
Dua hari sudah Langit uring-uringan karena dilarang untuk menemui Ayumna oleh Bryan. Namun, hari ini Langit putuskan untuk menemui istrinya yang sangat ia rindukan dua hari ini. Entah apa reaksi Ayumna nanti saat melihat dirinya. Langit akan menerima konsekuensi itu. Yang terpenting bagi dirinya sekarang adalah bisa melihat Ayumna terlebih dulu.
Tidak sulit bagi Langit untuk menemukan tempat Ayumna berada. Karena sebelumnya ia sudah memantaunya dari orang suruhannya.
Sementara Ayumna terlihat sedang menikmati camilan yang ada di pangkuannya sambil menonton drama kesukaannya. Bryan melarang keras Ayumna untuk berangkat kerja terlebih dahulu.
Bryan menjadi overprotective terhadap Ayumna, apalagi setelah mengetahui kebenaran yang baru terungkap. Bahkan kemarin, Bryan mengirimkan surat pengunduran diri Ayumna ke rumah sakit Prayoga. Sebagai kakak, Bryan tidak mengijinkan Ayumna untuk bekerja lagi. Dan Ayumna hanya bisa pasrah dengan keputusan Bryan. Karena Ayumna juga diancam oleh Bryan jika tidak menurut padanya.
"Aku bantu, Kak," Ayumna menawarkan diri untuk membantu Casandra memasak di dapur. Merasa bosan jika seharian ia tidak melakukan satu kegiatan pun selain menonton televisi dan ngemil.
"Ah, iya." jawab Casandra kemudian memberikan Ayumna sebuah pisau untuk memotong sosis untuk dibuat campuran Capcay.
Saat tangan Ayumna terulur meraih pisau dari Casandra, suara boriton milik Bryan terdengar begitu lantang dari arah belakang mereka.
"Nggak boleh!" pekik Bryan melangkah menuju tempat Ayumna dan Casandra berada.
Ayumna memutar bola matanya dengan malas. Ia sudah bosan dengan sikap kakaknya yang selalu melarangnya untuk melakukan sesuatu hal sekecil apapun.
"Kak...!" rengek Ayumna saat pisau yang tengah dipegangnya di ambil alih oleh Bryan.
"Kamu itu nggak boleh ngapa-ngapain selain duduk manis, Ay. Urusan memasak, Kak Bry bisa membantu Casandra. Kamu nggak boleh terlalu capek. Kamu tau itu kan?" Bryan menuntun Ayumna untuk menjauh dari area dapur.
Dengan terpaksa dan wajah cemberut, Ayumna mengikuti Bryan. Ia merasa jengah dengan sikap kakaknya yang kelewat batas wajar.
"Aku tau itu, Kak! Kalau Kakak lupa, aku ini seorang dokter!" kesal Ayumna menghempaskan tangan Bryan. "Aku lebih tau kondisi ku dan Aku juga lebih tau apa yang harus Aku lakukan, Kak! Aku tuh bosan jika hanya duduk manis seperti yang Kakak inginkan." lanjut Ayumna dengan air mata yang mulai mengalir di pipi mulusnya.
"Aku benci Kakak!" tangis Ayumna pun pecah seketika. Entah karena perubahan hormon dan emosi ibu hamil atau apa yang terjadi pada Ayumna. Dan itu berhasil membuat Bryan bingung harus bersikap seperti apa.
Bryan tidak menyangka perubahan emosi perempuan akan berubah drastis saat mereka hamil.
Setelah Ayumna pingsan dua hari yang lalu, Bryan segera membawa Ayumna ke klinik terdekat. Dan dari sanalah terungkap penyebab kenapa Ayumna bisa pingsan waktu itu.
Dokter menyarankan agar Ayumna beristirahat dengan cukup dan tidak boleh kecapean apa lagi pikirannya sampai stres. Dan dari nasehat itulah tumbuhlah sikap posesif Bryan pada adik satu-satunya. Bryan juga tidak mau jika terjadi apa-apa dengan calon keponakannya.
"Ay...bukan begitu maksud Kakak. Kakak hanya mau yang--" belum sempat menuntaskan perkataannya, namun dengan cepat disergah oleh Ayumna.
"Kalau emang Kak Bryan tidak sayang sama Ay, itu bilang! Bukan malah membatasi ruang gerak Ay, Kak!" entah Ayumna mendapat kesimpulan seperti itu darimana. Bisa-bisanya perhatian yang Bryan berikan pada Ayumna di salah artikan oleh calon ibu muda tersebut. Dan Bryan mencoba memaklumi pemikiran Ayumna.
"Ay...," Bryan mencoba meredakan emosi Ayumna dengan sikap lembut nya. Namun hal yang tak terduga malah Bryan dapatkan.
"Pergi!" teriak Ayumna dengan menangis histeris. Casandra hanya diam saja melihat drama itu. Karena hal ini bukan pertama kalinya terjadi setelah dua hari yang lalu.
Sedangkan Marko begitu kaget, saat baru masuk melihat keadaan Ayumna yang seperti itu. Orang disebelah Marko pun lebih terkejut dan khawatir.
"Ay... Kamu kenapa?" tanya orang itu dengan raut muka yang sangat khawatir.
Siapa yang datang kira-kira? Semoga saja bukan temannya Mas Rendra 🤭