
Langit berusaha mengejar Ayumna. Namun, ia kehilangan Ayumna karena mobilnya melaju dengan cepat. Lalu ia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit Mahardika. Meski ia sudah berteman dengan Gio, lantas tidak membuat Langit merasa tenang bila Ayumna berpakaian seperti itu dan keluar sendiri tanpa dirinya di sampingnya.
Sementara, Ayumna sudah sampai di area rumah sakit Mahardika. Ia berjalan menuju tempat resepsionis dan bertanya dimana ruangan Derris di rawat. Ayumna tersenyum pada sang resepsionis lalu berjalan menuju tempat yang di tunjuk barusan.
Setelah sampai di depan ruangan Derris di rawat, Ayumna mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum melangkah masuk. Ayumna berjalan mendekat ke tempat Derris terbaring dengan di temani Jesicka di sampingnya.
"Bagaimana kabarmu, Ay?" Jesicka berdiri dan langsung menghambur memeluk Ayumna.
Ayumna tersenyum seraya membalas pelukan Jesicka. Kemudian beralih menatap Derris yang tersenyum kepadanya.
"Aku baik-baik saja, Jes. Kamu sendiri bagaimana? Dan sepertinya Derris lebih baikan?" tanya Ayumna seraya melepas pelukan mereka.
"Alhamdulillah aku sehat, Ay. Dan Derris memang sudah lebih baik lagi."
"Maafkan aku, Ay. Karena aku, kamu harus menggantikan pernikahan Jesicka. Itu semua aku lakukan karena aku tidak mau kehilangan Jesicka. Lebih baik aku mati daripada harus melihat Jesicka menikah dengan laki-laki lain." sahut Derris, mencoba untuk duduk namun di cegah oleh Jesicka.
"Udah, kamu tidur aja. Lagian aku tidak apa-apa kok dengan pernikahan ini. Mungkin ini skenario Tuhan yang sudah di gariskan untukku," Ayumna mencoba menenangkan Derris agar tidak menyalahkan dirinya sendiri.
"Lalu bagaimana dengan Gio, Ay?" Jesicka tahu bahwa Ayumna dan Gio juga saling mencintai. Ia yakin, Ayumna sekarang hanya berpura-pura baik di depan mereka.
"Aku sudah meutuskannya, Jes. Dia juga mengerti kondisi ku saat ini." ucap Ayumna dengan suara yang lirih. Namun, masih bisa di dengar oleh Jesicka dan Derris.
Ayumna hanya tersenyum getir menanggapi pertanyaan Jesicka. Ia tidak mungkin bilang bahwa dia masih mencintai Gio. Dan hatinya juga terasa pedih saat mengingat harus meninggalkan lelaki yang begitu menjaganya. Namun, di satu sisi ia juga tidak mungkin bilang perlakuan Langit terhadapnya begitu lembut akhir-akhir ini. Tidak sedingin waktu pertama kali mereka bertemu.
"Aku bahagia, Jes. Karena berkat dirimu, aku mendapatkan suami yang sama baiknya seperti Gio."
"Jangan berbohong padaku, Ay. Kamu pasti sedang tidak baik-baik saja! Apa perjaka tua itu memperlakukanmu dengan tidak baik? Kalo iya, aku akan bilang pada Papa bahwa kamu tidak bahagia. Papa pasti akan membantu perceraian kalian!" ucap Jesicka seraya tangannya memegang bahu Ayumna. Seakan-akan memberi kekuatan pada sahabatnya itu.
Setelah di beritahukan bahwa dia di jodohkan dengan seseorang, Jesicka selalu menolak untuk bertemu dengan calon suaminya. Ia memberi berbagai alasan pada Hendra. Hingga di hari pernikahannya, Jesicka juga belum sempat melihat betapa sempurnanya seseorang yang bernama Langit Bagaskara.
Jesicka beranggapan, orang yang di jodohkan orang tuanya dengan dirinya adalah orang yang sudah berumur. Makanya dia bisa bilang begitu pada Ayumna. Dia juga merasa bersalah telah menukar kebahagian Ayumna demi bahagianya sendiri.
"Jangan Jes! Aku bahagia dengan pernikahanku. Kamu tahu sendiri, kan? Kalo aku hanya ingin menikah seumur hidup satu kali! Dan aku nggak akan melayangkan gugatan cerai dalam pernikahanku ini. Kecuali Mas Langit sendiri yang menceraikan aku. Aku akan ikhlas menerimanya." suara Ayumna sedikit keras.
"Kamu itu jadi orang baik kok kelewat batas sih, Ay." Jesicka mendesah prustasi tidak paham dengan pemikiran sahabatnya itu.
Sementara, Langit yang mendengar semua perkataan Ayumna, merasa tenang dan senang dengan apa yang ia dengar. Ia benar-benar tidak salah langkah untuk mempertahankan Ayumna dan pernikahannya. Karena ternyata Ayumna juga berpikiran yang sama dengannya.
Jangan lupa, like di setiap part nya, ya🤗