
Di kedalaman hutan.
Yun Fei mengerutkan dahi ketika merasakan aura kekuatan dahsyat dari kejauhan, dan anehnya lagi, Yun Fei merasa tidak asing dengan aura kekuatan yang ia rasakan itu.
Karena penasaran, Yun Fei kemudian mengikuti arah dari datangnya aura kekuatan yang ia rasakan itu, hingga akhirnya, ia sampai di dekat sebuah danau yang cukup luas.
"Siapa gadis itu?"
Yun Fei menatap lekat pada seorang gadis yang tengah berkultivasi di tepi danau. Kecantikan yang dimiliki gadis itu mampu membuat jantung Yun Fei berdetak dengan cepat.
Selain itu, ada hal lain yang membuat Yun Fei mengagumi sosok gadis cantik itu, yaitu kekuatannya yang sangat tinggi, padahal ia yakin jika usia gadis itu sama dengannya.
"Usianya mungkin sama denganku, tapi kekuatannya berbeda jauh denganku."
Sementara itu.
Tanpa Yun Fei sadari, keberadaannya telah diketahui oleh gadis cantik itu, walaupun ia sudah bersembunyi dengan baik, namun sangat mudah bagi gadis itu untuk menemukannya.
"Aku sangat benci dengan penguntit!" Ujar gadis itu, kemudian menghilang dari pandangan.
"Gawat, sepertinya aku ketahuan!"
Yun Fei segera keluar dari persembunyiannya dan pergi dari tempat itu, namun sayangnya, kecepatan yang ia miliki ternyata bisa ditandingi oleh gadis itu.
"Jangan lari kau, sialan!"
Slash.
Energi pedang yang sangat besar melesat kearah Yun Fei, beruntung ia bisa menghindar, kalau tidak, energi pedang itu pasti sudah memotong tubuhnya menjadi dua bagian.
"Cihh, jangan harap bisa lari dariku!"
Wushh.
Gadis cantik itu menciptakan bola api yang sangat besar di telapak tangannya, namun bola api itu tidak berwarna merah seperti api pada umumnya, melainkan berwarna emas.
Dhuaaar!
Ledakan terjadi saat bola api raksasa itu menghantam tubuh Yun Fei, kekuatannya yang sangat dahsyat juga menimbulkan kehancuran yang sangat besar.
Meski begitu, Yun Fei masih berhasil menahan kekuatan yang sangat dahsyat tersebut, tapi ia terpaksa menggunakan kekuatan yang selama ini ia sembunyikan.
"Sial, kekuatannya sungguh luar biasa" gumam Yun Fei seraya menghapus darah yang mengalir di sudut bibirnya.
"Kekuatanmu cukup lumayan untuk seorang penguntit yang tidak tahu diri."
Gadis berparas cantik itu memberikan tatapan yang sangat tajam pada Yun Fei, bahkan Yun Fei bisa merasakan kebencian yang begitu besar dalam tatapannya itu.
"Jangan salah paham, aku tidak bermaksud jahat."
"Kalahkan aku dulu, baru aku bisa percaya padamu" sahut gadis itu, kemudian menciptakan bola api yang lebih besar dari sebelumnya.
"Tidak ada pilihan lain, aku harus melawannya!"
Meski sadar jika dirinya tidak mungkin bisa menang dari gadis itu, namun Yun Fei tetap memilih untuk melawannya, karena kalau tidak, ia hanya akan mati sia-sia.
Wushh.
Aura yang sangat besar terpancar dari tubuh Yun Fei saat dia melepaskan kekuatannya, bersamaan dengan itu, tubuh Yun Fei juga diselimuti oleh petir berwarna merah.
"*Aneh, kenapa aku merasa tidak asing dengan petir merah itu?"
"Entah ini hanya firasat atau bukan, tapi api emas itu terasa tidak asing bagiku*."
Setelah itu, gadis cantik tersebut melempar bola api emas yang ia ciptakan pada Yun Fei. Pada saat yang bersamaan, Yun Fei juga melesat dengan kecepatan tinggi mendekati bola api emas itu.
Ketika jaraknya sudah cukup dekat, Yun Fei kemudian melancarkan serangan dengan kekuatan petir merah miliknya.
Dhuaaar!
Ledakan dahsyat terjadi ketika dua kekuatan itu saling beradu di udara. Namun, karena perbedaan kekuatan yang begitu besar, kekuatan petir merah milik Yun Fei berhasil dilenyapkan dengan mudah.
***
Tidak lama berselang, beberapa orang pria muncul di hadapan gadis itu, kemudian mereka berlutut untuk memberi hormat padanya.
"Nona, maafkan kami, semua ini terjadi karena kecerobohan kami."
"Sudahlah, sebaiknya kita lanjutkan perjalanan, lagipula, kita sudah sangat dekat dengan kota Hufeng."
"Baik, nona!"
***
Sementara itu.
Setelah berhasil melarikan diri dari maut, Yun Fei langsung kembali ke kota Hufeng untuk menyembuhkan dirinya, meski ia berhasil kabur, namun ia juga terluka cukup parah.
Akan tetapi, Yun Fei tidak kembali ke penginapan yang ia sewa, melainkan pergi ke rumah Huo An, karena suasana di sana jauh lebih tenang daripada suasana di penginapan.
"Fei, kau kenapa?"
"Percaya atau tidak, aku baru saja lolos dari cengkeraman Dewi kematian berparas cantik" jawab Yun Fei.
Huo An mengerutkan dahi, ia benar-benar bingung dan tidak mengerti dengan perkataan Yun Fei, "apa maksudmu?"
"Nanti saja aku jelaskan, sekarang aku ingin menyembuhkan luka ini" jawab Yun Fei, kemudian masuk ke dalam rumah.
"Cepatlah, karena aku ingin mengajakmu menemui seseorang."
Yun Fei tidak menyahuti lagi perkataan Huo An, karena sekarang ia tengah fokus bermeditasi untuk menyembuhkan luka dalam yang dideritanya.
Disisi lain.
Rombongan gadis sebelumnya kini telah sampai di istana kerajaan kota Hufeng, dan kedatangan mereka disambut secara langsung oleh raja kota di depan gerbang istana.
"Selamat datang di istanaku, nona Huo. Mari, silahkan duduk" ucap raja kota.
"Fan Chou, aku tidak ingin berbasa-basi, dan tujuanku datang ke sini hanya untuk mengunjungi pamanku."
Meski ucapannya sangat tidak sopan, namun raja kota hanya bisa memaklumi perkataan gadis itu, karena status yang ia miliki jauh lebih tinggi darinya yang hanya seorang raja kota.
Selain itu, ia juga tidak bisa mengabaikan keberadaan empat pria yang datang bersamanya, karena kekuatan yang mereka miliki jauh lebih besar dari kekuatannya ataupun para bawahannya.
Setelah menunggu cukup lama, orang yang dimaksud akhirnya tiba di istana kerajaan, dia adalah Huo An yang selama ini berteman dengan Yun Fei, bahkan sudah dianggap sebagai kakaknya sendiri.
"Paman, aku sangat merindukanmu" gadis itu bergegas menghampiri Huo An dan langsung memeluknya.
"Maaf, paman tidak sempat pulang untuk mengunjungimu."
Sementara itu, Yun Fei malah nampak kaget saat melihat gadis yang kini memeluk Huo An, karena gadis itu adalah gadis yang sebelumnya ia temui di dalam hutan.
"Habislah, aku pasti akan mati."
"Fei, dialah orang yang ingin aku perkenalkan padamu" ucap Huo An setelah melepaskan pelukannya.
"Ling'er, dia adalah Yun Fei, teman paman."
Gadis bernama Huo Ling itu menoleh pada Yun Fei, namun tatapan matanya masih sama seperti sebelumnya, sangat tajam dan memancarkan kebencian yang besar.
"Tidak disangka kita bisa bertemu lagi di sini" ucap Huo Ling.
Yun Fei tersenyum canggung, "aku minta maaf, yang tadi itu hanya salah paham."
"Fei, apa kau sudah mengenal keponakanku?"
"Kami tidak saling mengenal, tapi pernah bertemu sebelumnya" jawab Huo Ling.
"Benarkah?"
"Ah, sekarang aku mengerti, apa dialah yang kau maksud sebagai Dewi kematian berparas cantik sebelumnya?"
Yun Fei tercengang, ia benar-benar tidak menyangka jika Huo An akan mengungkit perkataannya, dan sekarang, situasinya malah semakin buruk untuk dirinya.