
DOORR!!!
Suara tembakan yang begitu keras berhasil membuat mereka melongo, tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Papa!" teriak Jesselyn ketika melihat Adi berlumuran datang di sekitar perut.
Adi tersenyum kepada Jesselyn. Kemudian beralih pada Langit yang tengah menahan tubuhnya. Lalu menatap Ayumna dengan rasa penuh penyesalan.
Sedangkan Arya langsung berlari ke arah Adi. Arya memeluk tubuh Adi yang berlumuran darah akibat luka tembak yang dia terima di bagian perut sebelah kiri.
"Ar...," lirih Adi memanggil adiknya.
"Mas jangan banyak bicara dulu. Lebih baik kita segera mengobati luka Mas." kata Arya dengan panik.
Adi tersenyum melihat kekhawatiran yang ada di wajah Arya. Setelah semua kejahatan yang dia perbuat pada keluarga adiknya, Arya tetap bersikap biasa pada Adi. Bahkan tidak menampilkan sikap bencinya pada Adi.
"Ar...aku minta maaf padamu dan keluargamu atas apa yang telah aku lakukan selama ini," lirih Adi. Arya menggelengkan kepalanya. Dia sudah memaafkan Adi, bahkan sebelum Adi meminta maaf.
"Aku sudah memaafkan Kakak. Asal Kakak hidup di jalan yang benar." ucap Arya ingin mengangkat tubuh Adi. Namun Adi menolak.
"Shakki," lirih Adi menatap Shakki. Shakki pun mendekat ke arah kakak iparnya. "Aku minta maaf, telah memisahkanmu dari dari Bryan, dulu." ucap Adi. Dan Shakki mengangguk seraya mengusap air matanya.
Sejujurnya, Adi adalah orang yang baik. Namun dibutakan oleh cinta pada orang yang salah, dia berubah menjadi orang yang jahat. Rela melakukan apa saja demi wanita itu. Meski apa yang dilakukannya melanggar hukum.
"Aku sudah memaafkan Kakak jauh sebelum aku memutuskan untuk kembali ke negara ini." Dirga tersenyum mendengar ucapan Shakki. Inilah sifat Shakki yang di sukai Dirga. Mudah memaafkan orang yang telah berbuat salah kepadanya.
Kemudian Adi meraih tangan Ayumna yang ada di sebelah Langit. Menatapnya sendu, ingin memeluk keponakannya yang cantik itu, namun Adi sadar akan dosa yang selama ini telah ia perbuat.
"Aya tetap sayang sama Paman. Aya juga telah memaafkan Paman." ucap Ayumna disela isak tangisnya.
Adi tersenyum, begitu murah hatinya gadis yang selalu dia gendong dulu sewaktu bayi. Dan diam-diam menyelamatkan nyawa Ayumna dari incaran istrinya sendiri.
"Boleh Paman minta sesuatu?" tanya Adi. Tanpa berpikir terlalu lama, Ayumna langsung mengangguki permintaan Adi.
"Paman nitip Jesselyn padamu, Ay. Jadikan dia saudaramu. Meski pernah terjadi masalah diantara kalian, dulu. Maafkan kesalahannya demi Paman," suara Adi semakin lirih seraya tangannya memegang di bagian perutnya. Jesselyn semakin terisak melihat keadaan Adi.
Sementara itu, Eva sudah diringkus oleh Samuel dan Bryan. Bryan akan menyerahkan Eva pada polisi yang bersiaga di loby rumah sakit ini. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dengan diikuti Devan di belakang mereka.
"Dokter!" panggil Arya panik. Dia tidak kuasa melihat kakak satu-satunya itu terkulai lemah tak berdaya di hadapannya.
"Papa kenapa teriak? Ada aku di sini!" sebelumnya suasana yang menegangkan, kini berubah menjadi konyol seketika.
"Papa memanggil dokter, Sayang," ucap Arya tanpa merasa ada yang salah.
"Putrimu ini juga seorang dokter, Pa. Kalau Papa tidak tau." kesal Ayumna. Tangannya terampil memberi pertolongan pertama pada luka Adi, dengan peralatan yang dibawakan oleh Franky.
"Maaf, Sayang. Papa lupa," Arya begitu senang bisa melihat wajah kesal putrinya lagi.
Kemudian Adi segera mendapatkan penanganan dari tim medis rumah sakit yang di tempati Ayumna. Sementara itu, Arya dan para lelaki lainnya menyusul Eva ke kantor polisi, untuk memberikan kesaksian mereka. Kecuali Samuel dan Franky yang ditugaskan untuk tetap tinggal di rumah sakit. Menghalau kejadian yang tidak diinginkan.
Akhirnya...Aku mabok🤣
Hari ini aku gila Up🤧😂