Touch Me, Hubby

Touch Me, Hubby
Aya Lebih Kangen, Ma



Shakki menatap ke arah Langit. Memberi isyarat agar mengajak suaminya dan Bryan keluar dari ruangan ini. Ia ingin melepas rindunya serta memberi pelajaran pada putri kecilnya yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.


Langit paham betul arti tatapan dari ibu mertuanya. Dia bisa mengira bahwa ibu mertuanya itu ingin melepas rindu sekaligus meminta penjelasan pada istrinya.


Lalu Langit berdiri, menghampiri Arya yang masih setia duduk di samping Ayumna seraya tidak melepaskan tangannya pada Ayumna.


"Pa, boleh minta waktunya sebentar?" ucap Langit pelan.


Arya menoleh ke arah Langit lalu mengangguk. Kemudian beranjak dari duduknya dan melangkah keluar dari ruangan tersebut.


Kini di ruangan itu tinggal mereka ber-empat. Ayumna yang tengah berbaring, Shakki yang duduk di samping Ayumna, serta Bryan dan Casandra tengah duduk di sofa yang berada di salah satu sudut ruangan Ayumna dirawat.


"Bry," panggil Shakki. Lalu Bryan datang mendekat ke tempat mamanya berada.


"Iya Ma," jawab Bryan pelan.


"Tolong belikan Mama selimut yang nyaman. Malam ini Mama ingin menginap di sini. Menemani adikmu," kata Shakki. Sebenarnya ada maksud lain dari Shakki.


"Apa Mama tidak apa-apa ditinggal sendirian?" tanya Bryan yang enggan untuk meninggalkan dua wanita yang dia sayang.


"Tidak apa-apa, Sayang. Lagian juga ada penjaga di luar ruangan ini, kan? Mama pasti aman, Sayang." kata Shakki yang melihat kegelisahan di wajah putranya.


Bryan nampak terdiam sejenak. Kemudian dia mengajak Casandra keluar untuk menemaninya membeli selimut sesuai keinginan mamanya.


Setelah kepergian Bryan, Shakki menatap intens wajah Ayumna. Lalu dia tersenyum geli, karena Ayumna tak kunjung membuka matanya. Padahal di ruangan itu hanya tinggal mereka berdua.


"Kamu tumbuh dengan begitu cantik, Sayang. Dan wajahmu terlalu mirip dengan Mama." kata Shakki. Tangannya menyibakkan anak rambut yang menutupi sebagian pelipis Ayumna.


Ayumna menitihkan air mata saat mendengar ucapan mamanya. Ayumna begitu merindukan sosok mamanya itu. Sangat sangat rindu bahkan.


"Mama tau apa yang kamu rasakan, Sayang. Maka dari itu, bukalah matamu jika tidak ingin Mama pergi lagi," ujar Shakki mencoba memancing Ayumna agar membuka matanya terlebih dulu. Namun Ayumna tetap menutup matanya dengan rapat.


Gemas melihat sikap Ayumna yang keras kepala, Shakki tidak tahan untuk tidak menarik hidung mancung milik sang putri.


"Jangan kamu pikir Mama tidak tau kamu hanya pura-pura, Sayang!" gemas Shakki menarik gemas hidung Ayumna. Membuat empunya merasakan sakit di ujung hidungnya.


"Kenapa Mama susah banget untuk dibohongin, sih!" kesal Ayumna. Akhirnya dia menyerah di hadapan mamanya dan membuka matanya.


Shakki terkekeh melihat kekesalan Ayumna terhadap dirinya. Lalu menarik pelan tubuh Ayumna kemudian memeluknya dengan erat. Namun tetap memberikan ruang untuk perut Ayumna yang membesar. Agar tidak membuat janin yang ad adi dalam kandungan Ayumna merasa tidak nyaman.


"Mama kangen, Sayang," lirih Shakki. Buliran air mata pun lolos dari sudut matanya.


"Aya lebih kangen, Ma." ucap Ayumna. Ia meluapkan semua emosinya selama ini yang telah lama dia pendam.


Ayumna menangis sesenggukan di pelukan mamanya. Sosok mama yang telah lama tidak berada di sampingnya. Sosok mama yang selalu membuatkan bekal untuk ia bawa ke sekolah.


Setelah puas meluapkan emosinya masing-masing. Shakki memegang wajah Ayumna dengan kedua telapak tangannya. Membasuh sisa air mata yang membasahi pipi putrinya.


"Sekarang, ceritakan pada mama. Apa maksud dari semua ini? Sebelum Papa-mu kembali. Kamu tidak ingin Papa dan Bryan tahu, kan?" tanya Shakki yang mengerti tabiat putrinya.


Ayumna mengangguk kemudian menceritakan apa yang dia dan Langit rencanakan. Juga memberitahu mamanya siapa saja orang yang mengetahui jika dirinya sedang berpura-pura koma.


Shakki sempat kaget mendengar apa yang diceritakan oleh putrinya. Namun dia tahu alasan orang tersebut kenapa ingin mencelakai Ayumna.


"Kamu tenang saja, Sayang. Mama akan membantu rencana mu ini dan menangkap dia dengan bukti-bukti yang ada. Kemudian menjeratnya dengan hukum yang berlaku." ucap Shakki membuat senyum di bibir Ayumna merekah.


Dukung terus cerita ini. Dengan cara berikan like, gift dan komen. Kalau ada vote juga nggak papa🤭