Touch Me, Hubby

Touch Me, Hubby
Lahirnya Pewaris



Semua orang menunggu dengan begitu gelisah menanti kelahiran cucu pertama dari keluarga Natakusuma dan Bagaskara.


Terlihat Arya dan Dion mondar-mandir di depan ruang bersalin Ayumna. Sementara Shakki dan Diana duduk bersebelahan, memanjatkan doa untuk Ayumna agar diperlancar proses persalinannya.


Sementara itu Bryan masih shock. Baru kali ini dia melihat orang yang kesakitan akan melahirkan. Terlebih lagi orang itu adalah adiknya sendiri. Bryan takut jika terjadi hal yang tidak diinginkan.


Dirga menepuk pelan pundak Bryan, mencoba menyuruhnya agar tenang. "Semua akan baik-baik saja. Dia kuat seperti Shakki, dulu." ucap Dirga mencoba menenangkan anak angkatnya itu.


Samuel dan Franky yang juga datang ke rumah sakit, menunggu dengan cemas akan kelahiran tuan muda mereka. Dan mereka dapat memastikan tuan muda mereka kelak, akan lebih merepotkan dari nyonya-nya dan lebih menyeramkan dari tuan mereka.


Selang beberapa jam mereka menunggu dengan cemas, dan khawatir akan keadaan ibu dan bayi yang mereka tunggu-tunggu selama ini, terlihat dokter yang membantu proses persalinan Ayumna keluar.


Arya dan Dion langsung menghampiri dokter bernamakan Ayu tersebut.


"Bagaimana keadaan Ibu dan bayi-nya, Dok?" tanya Arya dan Dion begitu antusias. Membuat pasangan mereka menggeleng kepala.


Dokter Ayu tersenyum kepada dua pria paruh baya yang baru menyandang gelar sebagai kakek.


"Bapak tenang saja, keadaan ibu dan bayi-nya sehat," ucap dokter Ayu tersenyum ramah. "Dan selamat, kalian mendapat pewaris laki-laki." lanjut dokter Ayu.


Tanpa sadar, Arya dan Dion memeluk dokter Ayu secara bersamaan. Membuat pasangan mereka berdehem dan melotot tajam ke arah mereka. Sementara dokter Ayu tersenyum geli melihat dua sahabat kecilnya itu takut dengan pasangannya. Sangat bertolakbelakang dengan penampilan mereka yang masih bugar meski diusia yang sudah tidak muda lagi.


"Dia sahabat kita, Ma!" kilah dua kakek hot secara bersamaan.


Shakki dan Diana bukannya tidak tahu siapa dokter Ayu, karena mereka juga mengenal sahabat dari para suami mereka.


Sementara disisi lain, Dirga menatap tajam kearah dokter Ayu. Tatapan Dirga sangat sulit diartikan. Dan dokter Ayu menyadari itu. Kemudian dokter Ayu pamit kepada mereka, setelah itu segera pergi menuju ruangannya. Menjauh dari para sahabatnya, terutama dari Dirga. Orang yang paling tidak ingin dia temui.


Samuel dan Franky kaget melihat kondisi Langit yang tidak karuan. Mereka sangat terkejut dengan penampilan tuan mereka yang seperti habis di rampok. Namun, siapa yang berani merampok seorang Langit Bagaskara?


Karena penasaran, akhirnya mereka mendekat ke arah Langit dan mempertanyakan keadaan tuan-nya itu.


"Kau kenapa, Lang?" tanya Samuel penasaran.


"Tidak habis dirampok, kan Tuan?" lanjut Franky yang juga penasaran.


Langit menatap tajam ke arah mereka. Sementara Bryan terkekeh melihat penampilan Langit sekarang. Dan Dirga, entah kemana orang itu yang tiba-tiba menghilang.


"Jika Ayumna melahirkan lagi, kau saja yang menemaninya, Sam," ucap Langit tanpa dipikirkan dulu konsekuensi nya.


Diana yang mendengar perkataan Langit, dia langsung mendekati putra semata wayangnya itu dan memukulnya dengan keras di bagian bahu Langit.


"Enak saja! Kamu yang buat, kamu juga yang harus mengambil konsekuensi nya!" kata Diana melotot tajam ke arah Langit.


Tentu saja Samuel menolak dengan tegas. Dia sekarang mengerti kenapa bisa penampilan Langit menjadi seperti ini. Yang pasti itu adalah ulah nyonya-nya yang susah ditebak.


"Oh, maaf, Tuan. Itu tidak bisa Saya lakukan." tolak Samuel seraya mengarahkan tangannya ke depan. Membuat Langit semakin kesal saja.


Sementara Franky menahan senyumnya setelah mengetahui apa penyebab penampilan Langit yang sangat kacau. Bahkan kaos yang tengah dipakai Langit, robek di bagian bahu sebelah kiri.


"Siapa namanya, Lang?" tanya Dion sembari berebut tempat dengan besannya, Arya.


Jangan lupa berikan dukungan ke cerita ini, dengan cara beri like, gift dan komen. Kalo ada Vote aku juga mau🤧