The God Of Void

The God Of Void
Chapter 36. Akhir yang buruk



Suasana istana yang awalnya sunyi dan tenang, berubah menjadi heboh karena serangan yang dilakukan oleh keluarga Xue, dan tidak sedikit juga prajurit yang menjadi korban.


Namun, yang membuat Xue Jing dan keluarganya kaget adalah, penyerangan yang seharusnya berjalan mulus, malah menjadi sulit karena pasukan istana ternyata telah menunggu mereka.


Seharusnya, pasukan istana saat ini tengah tertidur lelap, namun mereka malah berada di halaman istana, seolah-olah mereka sudah mengetahui tentang penyerangan tersebut.


Tidak hanya itu saja, Xue Jing juga merasa heran pada iblis bertopeng, padahal kekuatannya sangat luar biasa, namun ia malah terlihat kesulitan menghadapi dua prajurit istana.


"Ada apa ini sebenarnya? Kenapa aku merasa ada pengkhianat diantara kami?" gumam Xue Jing seraya terus melancarkan serangan.


"Tapi siapa? Siapa yang telah berkhianat?"


Semakin keras Xue Jing memikirkan hal itu, semakin sulit pula ia menemukan jawaban dari pertanyaannya itu, karena menemukan pengkhianat itu bukanlah perkara mudah.


Namun, pikirannya saat ini tertuju pada satu orang, yaitu iblis bertopeng. Menurutnya, diantara mereka hanya dialah yang memiliki kemungkinan untuk mengkhianati dirinya.


"Cihh! Apa aku salah karena telah percaya padanya?"


"Kalau itu benar! Maka aku harus membunuhnya dengan tanganku sendiri!"


Setelah itu, Xue Jing membunuh para prajurit yang menghadangnya, kemudian ia melesat kearah Yun Fei dan langsung melancarkan serangan, namun berhasil dihindari oleh Yun Fei.


"Apa yang kau lakukan?!" tanya Yun Fei seolah tidak mengetahui apapun.


"Jangan pura-pura bodoh! Aku sudah mengetahui semuanya!" ujar Xue Jing.


"Hmm... benarkah?"


"Kau! Kenapa kau mengkhianati-ku, sialan?!"


"Tidak ada alasan khusus, karena aku hanya menuruti orang yang memberikan banyak uang padaku!"


"Sialan kau!" ujar Xue Jing, kemudian menyerang Yun Fei.


Akan tetapi, serangan itu malah ditahan oleh seseorang yang tidak lain adalah Huang Liao, "akulah lawan-mu!"


"Huang Liao, apa maksudmu?"


"Apa kau tidak paham? Akulah yang akan menjadi lawan-mu!" Sahut Huang Liao, kemudian melesat maju dan menyerang Xue Jing.


"Fei, selesaikan para prajurit itu!" ucap Huang Liao melalui telepati.


"Tenang saja, aku akan menyelesaikan mereka semua."


Setelah itu, Yun Fei melesat menuju ke arah pasukan keluarga Xue, kemudian mulai membantai mereka satu-persatu.


Slash!


Slash!


Dengan kecepatan dan serangannya yang mematikan, Yun Fei berhasil membantai pasukan keluarga Xue dengan mudah. Selain itu, adanya pasukan istana juga sangat membantu dirinya.


"Patriark, pasukan kita sudah tidak mungkin untuk bertahan lagi!"


"Teruslah bertahan, kita harus memenangkan peperangan ini!" ujar Xue Jing yang masih berhadapan dengan Huang Liao.


Sebenarnya, kondisi Huang Liao juga tidak menguntungkan, karena perbedaan kekuatan antara mereka berdua sangatlah jauh, bahkan, merupakan keberuntungan karena ia bisa bertahan sampai saat ini.


"Cihh! Apa yang harus aku lakukan?"


"Kau harus melawanku!" ujar Yun Fei yang tiba-tiba muncul di hadapan tetua klan Xue itu.


Wushh!


Dhuaaar!


Sebelum pria tua itu sempat bereaksi, Yun Fei sudah lebih dulu mendaratkan tendangan di tubuhnya, yang membuat pria tua itu terlempar hingga menabrak tembok yang mengelilingi istana.


"Akhh!"


Tendangan yang begitu kuat membuat pria tua itu memuntahkan darah, bahkan salah satu tulang rusuknya patah karena tendangan tersebut. Namun, ia segera berdiri dan langsung menyerang Yun Fei.


"Jangan meremehkan aku, bocah sialan!"


"Kau salah paham, aku tidak meremehkan-mu, tapi merendahkan harga dirimu" sahut Yun Fei.


Amarah dan kebencian terpancar dari tatapan mata pria tua itu, "kau! Bersiaplah untuk mati!" ujarnya, lalu melepaskan kekuatannya.


Aura kekuatan yang sangat besar terpancar dari tubuh pria tua tersebut, meski berhasil menindas para prajurit, namun aura itu justru tidak memberikan dampak apapun pada Yun Fei.


Pria itu kemudian melompat tinggi ke udara, lalu mengumpulkan energi spiritualnya diantara kedua telapak tangannya, kemudian membentuk gumpalan bola energi yang besar.


"Matilah!" ujar pria tua itu seraya melancarkan serangannya.


Yun Fei mengangkat sudut bibirnya, lalu mengayunkan pedang di tangan kanannya itu.


Wushh!


Energi pedang yang cukup besar tercipta dari tebasan tersebut, kemudian energi pedang itu melesat dengan kecepatan yang sangat luar biasa.


Slash!


Dengan mudahnya, energi pedang itu membelah gumpalan energi yang diciptakan oleh tetua klan Xue, hingga akhirnya, energi pedang itu juga membelah tubuh pria tua tersebut.


"Satu selesai" gumam Yun Fei, kemudian melanjutkan serangannya.


***


Setengah jam kemudian.


Para prajurit yang menyerang istana kerajaan telah berhasil dibantai oleh Yun Fei dan pasukan istana. Tapi tentunya, yang lebih banyak membantai mereka adalah Yun Fei.


Namun, pembantaian yang ia lakukan justru membuat pasukan istana semakin takut, karena ia membantai mereka pasukan keluarga Xue dengan cara yang sangat mengerikan.


Semua korban Yun Fei tidak ada yang mati dengan kondisi tubuh yang utuh, ada yang kepalanya terpenggal, dan ada pula yang tubuhnya terbelah atau terpotong menjadi dua bagian.


Dengan kengerian yang ia tunjukkan, sudah pasti sosoknya ditakuti oleh merak, bahkan mereka menganggap jika julukan 'iblis bertopeng' bukan hanya sekedar julukan belaka.


"Aku yakin, dia adalah sosok iblis yang sebenarnya."


"Kecilkan suaramu, jangan sampai dia mendengarnya."


"Itu benar, kalau tidak, kita akan berakhir sama seperti mereka semua."


Disisi lain.


Pertarungan antara Huang Liao dan Xue Jing juga telah berakhir, namun Huang Liao tidak langsung membunuh Xue Jing, karena Fan Chou melarangnya untuk membunuh pengkhianat tersebut.


Alasannya hanya ada satu, yaitu Fan Chou ingin mengeksekusi Xue Jing, agar para penduduk mengetahui jika hukuman bagi para pengkhianat hanyalah kematian.


"Urusanku sudah selesai, aku akan pergi sekarang" ucap Yun Fei.


"Apa kau tidak mau menemui yang mulia terlebih dahulu?"


Yun Fei menggeleng pelan, "itu tidak perlu, karena aku sudah mengetahui apa yang akan ia berikan padaku" ucapnya, lalu menghilang dari sana.


Sebelum peperangan dimulai, Yun Fei pernah mendengar pembicaraan Fan Chou dan Huang Liao. Saat itu, Fan Chou mengatakan jika dirinya akan memberikan hadiah untuk Yun Fei.


Namun, Yun Fei tidak menginginkan hadiah tersebut, apalagi hadiah itu adalah sebuah gelar yang menurutnya tidak diperlukan, karena ia tidak ingin terikat dengan kerajaan Hufeng.


Rumah lelang Phoenix.


"Fei, kau mau kemana?" tanya Mei Lien saat melihat Yun Fei membereskan barang-barangnya.


"Aku ingin meninggalkan kota ini."


"Kenapa?"


"Karena urusanku di kota ini sudah selesai dan tidak ada lagi yang bisa aku lakukan di sini."


"Kau ingin menemui kekasihmu?"


Yun Fei mengangguk pelan, "itu salah satunya, tapi untuk saat ini, aku ingin memperkuat diriku terlebih dahulu."


Mei Lien hanya bisa menghela napas panjang, sebenarnya ia tidak ingin membiarkan Yun Fei pergi, namun ia juga tidak ingin mengekang Yun Fei di sana selamanya.


Walaupun dirinya sudah menganggap Yun Fei seperti adiknya sendiri, tapi apapun alasannya, ia tetap tidak bisa menahan Yun Fei, karena ia mengetahui Yun Fei memiliki tujuan sendiri.


"Yasudah, aku tidak akan menahan-mu, tapi saat kau kembali ke sini nanti, jangan lupa untuk mengunjungi kakakmu ini."


"Tentu saja" sahut Yun Fei, kemudian menghilang dari pandangan.