
Masalah memang sering membuat suatu hubungan menjadi renggang, namun jika diselesaikan dengan baik, masalah itu justru akan mempererat hubungan tersebut.
Misalnya saja seperti Yun Fei dan Huo Ling, walaupun sebelumnya sempat saling diam cukup lama, namun sekarang, keduanya justru semakin dekat
"Malam semakin larut, apa kau tidak ingin tidur?"
"Sebenarnya aku memang sudah mengantuk, tapi apa kau yakin? Maksudku, apakah tidak apa jika aku tidur duluan?"
Yun Fei tersenyum seraya menggeleng pelan, "tentu saja tidak, lagipula, tidak mungkin aku memaksamu untuk menemaniku sepanjang malam."
"Baiklah, kalau begitu aku tidur duluan" sahut Huo Ling, kemudian turun dari pohon tersebut.
Sebelum benar-benar pergi, Huo Ling menoleh ke arah Yun Fei yang masih duduk di dahan pohon, dan entah mengapa ia merasa seperti tidak ingin meninggalkan Yun Fei.
Namun, ia segera membuang perasaan itu, karena diantara mereka tidak ada hubungan yang spesial. Selain itu, Huo Ling juga tidak ingin terlalu berharap pada Yun Fei.
Sebagai putri dari pemimpin klan, ada peraturan khusus yang dibuat untuk dirinya, yaitu ia dilarang menjalin hubungan dengan orang seperti Yun Fei.
Dengan kata lain, Huo Ling tidak bisa menjalin hubungan dengan sembarangan orang, khususnya orang seperti Yun Fei yang tidak memiliki status apapun.
Selain itu, Huo Ling tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Yun Fei, sehingga menjaga jarak adalah pilihan yang tepat, agar Yun Fei tidak mendapatkan masalah nantinya.
Meski begitu, Huo Ling tidak bisa memungkiri jika dirinya mulai menyukai Yun Fei, karena hanya Yun Fei satu-satunya pemuda yang bisa memberikan kenyamanan padanya.
***
Setelah Huo Ling pergi, salah seorang pengawalnya tiba-tiba saja menghampiri Yun Fei, kemudian ia mengajak Yun Fei berbicara di tempat yang sedikit jauh dari sana.
Tidak hanya itu saja, pria itu bahkan membentuk formasi di sekitar mereka, agar tidak ada seorangpun yang mengetahui ataupun mendengar pembicaraan mereka.
"Katakan, apa tujuanmu mendekati nona?"
"Apa maksudmu, aku tidak memiliki tujuan apapun" jawab Yun Fei.
"Jangan bohong!" ujar pria itu seraya melepaskan aura kekuatannya.
Seketika itu juga, Yun Fei merasa seperti tubuhnya ditimpa oleh sesuatu yang sangat besar, bahkan tekanan itu sampai membuat darah mengalir keluar dari sudut bibirnya.
Tidak hanya itu saja, tekanan tersebut juga memaksa Yun Fei untuk berlutut, namun ia tetap mempertahankan posisi berdirinya walaupun sangat beresiko.
"Dengar baik-baik, jika kau berani mendekati nona lebih dari ini, aku pastikan kau tidak akan berumur panjang!"
Ditengah tekanan yang menimpa tubuhnya, Yun Fei masih bisa tersenyum, "panjang atau tidaknya umur seseorang, bukan kau yang menentukannya!"
"Dasar bocah tidak tahu diri!" ujar pria itu, kemudian melancarkan serangan pada Yun Fei.
Akan tetapi, sesaat sebelum serangan itu mengenainya, Yun Fei tiba-tiba saja menghilang dari pandangan, kemudian ia tiba-tiba saja muncul diluar formasi.
"Aku mungkin kalah dalam kekuatan, tapi tidak dengan kecepatan" ucap Yun Fei.
"Kau hanya beruntung karena berhasil menghindar!"
Pria itu melesat dengan kecepatan tinggi, dan hanya dalam waktu satu tarikan napas, ia telah sampai didepan Yun Fei bahkan telah siap untuk menyerangnya.
Tapi, hal yang sama kembali terjadi, Yun Fei mendadak lenyap dari hadapan pria itu dan langsung muncul di belakangnya.
"Ingin beradu kecepatan?"
Pria itu mendengus kesal, kemudian memutar tubuhnya seraya melayangkan tendangan, namun serangannya hanya mengenai udara kosong.
"Aku disini!" ujar Yun Fei seraya mengayunkan tinjunya, namun ia langsung berhenti saat tinjunya hanya berjarak satu senti dari wajah pria itu.
"Kecepatan macam apa ini?"
"Jika bukan karena menghargai Huo Ling, aku pasti sudah membunuhmu" ucap Yun Fei dengan suara pelan dan tatapan yang sangat tajam.
"Jangan sombong kau, bocah!"
Pengawal itu langsung menghentikan tindakannya saat mendengar suara Huo Ling, lalu ia berbalik dan berlutut pada putri pemimpin klan mereka itu.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Huo Ling.
"Maaf nona, aku hanya..."
"Hanya apa!?"
"Tidak usah marah, aku hanya meminta sedikit bimbingan padanya" sahut Yun Fei.
Huo Ling mengabaikan perkataan Yun Fei, tatapannya masih terfokus pada pengawalnya itu, "pergi atau aku akan membunuhmu!"
"Ba-baik."
Setelah pengawalnya pergi, barulah Huo Ling menghampiri Yun Fei, ia nampak sangat khawatir pada temannya itu, apalagi saat melihat darah yang mengalir di bibirnya.
"Kau baik-baik saja?" tanya Huo Ling sembari menghapus jejak darah di sudut bibir Yun Fei.
"Maafkan aku, seharusnya semua ini tidak terjadi padamu."
"Kenapa harus minta maaf, kau sama sekali tidak salah" sahut Yun Fei.
"Tapi..."
"Sudahlah, lagipula aku baik-baik saja."
"Syukurlah, aku senang mendengarnya" sahut Huo Ling, ia benar-benar lega karena Yun Fei tidak mengalami luka yang begitu berarti.
"Sampai kapan kau mau memegang pipiku?"
Huo Ling langsung tersadar dan menarik tangannya, wajahnya nampak memerah karena malu, bahkan jantungnya tiba-tiba saja berdegup kencang.
"Ma-maaf."
Yun Fei tersenyum, lalu meraih tangan Huo Ling dan menggenggam jemarinya dengan erat, namun tindakannya itu semakin membuat wajah Huo Ling memerah.
"Terima kasih, aku senang karena kau mengkhawatirkan-ku" ucapnya, namun hanya ditanggapi dengan anggukan oleh Huo Ling.
Sementara itu.
Walaupun Huo Ling melepaskan dirinya, namun bukan berarti ia akan berhenti begitu saja, dan sampai kapanpun, ia akan terus mengawasi Yun Fei.
Selain itu, ia juga memiliki tugas khusus yang tidak bisa diabaikan, tugas itu adalah menjaga Huo Ling agar tidak ada pria lain yang mendekatinya.
"Yun Fei, akan ku pastikan kau menerima akibatnya!"
Pria itu kemudian duduk bersila di tanah dan memejamkan matanya, setelah itu, ia langsung menghubungi tuan muda keluarga awan melalui telepati.
Sama halnya dengan klan api suci, klan awan atau yang biasanya disebut klan langit cerah, juga merupakan salah satu klan kuno yang ada di benua Huangwu ini.
Meski sesama klan kuno, namun kekuatan klan api suci masih kalah dari kekuatan klan awan, dan hubungan kedua klan ini juga jauh dari kata baik.
Namun, baru-baru ini, pemimpin klan awan memberikan sebuah perjanjian damai, dengan syarat kedua anak mereka harus di jodohkan.
Sebagai seorang pemimpin, ayah Huo Ling tentu saja memikirkan nasib klan-nya, oleh karena itu, ia menerima perjanjian damai dan juga menerima perjodohan tersebut.
Oleh karena itu, Huo Ling ditugaskan oleh ayahnya untuk menjemput Huo An, karena kehadirannya juga dibutuhkan dalam acara perjodohan itu nantinya.
Disisi lain.
Huo An yang tengah mengawasi semuanya hanya bisa menghela napas panjang, karena ia tahu jika masalah saat ini akan terus berlanjut dan mungkin akan semakin membesar.
"Yun Fei, aku harap kau siap melewati semuanya, karena aku sangat berharap padamu."