
Wilayah tengah benua Huangwu.
Setelah melakukan perjalanan yang memakan waktu, Yun Fei akhirnya sampai ditempat tujuannya, yaitu salah satu kota yang ada di wilayah tengah benua Huangwu.
Namun, kota tersebut tidak sama seperti kita Hufeng ataupun ibukota kekaisaran timur. Meski sangat ramai, tapi suasana di kota itu terasa sangat mencekam dan jauh dari kata nyaman.
"Wah, suasana disini benar-benar berbeda, ya?"
Satu hal lain yang membedakan kota itu dengan kota-kota lainnya adalah, di kota itu tidak ada yang namanya orang biasa, dengan kata lain, penduduk kota itu semuanya kultivator.
"Hei! Apa kau tidak bisa menggunakan matamu dengan baik?!"
"Apa maksudmu?" tanya Yun Fei.
"Lihat, kau menginjak barang bawaan-ku!"
Yun Fei menoleh ke bawah, memang benar ia menginjak barang bawaan pria itu, namun bukan benar-benar menginjak, melainkan hanya ujung sepatunya saja yang mengenai benda itu.
"Hah," helaan napas panjang keluar dari mulut Yun Fei, "padahal baru sampai, tapi sudah disambut dengan masalah seperti ini."
"Lalu, apa yang kau inginkan?!"
"Serahkan cincin penyimpanan-mu!"
Yun Fei mengangkat sudut bibirnya, "kau mau ini? Silahkan ambil, itupun kalau kau bisa melakukannya!"
"Hahahaha! Kau akan menyesal, bocah!" Ujar pria tersebut, lalu melancarkan serangan kearah Yun Fei.
Dengan gerakan yang sangat cepat, Yun Fei berhasil menepis tinju pria tersebut, bahkan ia juga berhasil mendaratkan tinjunya di wajah pria itu, sehingga membuatnya terpental.
Keributan yang terjadi menarik perhatian orang-orang yang ada di sekitar sana, namun reaksi yang mereka tunjukkan benar-benar jauh dari bayangan Yun Fei.
Biasanya, orang-orang akan menghindar ataupun menjauh dari tempat pertarungan, karena tidak seorangpun ingin terkena dampak dari pertarungan tersebut.
Tapi, yang terjadi di sana justru sebaliknya, alih-alih menghindar atau menjauh, mereka justru mendekat seolah ingin menyaksikan kelanjutan dari pertarungan itu.
"Mau bertaruh?"
"Tentu saja!"
"Aku mempertaruhkan 50 keping emas untuk kekalahan bocah itu."
"Aku ikut."
"Jangan lupakan aku!"
"Kalau begitu, aku akan bertaruh untuk kemenangannya."
"Jadi ini tujuan mereka mendekat? Pantas saja mereka tertarik dengan pertarungan ini."
"Bocah sialan! Aku pasti akan membunuhmu!" ujar pria sebelumnya, lalu kembali melesat kearah Yun Fei.
Pertarungan kembali berlanjut, pria itu langsung mengerahkan semua kemampuan yang ia miliki, dan bisa dilihat jika dirinya benar-benar ingin membunuh Yun Fei.
Satu lagi perbedaan di kota wilayah tengah dengan kota lainnya, di sana mereka bebas bertarung dan saling membunuh, karena tidak ada aturan yang melarang hal tersebut.
Jika ada yang mati dalam pertarungan, maka mayatnya akan dimusnahkan dengan cara dibakar, namun ada juga yang dijadikan umpan oleh kultivator lain saat berburu hewan spiritual.
***
Lain halnya dengan pria itu yang langsung mengerahkan semua kemampuannya, Yun Fei justru terlihat masih santai, ia hanya fokus menghindar ataupun menahan serangan.
Namun, tujuan Yun Fei melakukan hal itu bukan hanya sekedar untuk bertahan saja, tapi ia juga berusaha mencari kelemahan pria yang menjadi lawannya itu.
"Hahaha! Dimana kesombongan-mu yang tadi, bocah?!"
Yun Fei tidak menanggapi, ia masih fokus menghindari serangan lawannya itu, lagipula ia masih belum terkena satu serangan-pun, dan semua serangan pria itu juga bisa dilihatnya dengan jelas.
"*Gaya bertarungnya memang luar biasa, bahkan sangat sulit menemukan celah dalam serangannya."
"Tapi serangan seperti ini masih bisa kulihat dengan sangat jelas*!"
Bagi orang lain, serangan yang dilancarkan oleh pria itu mungkin terlihat luar biasa, namun bagi Yun Fei serangan itu justru bisa diprediksi dengan mudah olehnya.
Ketika pria itu mengayunkan tinjunya, Yun Fei menemukan celah yang hampir mustahil untuk ditemukan. Kemudian, ia menepis serangan itu seraya melancarkan serangan balasan.
Boom!
Pukulan Yun Fei tepat mengenai sasaran dan sekali lagi, pria itu dibuat terlempar olehnya, bahkan pria itu memuntahkan darah segar karena pukulan Yun Fei mengenai kelemahannya.
"Si-sial, pukulannya mengenai luka-ku yang belum sembuh."
"Masih ingin lanjut?" tanya Yun Fei menghampiri pria itu.
"Cihh! Jangan senang dulu hanya karena kau sudah berhasil melukaiku!"
Pria itu berdiri dan langsung menyerang Yun Fei, namun gerakannya sudah jauh lebih lambat dari sebelumnya akibat dampak dari luka yang ia alami.
Dengan gerakannya yang lambat itu, tentunya jauh lebih mudah bagi Yun Fei untuk menghindari serangan pria itu, bahkan Yun Fei terlihat seperti bermain-main dengannya.
"Bersiaplah untuk mati!" ujar Yun Fei, lalu melancarkan serangan ditempat yang sama seperti sebelumnya.
Pria itu kembali terlempar karena serangan Yun Fei, lalu ia mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya. Sesaat kemudian, Yun Fei menghilang dari pandangan.
Slash!
Suara tebasan terdengar dengan jelas dan pada saat yang bersamaan, kepala pria itu terlepas dari tempatnya, lalu diikuti oleh tubuhnya yang terpotong menjadi beberapa bagian.
"Hahaha! Aku suka gaya bocah itu menyelesaikan pertarungan."
"Penampilannya benar-benar tidak mencerminkan keganasannya."
"Penampilan bisa saja menipu dan ini adalah buktinya."
Jika dilihat dari penampilan, memang tidak ada yang percaya jika Yun Fei adalah sosok yang ganas, apalagi umurnya baru menginjak 16 tahun, tentu sulit bagi mereka untuk percaya.
Tapi apapun itu, ia tetap memenangkan pertarungan tersebut, namun tidak semua orang merasa senang dengan kemenangannya itu, apalagi mereka yang kalah taruhan.
***
Setelah mengambil cincin penyimpanan pria yang dihadapinya itu, Yun Fei kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut, lalu pergi mencari restoran untuk mengisi perutnya.
"Kota ini tidak terlalu buruk, mungkin aku akan merasa nyaman jika tinggal disini."
"Kenyamanan hanya ada untuk orang-orang yang kuat."
Yun Fei menghentikan langkahnya, lalu menoleh kearah seseorang yang menyahuti perkataannya, "maaf, apa kita saling kenal?"
Wanita itu menggeleng pelan, "kita memang tidak saling mengenal, tapi aku tertarik untuk mengenalmu."
"Perkenalkan, namaku..." ucapan wanita itu terpotong, karena Yun Fei telah menghilang dari pandangannya.
"Cihh! Tidak ada seorang pria-pun yang bisa lolos dari cengkeraman-ku."
Wanita itu mengepalkan tinjunya, ia benar-benar kesal karena diabaikan oleh Yun Fei. Padahal, selama ini belum pernah ada seorang pria-pun yang mengabaikan dirinya.
***
Sementara itu, Yun Fei yang sebelumnya menghilang dari hadapan wanita itu, kini telah muncul lagi disisi lain kota tersebut, tapi sayangnya, jaraknya malah semakin jauh dari restoran.
"Sial! Sepertinya aku harus mencari restoran yang lain" gumamnya, lalu melanjutkan langkah kakinya lagi.
Tidak lama berselang, Yun Fei akhirnya menemukan restoran lain di kota itu, bahkan bangunan restoran itu jauh lebih besar dan terlihat mewah daripada restoran pertama yang ia temui.
"Akhirnya, aku bisa mengisi perutku yang sudah keroncongan!"
"Selamat datang, Tuan" sapa pelayan restoran dengan ramah.
Yun Fei menanggapi dengan anggukan, "aku ingin mencicipi makanan terbaik yang dimiliki restoran ini."
"Baik Tuan, akan segera saya siapkan."
"Baru kali ini aku melihat seorang kultivator menjadi pelayan" ucap Yun Fei dalam hatinya.