The God Of Void

The God Of Void
Chapter 17. Sebuah tantangan



Suasana di aula pertemuan seketika menjadi hening, semua orang nampak tercengang dan tidak percaya pada pernyataan Yun Fei tersebut.


"Lelucon macam apa ini!?" ujar Yun Hao.


"Huo Ming, tujuanku datang ke sini adalah untuk melamar putrimu, bukannya mau mendengar omong kosong dari sampah itu!" lanjutnya.


"Paman, yang aku katakan itu bukan omong kosong" sahut Yun Fei.


"Apa maksudmu?" Yun Bing ikut bicara, tatapan mata yang tajam ia arahkan pada Yun Fei.


Yun Fei mengangkat sudut bibirnya, kemudian melangkah maju, lalu menjelaskan tentang hubungannya dengan Huo Ling yang baru saja terjalin beberapa jam yang lalu.


Setelah menjelaskan semuanya, Yun Fei kemudian menghampiri Huo Ming, lalu berlutut di depannya seraya meminta restu pada ayah Huo Ling tersebut.


Tidak hanya itu saja, Yun Fei juga menghampiri para paman Huo Ling untuk meminta restu dari mereka, tak terkecuali para petinggi klan api suci yang turut hadir di aula.


Perlakuan Yun Fei itu membuat anggota klan awan bermuka masam, padahal mereka adalah tamu kehormatan, tapi malah Yun Fei yang menjadi pusat perhatian.


"Sudah cukup, aku benar-benar muak dengan omong kosong ini!" ujar Yun Hao.


Yun Fei menoleh, lalu tersenyum pada pria paruh baya itu, "paman, bukankah sudah aku katakan kalau semua ini bukanlah omong kosong?"


"Sampah tidak tahu diri, berani sekali kau bicara lancang pada ayahku!"


"Memangnya kenapa?"


"Kenapa? Tentu saja karena kau tidak pantas, sialan!" ujar Yun Bing, kemudian melesat kearah Yun Fei.


Tidak lama berselang, Yun Bing telah berada di hadapan Yun Fei dan langsung melancarkan serangan. Namun, serangan itu tidak mengenai apapun selain udara kosong.


"Di belakangmu!" ujar Yun Hao memperingati anaknya.


Yun Bing tersentak dan langsung memutar tubuhnya seraya melancarkan tendangan, tapi lagi-lagi, serangan yang ia lakukan hanya mengenai udara kosong.


"Dimana sampah sialan itu?"


"Aku disini" jawab Yun Fei yang telah muncul di belakang Yun Bing.


Yun Bing mengangkat sudut bibirnya dan langsung memutar tubuh, namun ia tidak menemukan siapapun di sana, karena Yun Fei telah menghilang lagi.


Disisi lain.


"Kecepatan macam apa itu? Padahal, tidak ada yang bisa mengalahkan kami dalam hal kecepatan, tapi anak itu, aku bahkan tidak melihat pergerakannya."


Klan awan, atau klan langit cerah memiliki keunggulan dalam hal kecepatan, bahkan setiap anggota mereka di juluki sebagai kultivator tercepat yang pernah ada.


Selain itu, klan langit cerah juga mampu mengendalikan kekuatan petir yang kuat, sehingga semakin mudah bagi mereka untuk bergerak dengan kecepatan luar biasa.


Akan tetapi, hari ini Yun Hao malah melihat seorang pemuda dengan kecepatan yang sangat luar biasa, bahkan ia sampai tidak bisa melihat pergerakan pemuda itu sedikitpun.


"Yun Bing, hentikan!" ujar Yun Hao.


"Kenapa ayah? Apakah ayah mau membiarkan sampah ini begitu saja?"


"Tentu saja tidak, tapi kau tidak akan bisa melawannya" jawab Yun Hao.


"Apa?"


Yun Bing nampak bingung dan tidak percaya pada perkataan ayahnya, bahkan dirinya tidak menyangka jika ayahnya akan mengatakan hal itu padanya.


Padahal, ayahnya itu adalah orang yang selalu berpikir optimis, tapi perkataannya barusan malah berbanding terbalik dengan sikapnya selama ini.


Meski tidak percaya dan tidak terima, namun Yun Bing tidak punya pilihan lain selain mematuhinya, karena ada resiko yang akan ia dapatkan jika berani menolak.


"Huo Ming, aku ingin mendengar penjelasan darimu" ucap Yun Hao setelah anaknya kembali ke sisinya.


"Bukankah semuanya sudah jelas?"


Yun Hao memberikan tatapan tajam pada Huo Ming, "apa kau bermaksud membatalkan perjanjian damai itu?"


Huo Ming menggeleng pelan, "jangan salah paham, aku tidak memiliki maksud apapun."


"Begini saja, bagaimana kalau kita biarkan mereka membuktikan siapa yang pantas untuk bersanding dengan putriku?"


"Maksudmu?"


Huo Ming kemudian menjelaskan jika dirinya ingin mengadakan sebuah pertarungan, namun pertarungan itu akan diadakan satu tahun lagi.


Siapapun dari mereka berdua yang memenangkan pertarungan itu nanti, maka dialah yang akan bersanding dan akan menjadi calon suami untuk Huo Ling.


"Apa kalian setuju?"


"Tidak masalah" jawab Yun Fei tanpa rasa tahu sedikitpun.


"Aku juga tidak takut!" ujar Yun Bing.


"Baiklah, kalau begitu, pertarungannya akan diadakan satu tahun lagi."


Sebenarnya, Huo Ming bisa saja mengadakan pertarungan itu saat itu juga, namun ia mengetahui jika kultivasi Yun Fei masih kalah jauh dibandingkan Yun Bing.


Oleh karena itu, Huo Ming ingin memberikan kesempatan pada Yun Fei, agar ia bisa membuktikan jika dirinya memang pantas untuk bersanding dengan Huo Ling.


Selain itu, waktu satu tahun juga cukup bagi mereka untuk melakukan persiapan, karena ia yakin, klan awan tidak akan diam saja setelah semua kejadian hari ini.


"Baiklah, karena keduanya sudah setuju, maka tidak ada yang bisa aku lakukan lagi."


Yun Hao berdiri dari tempat duduknya, kemudian pergi meninggalkan aula pertemuan tanpa mengatakan apapun lagi, lalu diikuti oleh yang lainnya.


***


"Kau mau kemana, bocah?"


Huo Ming meninggalkan tempat duduknya, "kau begitu berani meminta restu dariku, dan apa kau pikir semuanya akan berakhir begitu saja?"


"Pa-paman, a-aku..."


"Dengar, aku bisa saja merestui hubungan kalian, tapi buktikan kalau kau memang pantas untuk putriku!"


Yun Fei menelan saliva-nya dengan susah payah, karena ada penekanan yang begitu besar dalam perkataan Huo Ming, bahkan tubuhnya bergidik saat menatap mata ayah Huo Ling itu.


"Apa kau bisu?"


"Ba-baik, a-aku tidak akan mengecewakan paman" jawab Yun Fei.


"Bagus, itulah yang aku harapkan."


"Satu lagi, sampai waktu itu tiba, jangan harap untuk bisa menemui putriku, dan kau juga dilarang tinggal di sini!"


Yun Fei tersentak mendengar perkataan Huo Ming, padahal ia baru saja ingin meminta izin untuk tinggal di sana, tapi Huo Ming malah lebih dulu melarangnya.


Meski begitu, Yun Fei tidak merasa kecewa sedikitpun, karena untuk membuktikan dirinya, ia memang harus merelakan beberapa hal, salah satunya adalah berpisah dengan Huo Ling.


Selain itu, semua ini juga demi kebaikan dirinya sendiri, apalagi kekuatannya sekarang masih berada di bawah Huo Ling, sehingga mustahil ia bisa melindunginya.


"Baiklah, aku mengerti" sahut Yun Fei, kemudian menoleh pada Huo Ling, "tapi sebelum pergi, izinkan aku bicara dengannya."


"Tidak masalah!" ujar Huo Ming.


Setelah itu, Yun Fei meninggalkan aula pertemuan bersama Huo Ling, keduanya kemudian pergi ke suatu tempat yang letaknya tidak terlalu jauh dari aula tersebut.


"Sulit dipercaya, kita baru saja bersama dan harus berpisah secepat ini."


Yun Fei tersenyum, "mau bagaimana lagi, aku tidak mungkin menolak keinginan ayahmu."


"Fei, apa kau yakin mau melakukan ini?"


"Jika aku tidak yakin, untuk apa aku mengatakan semua itu di depan mereka?"


"Sudahlah, kau tidak perlu khawatir dan yang harus kau lakukan adalah, bersabar sampai aku kembali."


Huo Ling mengangguk, kemudian menghampiri Yun Fei dan mengecup pipinya, "cepatlah kembali."