Touch Me, Hubby

Touch Me, Hubby
Terbongkar



"Hai, Sayang. Apa kau menikmati tidurmu dengan nyenyak?" kata Eva tersenyum menyeringai. Tangannya membelai wajah Ayumna yang begitu dia benci dengan jemarinya.


"Aku begitu membencimu karena kau begitu mirip dengan Shakki, wanita sialan yang begitu dicintai oleh Arya. Dan lelaki itu adalah orang yang sangat aku cintai. Seharusnya aku yang mendampinginya, bukan wanita sialan yang merupakan ibumu." lirih Eva.


Mengingat di dalam kamar mandi masih ada seseorang, Eva dengan cepat mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Lalu membuka penutup di ujung jarum benda tersebut.


"Maafkan Bibi, Ay. Kamu harus hilang dari dunia ini, agar Shakki merasakan keterpurukan yang sama dengan apa yang aku alami selama ini." ucap Eva menyuntikkan jarum suntik nya pada selang infus yang terpasang di lengan Ayumna.


Sebenarnya, selang infus itu tidak benar-benar mengalirkan cairan ke tubuh Ayumna. Karena dokter yang bekerjasama dengan Ayumna hanya menempelkan ujung selang tersebut. Tidak menusukkan jarum yang seharusnya terdapat di ujung selang infus itu.


"Tidur lah dengan tenang, Sayang. Dan setelah ini giliran Mama-mu, Shakki." bisik Eva setelah selesai menyuntikkan cairan racun pada selang infus Ayumna.


Tanpa Eva duga, Ayumna tersenyum setelah mendengar ucapannya. Membuat Eva terperanjat kaget tak terkira.


"Ba-bagaimana bisa kau siuman?" ucap Eva mundur dari tempatnya. Wajahnya nampak kaget setengah mati.


"Aku kira kamu begitu cerdik, Bi. Ternyata kamu itu sangat bodoh sekali!" Ayumna tersenyum mengejek pada Eva. Dan itu membuat Eva semakin emosi.


"Apa kau pikir aku bisa koma hanya dengan benturan se-pelan itu?" lagi, Ayumna kembali meremehkan bibinya.


"Kau--"


"Benar. Aku selama ini berpura-pura koma untuk memancingmu keluar. Dan juga memancing orang tuaku agar kembali ke sisiku lagi. Kau tidak menduganya, kan? Kenapa aku bisa mengetahui semua perbuatan busukmu yang telah mengincar kebahagian keluarga kami?" ucap Ayumna dengan tenang.


Lalu Ayumna menurunkan kakinya ke lantai. Melepas semua peralatan medis yang menempel pada tubuhnya. Kemudian berjalan mendekat ke arah Eva yang masih terlihat shock.


Sedangkan di luar ruangan Ayumna dirawat, Langit begitu gelisah menunggu aba-aba dari dalam. Ingin sekali dia menerobos masuk, jika tidak ingat ancaman dari Ayumna yang akan mendiamkannya jika sampai Langit tidak menurut padanya.


Sementara itu, Arya, Shakki, dan Dirga menunggu di loby rumah sakit. Mereka sudah menyiapkan beberapa polisi untuk menangkap Eva.


"Apa Bibi belum menyadari kenapa Papa-ku yang sangat dicintai oleh Bibi itu tidak bisa menerima cinta Bibi?" tanya Ayumna tersenyum sinis. Membuat Eva begitu geram.


"Kau tau apa, hah!" sarkas Eva.


Namun itu tidak membuat Ayumna takut sedikit pun. Dia terlihat begitu tenang dengan wajah cantiknya. Namun terlihat sangat menyebalkan bagi Eva. Karena wajah Ayumna merupakan sebuah duplikat dari Shakki.


"Aku tau segalanya, Bibi-ku Sayang," ujar Ayumna seraya menyentuh lembut dagu Eva. Dengan segera Eva menepis tangan Ayumna dari wajahnya.


"Selama ini Papa diam karena masih memandang Paman Adi sebagai saudara satu-satunya. Berharap suatu saat Paman Adi sadar dan meninggalkan wanita ular seperti Bibi!" geram Ayumna pada Eva.


Karena Eva selama ini telah memanfaatkan cinta tulus dari Adi, paman Ayumna. Dan kecelakaan yang menimpa Ayumna tempo hati itu, memang rencana Eva sendiri. Tanpa sepengetahuan Adi.


Karena dibutakan oleh cinta, Adi tetap membantu Eva, asal Eva tidak meninggalkan dirinya.


"Dan sekarang, giliran Bibi menikmati hari baru Bibi sebagai narapidana." kata Ayumna membuat Eva takut saat mendengar kata penjara. Dia tidak mau hidup terkurung di dalam jeruji besi. Lalu Eva dengan kuat mendorong tubuh Ayumna ke belakang.


Kabor aahhh🏃‍♀️ sebelum di amuk Mak Emak🤣