Marko pada diri Ayumna.


Temannya itu terlalu menganggap enteng semua masalah. Dan bagaimana jika sampai ada masalah baru yang muncul karena ulahnya itu.


"Apa kalian menggunakan pengaman?" tanya Marko memastikan satu hal yang membuatnya takut jika benar Ayumna bercerai dengan suaminya.


Ayumna nampak mengingat, selama ini ia dan Langit tidak menggunakan apapun. Namun Ayumna tak mempermasalahkan itu. Jika memang ada, dia akan merawatnya sendiri. Toh, masih ada Marko dan...satu orang lagi yang ia percaya.


"Untuk apa?" jawab Ayumna cuek. Ia lebih memilih pindah ke ruang santai yang terdapat telivisi berukuran besar. Lalu menyalakan dan memilah memilih chanel mana yang menarik acaranya untuk ia tonton. Hingga ia menjatuhkan pada drama China, Boss And Me.


Marko begitu geram dengan jawaban Ayumna. Tanpa sadar Marko mengangkat tangannya ke atas dan ingin memukul kepala wanita itu agar jernih otaknya. Namun ia urungkan tatkala mendengar pekikan seseorang yang baru masuk.


"Marko!" pekik seseorang yang baru masuk ke ruangan tersebut. "Berani memukul adikku, aku patahkan tanganmu!" orang itu berjalan dengan cepat ke arah Marko dan Ayumna berada.


"Cih! Adik apaan? Adik yang ditelantarkan." cibir Ayumna tanpa melihat ke arah orang itu.


Ayumna tahu siapa orang yang baru masuk tersebut. Makanya sikapnya berubah menjadi menyebalkan menurut Marko.


Tak ada niatan wanita itu untuk melihat orang yang sekarang sengaja duduk di sampingnya. Dan ada lagi seorang wanita yang mengikuti pria itu masuk ke dalam ruangan ini. Wanita itu berpenampilan anggun nan juga berwajah teduh.


"Ay... Berapa kali Kakak katakan? Kalau Kakak punya alasan tersendiri," Bryan mencoba meraih tangan Ayumna namun segera ditepis oleh wanita keras kepala itu.


Bukan karena tidak mau memaafkan sang kakak, Ayumna hanya tidak menyangka kenapa kakaknya yang baru dia ketahui saat di hari kematian orang tuanya itu, baru menemuinya disaat dia sudah remaja.


Dan orang tuanya dulu tidak memberitahukan bahwa Ayumna mempunyai saudara. Hingga kenyataan itu terungkap, namun hanya tiga orang yang mengetahui itu.


"Kakak tidak akan pergi, sebelum kamu memaafkan Kakak, Ay," Bryan tetap kokoh membujuk sang adik agar luluh.


Casandra menggeleng kepala melihat drama yang tersaji di hadapannya. Sifat keras kepala mereka berdua sangatlah mirip.


Ayumna menatap Bryan dengan sengit. Terlihat tidak ada kata damai di matanya. Dan Bryan memaklumi itu.


"Apa Kakak tau rasanya menjadi diriku?" Ayumna mengalihkan pandangannya dan fokus ke layar televisi. Ia berkata dengan lirih.


"Aku tau, Ay. Kamu pasti merasa sendiri di dunia ini," kata Bryan sambil mencoba meraih kembali tangan Ayumna. Dan kali ini Ayumna membiarkannya.


"Kakak nggak tau! Apa Kakak tau, bagaimana berjuang hidup sendiri setelah kepergian orang tua kita? Apa Kakak tau, bagaimana caraku selalu menghindar dari percobaan pembunuhan terhadapku? Apa Kakak tau, begitu frustasinya diriku mencari keberadaan mereka sendirian? Hah!" Ayumna menumpahkan semua hal yang mengganjal di hati.


Deg!


Bryan terkejut. Percobaan pembunuhan? Mencari mereka? Apa Ayumna tau tentang semua permasalahan ini? Apa dia juga mengalami seperti yang di khawatirkan orang tuanya?


Hayoooo....bantu jawab😂