The God Of Void

The God Of Void
Chapter 07. Para pengganggu



Meski sudah berusaha menjelaskan dan meminta waktu untuk sarapan, namun para kultivator itu justru tidak mau memberikan sedikitpun waktu pada Yun Fei, bahkan salah seorang dari mereka langsung menyerangnya.


Yun Fei berhasil menghindar, kemudian pergi meninggalkan penginapan tersebut, tapi bukan karena ia takut pada mereka semua, melainkan hanya tidak ingin pertarungannya nanti malah akan menghancurkan bangunan penginapan.


Setelah berada ditempat yang sedikit luas dan tidak terlalu ramai, Yun Fei akhirnya berhenti dan bersiap-siap untuk menghadapi para kultivator tersebut, karena sejak awal, ia tidak memiliki niat untuk lari dari masalah.


Tidak lama berselang, para kultivator itu akhirnya berhasil menyusul Yun Fei dan langsung mengelilinginya, agar Yun Fei tidak punya jalan untuk melarikan diri lagi. Disaat yang sama, orang-orang di sekitar tempat itu langsung menjauh.


"Bocah, kau tidak punya jalan untuk melarikan diri lagi!"


Yun Fei mengangkat sudut bibirnya, "Siapa yang mau melarikan diri? Aku hanya menunda kematian kalian saja!"


"Hahahaha! Kau lah yang akan mati!" ujar salah seorang dari mereka.


Setelah itu, pria tersebut langsung memerintahkan teman-temannya untuk menyerang Yun Fei, dan karena tidak ingin membuang-buang waktu, mereka pun menyerang Yun Fei bersama-sama.


"Yang paling kuat hanya Spirit Bumi bintang tiga, sepertinya aku tidak butuh waktu lama untuk mengalahkan mereka."


Kultivator yang berada di belakang Yun Fei langsung mengayunkan pedangnya untuk menyerang, namun Yun Fei berhasil menghindar sebelum pedang kultivator itu menyentuh tubuhnya.


Pada saat yang bersamaan, Yun Fei juga melayangkan tendangan dan berhasil mendarat di ulu hati kultivator tersebut, sehingga membuatnya terlempar sangat jauh serta memuntahkan darah segar.


Setelahnya, Yun Fei melompat ke udara dan melayangkan tendangan kearah kultivator yang berada di sisi kiri dan kanannya, dan sebelum mendarat, ia juga melayangkan tinjunya pada kultivator di depannya.


"Cihh, jangan terlalu sombong, bocah!"


Pria kemudian mengarahkan telapak tangan kirinya pada Yun Fei, lalu dari telapak tangannya terpancar energi berwarna merah yang langsung melesat kearah Yun Fei.


Disisi lain, Yun Fei mengumpulkan energi spiritual di tangan kanannya, kemudian menahan lesatan energi spiritual tersebut dengan telapak tangannya.


Dhuaaar!


Ledakan yang cukup besar terjadi ketika lesatan energi itu menghantam telapak tangan Yun Fei, ledakan itu juga menimbulkan debu yang sangat banyak hingga menghalangi pandangan.


"Lumayan" ujar Yun Fei dari dalam kumpulan debu yang beterbangan.


"Sial, kenapa bocah ini belum mati!?"


kesal karena serangannya gagal membunuh Yun Fei, pria itu kemudian melompat tinggi di udara, "Cakar iblis pencabut nyawa!" ujarnya.


Sebuah tangan raksasa dengan cakar yang sangat panjang muncul di udara, disaat yang bersamaan, tekanan intimidasi yang cukup besar juga muncul dan langsung menimpa tubuh Yun Fei.


Namun, tekanan intimidasi itu masih belum bisa menindas Yun Fei, bahkan ia tidak merasakan tekanan apapun ditubuhnya, padahal tekanan itu berhasil menindas teman-teman pria tersebut.


"Ingin mengadu kekuatan? Akan aku layani dengan senang hati!"


Wushh.


Yun Fei kemudian melepaskan aura kekuatannya, lalu ia mengalirkan energi spiritual kedalam tangan kanannya, setelah itu, Yun Fei melayangkan tinjunya ke udara, atau lebih tepatnya ke arah tangan raksasa tersebut.


Sebuah kepalan tinju yang tercipta dari energi spiritual muncul ketika Yun Fei melayangkan pukulannya, kemudian tinju itu melesat dengan kecepatan tinggi dan menghantam tangan raksasa tersebut.


Dhuaaar!


Ledakan yang sangat dahsyat terjadi ketika kedua serangan itu beradu di udara, bahkan dampak dari ledakannya sampai membuat beberapa bangunan di sekitarnya hancur, dan suara ledakan itu menggema di seluruh kota.


"Siapa yang memberi kalian perintah untuk membunuhku?"


Yun Fei mencengkeram erat leher pria tersebut, meski kondisinya sudah sangat parah, namun Yun Fei tidak menghiraukannya sama sekali, karena yang ia inginkan adalah informasi dari pria tersebut.


Dahi Yun Fei berkerut ketika mendengar jawaban pria tersebut, ia mengepalkan tinjunya menahan kekesalan yang kian membesar dalam dadanya.


"Xue Ming, kenapa kau selalu saja mengganggu ketenangan-ku!?"


Setelah melepaskan cengkeramannya, Yun Fei kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.


Pada saat yang bersamaan, pria yang hampir kehilangan kesadarannya itu mengeluarkan giok dari cincin penyimpanannya dan langsung memecahkan giok tersebut.


"Tunggu pembalasanku!"


***


"Fei, ada apa?" tanya Huo An ketika melihat raut wajah Yun Fei yang berbeda dari biasanya.


Yun Fei menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, kemudian menjelaskan apa yang telah ia alami sebelum datang ke rumah Huo An.


"Xue Ming sudah sangat keterlaluan!" ujar Huo An yang turut kesal setelah mendengar penjelasan Yun Fei.


"Fei, kau harus membalas perbuatannya itu!"


"Itulah yang aku rencanakan, tapi sulit bagiku untuk menyentuhnya" sahut Yun Fei.


"Dengar, jika kau tidak bisa melakukannya secara terang-terangan, maka lakukanlah secara diam-diam, yang penting, buat dia merasakan akibat dari perbuatannya ini!"


Yun Fei diam sejenak seraya memikirkan perkataan Huo An, kemudian, ia mengangguk pelan dan setuju untuk menjalankan saran dari Huo An tersebut, bahkan ia sudah menyusun sebuah rencana dalam benaknya.


"Xue Ming, tunggu pembalasanku!"


Sementara itu.


Pertarungan yang sebelumnya terjadi di kota menyebar dengan sangat cepat, raja kota bahkan sudah mengetahui informasi mengenai pelaku dibalik keributan tersebut, selain itu ia juga telah mengirim prajurit kerajaan untuk menangkapnya.


"Xue Ming, sebelum prajurit membawa pemuda itu ke sini, aku ingin memastikan semuanya terlebih dahulu."


"Yang mulia, apa yang hamba katakan semuanya benar, jika yang mulia ingin bukti, hamba akan mendatangkan para korbannya" sahut Xue Ming.


"Baiklah, bawa mereka ke hadapanku!"


Xue Ming mengangguk, kemudian memanggil bawahannya Hong Jun serta orang-orang yang sebelumnya bertarung dengan Yun Fei, lalu setelah itu, Xue Ming meminta mereka menjelaskan semuanya pada raja kota.


Akan tetapi, apa yang mereka jelaskan justru berbanding terbalik dengan kenyataannya, karena dalam penjelasan mereka, Yun Fei lah yang terlebih dahulu menyinggung Xue Ming, bahkan ia sampai melukai Hong Jun.


"Apa kalian berani bersumpah atas kesaksian kalian ini?"


"Tentu saja kami berani, yang mulia!" jawab Hong Jun dan mereka semua serempak.


"Baiklah, aku akan memberi hukuman pada pemuda itu!" ujar raja kota, kemudian meninggalkan singgasananya.


Xue Ming tersenyum puas mendengar keputusan raja kota, ia bahkan sudah tidak sabar untuk melihat Yun Fei dihukum di alun-alun kota, dan pastinya, ia berharap jika hukuman itu adalah hukuman mati.


"Selamat tinggal, bocah kampungan!" gumam Xue Ming, lalu meninggalkan aula singgasana bersama Hong Jun dan para kultivator tersebut.


"Hong Jun, ingat rencana kita, jangan biarkan bocah kampungan itu lolos!"


"Baik, tuan muda" jawab Hong Jun.