Touch Me, Hubby

Touch Me, Hubby
Hukuman



"Aku capek, Mas! Ini sudah yang ke berapa kita melakukannya? Bahkan kamu cuma memberi aku jeda beberapa menit dari semalem." kesal Ayumna.


Memang, mereka melakukan itu mulai dini hari sepulang Langit dari lembur kerjanya.


Saat itu, Langit mendapat kabar dari orang suruhannya kalau Ayumna pergi ke restoran dekat rumah sakit untuk bertemu seseorang. Dan orang itu ternyata laki-laki.


Langit begitu geram melihat foto Ayumna dengan laki-laki itu di ponsel miliknya. Apalagi istrinya itu tidak menghubungi nya terlebih dulu saat ingin bertemu dengan laki-laki. Padahal ia sudah memperingati Ayumna untuk selalu mengirim pesan padanya disaat tiga puluh menit sekali.


Ingin sekali Langit menemui istrinya itu dan menghajar laki-laki yang tengah tersenyum pada istrinya. Namun Langit tidak bisa melakukannya karena kini dirinya tengah rapat dengan para dewan direksi di perusahaan, Bagaskara Corporation.


Kekesalan Langit bertambah karena waktu rapat berjalan begitu sangat lama. Langit menyudahi rapat itu ketika waktu menunjuk pada pukul sembilan malam.


Dengan diantar oleh Samuel, Langit menemui laki-laki yang bertemu dengan istrinya itu tadi sore. Langit menyuruh orangnya untuk menyelidiki laki-laki itu. Sehingga merek bisa bertemu di tempat hiburan malam saat ini.


Bugh!


Langit memberi sebuah pukulan pada wajah laki-laki yang diketahui bernama Diego tersebut. Dan Diego langsung tersungkur.


"Apa maksud lo!" gertak Diego seraya berdiri.


"Apa hubungan lo sama Ayumna?" Langit tak kalah keras saat berucap. Bahkan ia mengangkat tangannya lagi namun ditahan oleh Samuel.


"Dokter Ayumna, maksud lo?" Diego tersenyum saat mengingat sosok Ayumna yang begitu cantik dan juga baik hati.


"Ya!" masih terdengar aura kemarahan di nada Langit. Ia mengepalkan tangannya saat melihat Diego tersenyum mengucap nama istrinya.


"Dia cantik dan juga baik. Aku tertarik padanya." rupanya bendera perang Diego kibarkan pada Langit.


Mata Langit memerah mencoba memperlihatkan kemarahannya. Samuel yang berada di samping Langit hanya bisa meneguk wine yang diberikan oleh bartender di depannya. Kalau sudah begini, atasannya itu tidak bisa diatasi selagi dia belum puas.


Bahkan saat security datang ingin melerai mereka, Samuel mengibaskan tangannya agar jangan mengganggu mereka. Samuel hanya tidak ingin merawat orang lebih banyak lagi karena ulah atasannya itu.


"Berhenti di situ dan jangan ganggu mereka. Aku tak yakin dengan keselamatan nyawamu." tentu saja ucapan Samuel berhasil menghentikan dua orang security tersebut. Mereka bergidik ngeri saat melihat kebuasan Langit.


Setelah dirasa lawannya sudah tidak bisa berkutik, baru Langit melepaskan Diego yang mengalami memar di mana-mana. Bahkan sudut bibirnya robek akibat tonjokan Langit yang begitu keras.


"Aku ingatkan lagi, jangan pernah dekati Ayumna. Dia istriku!" gertak Langit.


Setelah itu Langit menyerahkan Diego pada Samuel tanpa mendengar penjelasan dari Diego terlebih dahulu.


Sesampainya di apartemen, Langit langsung menuju kamarnya. Ia melihat Ayumna yang tengah tertidur pulas. Langit tersenyum, saat mengetahui Ayumna memakai lingerie kesukaan Langit.


Dan tanpa menunggu lama, Langit menerkam Ayumna yang masih tertidur hingga sampai sekarang ini.


"Mas, Ahhh... Aku lelah," rengek Ayumna yang masih setia melayani gairah sang suami.


"Aku belum, Sayang," jawab Langit kembali memacu alurnya lebih cepat sedikit.


"Hah? Kamu gila ya, Mas!" kesal Ayumna. Ia heran kenapa Langit seperti itu. Ayumna juga tidak mengetahui penyebab Langit yang sedikit marah padanya.


"Ini hukuman untukmu, Sayang. Karena kamu telah berani bertemu dengan lelaki lain tanpa memberitahuku dulu." ucap Langit seraya memutar tubuh Ayumna hingga kini berada di atas tubuhnya.


"Aaakhhh...!" desah Ayumna.


Jaga pikiran kalian😌