The God Of Void

The God Of Void
Chapter 32. Musuh dalam selimut



Esoknya


Setelah mendengar rencana Yun Fei, Huang Liao langsung menuju ke istana untuk menjelaskan hal itu pada Fan Chou, tapi tentunya ia tidak datang sendirian saja.


Setibanya di istana, Huang Liao meminta waktu untuk bicara berdua dengan Fan Chou, karena tidak mungkin ia menyampaikan rencana licik Xue Jing di hadapan mereka semua.


Ada dua alasan yang membuat Huang Liao enggan membicarakannya secara langsung, pertama karena tidak ingin terjadi keributan, yang kedua, ia yakin di istana itu ada mata-mata Xue Jing.


Fan Chou yang paham maksud Huang Liao langsung menyetujui keinginannya itu, kemudian ia mengajak Huang Liao bicara di tempat lain, agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.


"Ada masalah apa?" tanya Fan Chou setelah mereka tiba di halaman belakang istana.


Huang Liao melepaskan kekuatan jiwanya untuk memeriksa keadaan disekitarnya, setelah yakin tidak ada siapapun, barulah ia menjawab pertanyaan Fan Chou.


"Ada masalah penting yang harus kau ketahui."


"Maksudmu?"


Sesaat kemudian, Yun Fei yang telah mengganti identitasnya dengan iblis bertopeng muncul di sana, dan disaat yang bersamaan, Huang Liao langsung menciptakan formasi pelindung.


"Huang Liao, apa maksudnya ini?!"


"Jangan salah paham, aku tidak akan melakukan apapun padamu" jawab Yun Fei.


"Lalu untuk apa kau datang ke sini?!"


"Untuk saat ini, tidak banyak yang bisa aku sampaikan, tapi intinya, Xue Jing ingin menyingkirkan dirimu!"


"Apa?!"


Fan Chou sangat kaget, bahkan tidak bisa percaya pada apa yang baru saja ia dengar dengan telinganya. Terlebih lagi, yang menyampaikan kabar itu adalah sosok iblis bertopeng.


Selain itu, Fan Chou juga yakin jika Xue Jing tidak akan mengkhianati dirinya, karena selama ini, tidak ada perselisihan antara dirinya dengan keluarga Xue, khususnya Xue Jing.


"Apa kau punya buktinya?"


Yun Fei menghela napas panjang, lalu menjelaskan jika dirinya belum memiliki bukti apapun, namun ia juga menjelaskan tentang kerjasama yang ditawarkan oleh Xue Jing padanya.


"Aku tidak bisa percaya begitu saja padamu, kecuali kau memiliki buktinya."


"Kau tenang saja, karena aku akan segera mendapatkan bukti yang kau inginkan itu" sahut Yun Fei.


"Kenapa kau melakukan ini, maksudku..."


"Aku paham rasa curiga-mu itu, terlebih lagi ada kesalahpahaman antara kita sebelumnya."


"Kesalahpahaman?"


"Fan Chou, iblis bertopeng ini adalah teman baikku, kedatangannya ke kota sebelumnya adalah untuk mengunjungi-ku" sahut Huang Liao menjelaskan.


"Lalu kenapa kau menyerang prajurit kota?!"


"Lantas, apa kau menyuruhku diam dan membiarkan mereka membunuhku?"


"Aku tidak peduli kau mau percaya atau tidak, tapi satu hal yang harus kau ketahui, jika aku memang ingin membunuhmu, tidak ada seorangpun yang bisa menghentikan-ku!"


Fan Chou terdiam, meski tidak melihat bagaimana ekspresi Yun Fei karena wajahnya ditutupi topeng, namun ia bisa merasakan keseriusan kata-kata Yun Fei hanya dari sorot matanya.


Selain itu, tatapan mata Yun Fei juga membuatnya merasakan sedikit kengerian dan tanpa ia sadari, kedua tangannya nampak gemetaran karena rasa takut yang ia rasakan.


"Sepertinya dia mengatakan yang sebenarnya."


"Ya sudah, aku pergi!" ujar Yun Fei, kemudian menghilang setelah Huang Liao membuka formasi yang dipasangnya.


"Huang Liao, apa pendapatmu?"


"Aku sarankan kau percaya pada iblis bertopeng."


"Apa karena dia temanmu?"


Huang Liao menggelengkan kepalanya, "karena masalah ini, akan menentukan nasib kota Hufeng kedepannya."


"Hah" Fan Chou menghela napas panjang, "aku akan mencoba untuk percaya padanya."


"Itu lebih baik" sahut Huang Liao, kemudian meninggalkan istana kerajaan dan kembali ke rumah lelang Phoenix.


Setelah Huang Liao pergi, Fan Chou kemudian memanggil dua bawahan yang paling ia percayai, lalu ia memerintahkan mereka berdua untuk memata-matai keluarga Xue.


"Jika perkataannya memang benar, berarti aku harus melenyapkan keluarga Xue" gumam Fan Chou, lalu kembali ke istana.


***


Setelah meninggalkan istana, Yun Fei langsung pergi ke hutan untuk berkultivasi, karena masalah yang akan ia hadapi setelah ini, butuh kekuatan yang lebih besar lagi.


Untuk saat ini, kekutan Yun Fei memang sudah lumayan besar, apalagi untuk pemuda seumuran dirinya. Namun, kekuatannya masih sangat jauh bila dibandingkan dengan kekasihnya.


Huo Ling, juga merupakan salah satu alasan kenapa Yun Fei ingin menjadi kuat secepatnya, karena dirinya tidak hanya ingin menjadi pendamping, tapi juga pelindung untuk kekasihnya itu.


"Sepertinya tempat ini lumayan nyaman" gumam Yun Fei setelah menemukan tempat yang menurutnya cocok untuk berkultivasi.


"Huo Ling, tunggu aku!"


Kemudian Yun Fei mengeluarkan setengah dari jumlah kristal energi yang ia dapatkan di Dunia Kuno, lalu setelah itu, Yun Fei duduk bersila dan mulai menyerap energi dari kristal tersebut.


Alam bawah sadar Yun Fei.


Saat tubuhnya menyerap energi dari kristal energi, Yun Fei masuk ke alam bawah sadarnya, lalu melatih semua kemampuan bertarungnya dengan melawan bayangannya sendiri.


Tidak hanya itu saja, Yun Fei juga melatih semua teknik dan jurus yang telah ia pelajari selama ini, dan juga memperdalam pemanahan mengenai kekuatan petir merah.


Walaupun dirinya bisa mengendalikan kekuatan petir merah dengan mudah, namun Yun Fei merasa jika dirinya masih belum mengeluarkan potensi penuh kekuatan tersebut.


Oleh karena itu, ia bertekad untuk mempelajari lebih dalam lagi mengenai kekuatan itu dan ia yakin, petir merah itu menyimpan kekuatan yang lebih besar dari perkiraannya.


***


Dua bulan kemudian.


"Yang mulia, keluarga Xue akan bergerak dua hari lagi."


Fan Chou mengangguk pelan, "bagaimana dengan dia? Apa kalian sudah menemukan jejaknya?"


"Beberapa hari terakhir, kami melihatnya datang ke kediaman keluarga Xue, tapi setelah itu dia menghilang entah kemana."


"Sudah coba kalian lacak?"


"Kami berdua sudah mencoba segala cara, tapi iblis bertopeng itu sangat sulit untuk ditemukan."


"Baiklah, kalian boleh pergi, jangan lupa untuk menyampaikan kabar ini pada jendral, agar dia bisa mempersiapkan pasukannya."


"Baik, yang mulia!"


Fan Chou menghela napas panjang seraya menatap cakrawala, ia benar-benar tidak menyangka jika kerajaannya akan jatuh dalam situasi yang tidak pernah ia bayangkan sama sekali.


Bulan lalu, bawahannya menyampaikan kabar yang sangat mengejutkan, meski ia sudah lebih dulu mengetahuinya, namun ia tidak menyangka jika kabar itu memang benar adanya.


"Entah dosa apa yang pernah aku lakukan sampai diriku mendapatkan masalah sebesar ini."


"Kau takut?"


Fan Chou tersentak kaget, "sejak kapan kau di sini?!"


"Beberapa saat yang lalu" jawab Yun Fei.


"Mereka akan menyerang pada malam hari, jadi aku sarankan untuk meningkatkan penjagaan di dalam istana."


"Selain itu, kau juga harus lebih berhati-hati lagi, terutama pada musuh dalam selimut."


"Apa maksudmu?"


"Menurutmu, darimana keluarga Xue mendapatkan banyak informasi jika bukan karena bantuan seseorang di dekatmu?"


Perkataan sang iblis bertopeng kembali membuat Fan Chou kaget, karena tidak menyangka jika disisinya ada pengkhianat lain, yang artinya, ia harus sangat berhati-hati.


"Siapa orangnya?" tanya Fan Chou.


"Kau akan tahu nanti. Dan aku sarankan, sebaiknya kau mengundang Huang Liao ke istana, karena hanya dia yang bisa menjagamu."


"Baiklah, terima kasih atas saran-mu itu, aku pasti akan mengundangnya ke istana."


Yun Fei mengangguk, "kalau bisa, kau panggil dia malam ini juga" ucapnya, kemudian menghilang dari sana.