
Malam harinya.
Karena tidak ada yang bisa ia lakukan, Yun Fei memutuskan untuk berburu hewan spiritual, agar kultivasi-nya bisa meningkat ke level yang lebih tinggi lagi.
Dan saat ini, Yun Fei tengah berada di kedalaman hutan yang cukup jauh dari wilayah klan api suci, karena ia tidak bisa menemukan apapun di sekitar wilayah klan tersebut.
Setelah cukup lama menyusuri hutan, Yun Fei akhirnya merasakan keberadaan hewan spiritual, dan iapun langsung melesat menuju ke tempat hewan itu berada.
"Kekuatan hewan spiritual ini lumayan kuat."
Selesai mengamati kekuatan hewan spiritual itu, Yun Fei kemudian melesat dengan kecepatan tinggi, lalu melancarkan serangan yang tepat mengenai leher hewan tersebut.
Dengan mengandalkan kecepatan dan ketepatan, Yun Fei berhasil membunuhnya hanya dengan satu serangan, lalu setelahnya, ia menyerap kekuatan roh hewan itu.
Alam bawah sadar Yun Fei.
Kejadian yang sama kembali terulang, dimana setiap Yun Fei berkultivasi, ia akan selalu masuk ke alam bawah sadarnya sendiri, dan mempelajari banyak hal di sana.
Kali ini, Yun Fei melihat bayangannya sendiri yang tengah memperagakan sebuah teknik pedang, yaitu teknik yang bernama teknik pedang hampa.
Berbeda dengan kebanyakan teknik pedang yang selama ini ia pelajari, teknik pedang yang diperagakan bayangannya itu, justru tidak membutuhkan pedang sama sekali.
Meski begitu, kekuatan teknik pedang tersebut sangatlah luar biasa, bahkan kekuatannya melebihi kekuatan semua teknik pedang yang ia pelajari selama ini.
"*Sungguh teknik yang luar biasa, dan akan semakin luar biasa lagi jika digabungkan dengan kecepatan."
"Aku jadi penasaran siapa yang telah menciptakan teknik ini*?"
Setelah itu, Yun Fei mulai mengikuti arahan dari bayangannya itu, meski pada awalnya terasa sangat sulit, tapi akhirnya ia tetap berhasil menguasai teknik tersebut.
***
Beberapa jam kemudian, Yun Fei akhirnya berhasil menyerap semua kekuatan roh hewan spiritual itu, dan saat ini, kultivasi-nya berada di ranah Spirit Bumi level tujuh.
Meski sudah meningkat satu level, namun Yun Fei masih belum mau berhenti, ia kemudian melanjutkan perjalanannya untuk memburu hewan spiritual lainnya.
"Groaarrr!"
Langkah Yun Fei terhenti ketika ia mendengar suara raungan yang sangat kencang, bersamaan dengan itu, aura mencekam juga langsung menerpa tubuhnya.
"Kekuatannya benar-benar kuat, sepertinya dia cocok untuk meningkatkan level kultivasi-ku."
Tidak lama berselang, Yun Fei akhirnya menemukan buruannya, yaitu seekor harimau putih dengan kekuatan setara kultivator Spirit Bumi level tujuh.
"Saatnya mencoba teknik baru itu."
Yun Fei melompat ke udara, lalu melancarkan serangan dengan teknik yang baru ia pelajari.
Wushh.
Dhuaaar!
Ledakan terjadi ketika bilah energi menghantam tubuh harimau putih, namun sayangnya, serangan itu tidak terlalu ampuh untuk langsung membunuhnya.
Meski begitu, serangan tersebut sudah cukup untuk membuat harimau putih terluka, meski tidak parah, tapi dampaknya lumayan besar untuk harimau putih.
"Groaarrr!"
Harimau putih nampak murka, kemudian mengibaskan tangannya ke udara, bersamaan dengan itu, tiga bilah energi yang cukup besar langsung melesat kearah Yun Fei.
Slash.
Dhuaaar!
Tiga bilah energi itu berhasil dihindari oleh Yun Fei, sehingga ketiga bilah energi itu hanya menghantam pepohonan yang ada di belakang Yun Fei sebelumnya.
"Kau sangat tidak sabaran, ya?"
Tapi sebelum mengenai dirinya, Yun Fei telah lebih dulu menghilang dari pandangannya, sehingga serangan harimau putih itu hanya mengenai udara kosong.
Detik berikutnya, Yun Fei telah muncul di udara, tepatnya di atas harimau putih, dan disaat yang sama, Yun Fei juga melancarkan serangan kearah harimau tersebut.
Slash.
Dhuaaar!
Ledakan kembali terjadi ketika bilah energi mengenai tubuh harimau putih, dan serangannya kali ini berhasil mendarat tepat di kepala harimau putih tersebut.
"Masih belum!" ujar Yun Fei seraya mengibaskan tangannya lagi.
Seketika itu juga, bilah energi yang jauh lebih besar melesat kearah harimau putih, dan karena sudah terluka, serangan itupun kembali mengenai dirinya.
"Teknik ini sungguh luar biasa" gumam Yun Fei, kemudian menghampiri mayat harimau putih tersebut.
Setelahnya, Yun Fei duduk bersila di samping tubuh harimau putih, lalu memejamkan matanya dan mulai menyerap kekuatan roh hewan spiritual yang berhasil ia bunuh itu.
Tidak lama kemudian, ingatan aneh tiba-tiba saja muncul dalam benaknya, di dalam ingatan itu, Yun Fei melihat seorang pemuda yang memiliki kekuatan petir merah.
Selain pemuda itu, Yun Fei juga melihat seorang gadis yang memiliki kekuatan api emas, yaitu kekuatan api yang sangat mirip dengan kekuatan api milik Huo Ling.
Tapi sayangnya, ingatan itu tiba-tiba saja lenyap, sehingga Yun Fei tidak berhasil mengetahui identitas mereka, meski begitu, ia masih bisa mengingat nama mereka berdua.
***
Wushh.
Boom!
Suara ledakan teredam terdengar dari dalam tubuh Yun Fei, dan suara itu menandakan jika kultivasi Yun Fei telah meningkat lagi ke level yang selanjutnya yaitu level delapan.
"Sepertinya aku harus kembali sekarang."
Meski masih ingin meningkatkan level kekuatannya, namun Yun Fei terpaksa harus mengurungkan niatnya itu, karena matahari akan terbit dalam beberapa jam lagi.
Selain itu, ia juga harus beristirahat dan mempersiapkan dirinya, karena ia yakin, besok akan terjadi masalah besar, jadi dia harus memiliki tenaga ekstra untuk menghadapinya.
***
Suasana di klan api suci nampak lebih ramai dari biasanya, pemimpin serta para petinggi klan nampak berkumpul di depan gerbang, untuk menyambut kedatangan klan awan.
Tidak lama berselang, orang yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, dan selaku pemimpin klan, Huo Ming bergegas maju untuk menyambut kedatangan mereka semua.
"Selamat datang di klan-ku, tuan Yun Hao."
Alih-alih memberikan tanggapan baik, Yun Hao justru hanya menunjukkan senyum remeh pada Huo Ming, bahkan ia terlihat malas menanggapi sapaan ramah itu.
"Aku tidak suka basa-basi, jadi langsung saja ke dalam" ucap Yun Hao.
Huo Ming mengepalkan tinjunya, ia nampak sangat kesal pada Yun Hao, namun ia berusaha menahan dirinya agar tidak menghajar pemimpin klan langit cerah tersebut.
"Baiklah, mari masuk" sahut Huo Ming, kemudian membawa mereka ke aula pertemuan klan.
Setibanya di sana, Huo Ming langsung menyuguhkan makanan dan minuman terbaik, namun lagi-lagi, keramahannya itu malah dibalas dengan tidak baik.
"Dimana putrimu, bukankah seharusnya dia ada di sini untuk menyambut kedatangan calon suaminya?"
"Aku disini" jawab Huo Ling yang tengah berdiri diambang pintu, namun ia tidak sendirian, melainkan bersama Yun Fei.
"Nona Huo, apa tidak sebaiknya pelayanmu itu menunggu di luar saja?" Yun Hao terlihat tidak senang dengan kehadiran Yun Fei.
"Anda salah, tuan Yun, aku bukan pelayannya tapi kekasihnya" jawab Yun Fei dengan suara lantang.