Touch Me, Hubby

Touch Me, Hubby
Cemburu



"Touch me, Mas!" pinta Ayumna dengan suara serak lalu mengecup singkat bibir Langit.


Di dalam hati Langit bersorak bahagia, Karena umpannya di tanggapi. Namun ia tetap harus menahan, memastikan perasaan Ayumna terlebih dahulu padanya.


Langit tidak mau Ayumna menyesali apa yang mereka lakukan malam ini, nantinya. Ia ingin Ayumna menyerahkan dirinya atas kemauan serta benih cinta yang sudah muncul di hati Ayumna.


Seperti halnya dengan dirinya, benih cinta yang entah sejak kapan bertumbuh di hatinya pada istrinya itu. Yang kian hari kian bertambah besar. Dan Langit sudah membuktikan bahwa rasa yang tumbuh di hatinya itu adalah rasa cinta pada istrinya. Bukan rasa tanggung jawab serta ingin melindungi saja.


Ia merasa cemburu, saat Ayumna bercerita tentang kegiatannya menangani pasien laki-laki dan kemudian memberinya seikat bunga. Dan lagi, saat Ayumna bercerita tentang kedekatannya dengan sahabat sekaligus seniornya di kampus dulu, Dokter Lucas.


Langit juga tidak ingin membagi pemandangan tubuh Ayumna yang terlihat seksi, saat Ayumna mengenakan pakaian kasualnya. Dengan gaya berpakaian Ayumna yang sering menggunakan celana panjang jeans yang ketat, serta di padukan dengan kaos yang begitu pas melekat di tubuh indahnya. Sehingga terlihatlah dengan sangat jelas, lekuk tubuh Ayumna bak gitar Spanyol tersebut.


"Apa kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan, Ay?" Langit menatap lekat netra coklat Ayumna sembari menarik pinggang Ayumna, sehingga lebih dekat bahkan kulit mereka yang polos itu saling menempel.


Ayumna terdiam sejenak. Merasakan tubuhnya kembali meremang di saat benda keras milik Langit kembali menekan perutnya. Otaknya ingin menolak semua rasa ini. Namun, bibir dan tubuh lainnya berkata lain.


Ayumna mengangkat tangannya, membelai lembut wajah Langit. Dari dahi, turun ke mata, lalu hidung mancung Langit. Kemudian mengusap lembut rahang tegas milik suaminya itu. Dan yang terakhir, mengusap lembut bibir tipis Langit dengan ibu jarinya.


Setiap sentuhan jemari Ayumna pada wajahnya, menghasilkan desiran aneh di hati Langit. Serta menggelitik geli di bagian pusat perutnya. Langit menatap Ayumna dengan tatapan yang sulit di artikan. Namun, seolah ingin memangsa buruannya sekarang ini juga.


Langit juga mengucapkan konsekuensi apa yang akan Ayumna hadapi nanti bila mereka benar-benar melakukan nya.


"Bukannya kamu ingin meraih cintamu lagi, Ay?" lanjut Langit. Hatinya terasa sakit saat mengucapkan kalimat tersebut.


Ayumna tidak mengidahkan semua kalimat demi kalimat yang Langit sampaikan. Ia kini tengah sibuk memutar mutarkan jari telunjuknya di dada Langit. Menggambarkan simbol-simbol abstrak, yang membuat Langit semakin geram karena harus menahan sesuatu yang bergejolak di tubuhnya.


Karena masih tidak mendapat jawaban dari Ayumna, Langit menahan pergelangan tangan Ayumna serta menatapnya tajam. Seolah olah meminta jawaban secepatnya dari istri nakalnya itu. "Ay ....!" geram Langit.


Sedangkan Ayumna yang di tatap seperti itu, menarik sudut bibirnya. Mengukir sebuah senyuman yang sangat menawan dan mempesona bagi Langit. Shit! Langit pun mengumpat, lalu segera menerkam bibir itu.


Namun di saat yang bersamaan, Ayumna menahan bibir Langit. Membuat Langit semakin frustasi, karena dirinya kembali di permainkan oleh istri nakalnya itu. Yang selalu menggoda dirinya, melambungkan angannya lalu menghempaskan nya dengan begitu mudah.


"Mas ....," akhirnya Ayumna membuka suara, setelah berdiam terlalu lama. "Memang pernikahan kita tidak di dasari dengan rasa cinta. Bahkan aku saat itu masih menjalin hubungan dengan pria lain. Begitu pun dengan dirimu yang juga mempunyai kekasih. Apalagi pernikahan kita terlaksana karena suatu kesalahan. Namun, percayalah! Setelah kamu mengucapkan ikrar suci dengan sang Pencipta ku, di saat itulah aku tulus menerima pernikahan ini. Aku menerima kamu sebagai suamiku dan aku dengan ikhlas akan patuh padamu, suamiku. Adapun di saat kamu membuat surat perjanjian, aku hanya mengikuti permainanmu, Mas. Karena aku sudah bertekad saat itu, kalau aku akan membuatmu tak mampu berpaling lagi dariku, Mas," terang Ayumna lalu mengecup bibir suaminya sedikit lebih lama.


Jangan lupa, like di setiap part, ya😉