Touch Me, Hubby

Touch Me, Hubby
Menahan Rindu



"Yakin tidak cemburu?" Bryan mencoba memastikan sekali lagi. Harusnya jika ada orang yang melihat foto pasangannya dengan wanita lain, itu wajarnya marah. "Kamu tidak mencintai suamimu?" tanya Bryan lagi.


Ayumna terdiam memikirkan pertanyaan dari kakaknya. Apa rasa khawatir itu bisa dinamakan cinta? Apa rasa kesal saat melihat pasangan kita dengan perempuan lain adalah cinta? Sementara aku tahu, apa yang terjadi sesungguhnya tidaklah sama dengan apa yang ada di dalam foto tersebut.


Ayumna memikirkan jawaban tentang semua pertanyaannya sendiri. Hingga ia sendiri juga merasa pusing. Kepalanya terasa berat.


"Entahlah, Kak. Aku sendiri juga tidak tau. Yang aku rasakan sekarang, aku tidak mau melihatnya menyentuh perempuan lain. Meskipun itu hanya berniat menolongnya saja. Rasanya ingin marah aja." ucap Ayumna seraya memegang kepalanya yang tiba-tiba saja terasa pusing.


Bryan sedikit panik saat ketika melihat perubahan air muka Ayumna. Wajah Ayumna terlihat agak pucat sekarang. Apalagi Ayumna seperti menahan sesuatu yang amat sakit.


"Kamu kenapa Ay?" tanya Bryan khawatir seraya berdiri dan juga ikut memegang kepala Ayumna. Bryan panik karena ketika menyentuh kening Ayumna yang terasa sangat panas. "Kamu panas, Ay!" panik Bryan.


"Aku nggak apa-apa Kak." kata Ayumna kemudian berdiri. Berniat untuk pergi ke kamarnya yang ada di bagian ujung ruangan tersebut.


Namun belum sempat Ayumna melangkah lebih jauh, tiba-tiba saja tubuhnya terasa lemas tak bertenaga.


Bruk!


Ayumna tergeletak di lantai. Dan Bryan langsung menghampiri Ayumna yang tidak jauh dari tempatnya.


"Ay!" teriak Bryan. Ia langsung mengangkat tubuh Ayumna yang terkulai lemas. Dan membawanya ke salah satu sofa panjang yang ada di sana.


"Marko! Casandra!" teriak Bryan dengan sangat kencang. Dengan raut muka yang sangat khawatir, tangannya mengusap lembut pipi Ayumna.


"Kamu kenapa Ay... Kita baru bertemu lagi. Jangan buat kakak menyesal nantinya," tak terasa air mata Bryan jatuh mengaliri pipi dengan sedikit jambang yang tumbuh di rahangnya.


Langit mendesah dikala ia harus bisa menahan diri untuk tidak menemui Ayumna sekarang. Ia ingin segera menyelesaikan kesalahpahaman yang ada.


"Aargghh!" Langit frustasi antara ia menemui istrinya sekarang atau tidak.


Samuel yang berada di dekatnya, kemudian melangkah mendekat ke arah Langit.


"Lebih baik beri Nyonya waktu dulu, Tuan. Mungkin ini terasa berat baginya." nasehat Samuel yang mengetahui semuanya dari awal.


"Tapi aku khawatir sama keadaan Ayumna, Sam. Dia hanya terlihat tegar diluar saja. Sebenarnya dia sangatlah rapuh. Aku ingin ada di sampingnya sekarang." jawab Langit sambil mengusap kasar wajahnya.


"Tapi Nyonya juga salah paham tentang foto Tuan dengan Nona Jesselyn. Jika Tuan ke sana sekarang, itu akan memperburuk keadaan," ingat Samuel. "Tapi kalau memang Tuan ingin menerima konsekuensi itu, silahkan." lanjut Samuel.


Melihat Langit dengan perempuan lain saja, membuat Ayumna melayangkan gugatan surat cerai. Apalagi jika Langit menemui Ayumna sekarang?


Langit tampak memikirkan perkataan Samuel. Ia mengingat suatu kejadian disaat Ayumna marah padanya karena Langit lupa memakai dasi yang disiapkan oleh Ayumna. Dan alhasil semua dasi milik Langit dibakar oleh Ayumna. Dan itu tanpa sepengetahuan Langit. Hanya Franky yang tahu itu. Karena Franky ditugaskan untuk menjaga Ayumna dari jauh.


Lebih baik aku menahan diri, daripada aku menerima sesuatu diluar logika ku. Ucap Langit di dalam hati.


Seorang Langit yang tegas dan tidak mau dibantah, berubah menjadi seekor kucing yang penurut jika berhadapan dengan Ayumna. Akhirnya Langit memilih untuk menahan rindu. Meskipun kata Mas Rendra rindu itu berat. Karena dia yang sudah mengalami pisah dua tahun dari pasangannya.


Jangan lupa like nya😘