
"Lalu bagaimana bisa istri saya koma, Dok? Apa Dokter tidak bisa membuatnya sadar lebih cepat lagi?" tanya Langit. Tersirat kesedihan yang teramat sangat dalam.
Dokter Bagus menghela nafas. Antara ingin menyampaikan penyebab pasiennya koma atau tidak. Namun, ia memiliki sebuah kesepakatan dengan seseorang menyangkut keadaan pasiennya.
"Penyebab pasien koma karena kepala pasien mengalami benturan yang sangat keras. Sehingga itu memicu kerusakan pada sebagian saraf otaknya." terang dokter Bagus kemudian.
Emosi Langit memuncak kembali setelah mendengar penyebab Ayumna koma.
"Sam!" panggil Langit pada Samuel yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri. Lalu Samuel menghampiri Langit.
"Aku tau apa yang harus aku lakukan, Lang." ucap Samuel mengerti apa yang akan diperintahkan Langit padanya.
"Lakukan. Jangan biarkan mereka bisa hidup dengan tenang, sementara istriku tidak bisa membuka matanya." geram Langit pada pelaku yang menabrak istrinya.
Sementara itu, Franky merasakan ada yang janggal dengan fakta yang baru dia dengar. Aku harus memastikan semuanya sendiri.
Kini Ayumna dipindahkan ke ruangan VVIP. Langit begitu miris melihat keadaan istrinya yang di penuhi alat-alat bantu untuk menyambung nyawa sang istri. Dan juga alat untuk memenuhi nutrisi bagi calon anaknya.
"Sayang...apa kamu akan terus tidur seperti ini?" lirih Langit begitu pilu. Mengusap lembut tangan Ayumna yang terasa dingin.
Diana yang berada di dalam ruangan yang sama dengan mereka pun tak kuasa menahan air matanya. Menantunya itu selalu bersikap lembut dan ceria jika sedang bersamanya.
"Lang...kamu makan dulu, gih. Biar Mama yang menjaga Ayumna di sini." ucap Diana menepuk pelan bahu putranya. Dan Langit menggelengkan kepala, menolak perintah mamanya.
"Langit ingin menemani Ayumna, Ma." ucap Langit tidak melepas tangannya dari tangan Ayumna.
"Jika kamu tidak makan, terus jatuh sakit. Siapa yang akan menjaga Ayumna, Lang!" bujuk Diana pada putranya yang keras kepala. Tetap tidak mau meninggalkan istrinya yang terbaring lemah.
"Kita makan dulu, biarkan Franky yang menjaga istrimu. Kamu juga butuh istirahat, Lang." ucap Diana.
Yang dikatakan oleh mamanya ada benarnya juga. Lalu Langit beranjak dari duduknya. Namun sebelum itu dia berpamitan pada Ayumna terlebih dulu.
"Sayang, aku tinggal makan dulu ya? Ada Franky yang menemanimu," ucap Langit seraya mengecup lembut kening Ayumna. Kemudian Langit beralih menatap tajam pada Franky. "Jika kau sekali lagi lengah menjaga istriku, akan aku pastikan mengirim kepalamu ke Afrika." ancam Langit. Karena masih geram pada Franky.
Diana menghela nafas. Putranya itu memang sangatlah pendendam jika menyangkut keselamatan orang yang dia sayangi.
Sementara Franky diam, kemudian mengangguk paham. Setelah kepergian Langit dan Diana dan hanya ada dirinya dan Ayumna di dalam ruangan itu, Franky memberanikan diri untuk mendekat ke arah Ayumna berada.
Franky mengamati kondisi Ayumna yang terbaring lemah. Lalu memberanikan diri untuk mengeluarkan apa yang dirasa mengganjal di pikirannya sedari tadi.
"Apa yang Nyonya rencanakan?" pertanyaan yang sedari tadi Franky tahan, akhirnya keluar juga. Akan tetapi, Ayumna tetap tidak merespon.
Seingat Franky, luka di kepala Ayumna tidaklah serius itu sehingga menyebabkan Ayumna koma. Hanya sedikit terbentur ke bahu jalan, kata para saksi yang melihatnya. Namun darah yang keluar dari pangkal kakinya lah yang keluar cukup banyak.
"Aku tahu, Nyonya sedang berpura-pura koma. Tapi aku tidak tahu motif Nyonya melakukan ini semua." ucap Franky masih yakin dengan praduga nya.
Yuhuuuuu aku Publish lagi kan... baik kan akoh😌 Kasih gift yang banyak ya, juga like di setiap part. Agar aku Publish lagi nanti malam😘