
Perkataan Yun Fei tentunya membuat Yun Bing marah, karena dirinya tidak hanya direndahkan oleh Yun Fei, tapi juga direndahkan oleh seseorang yang merupakan suruhannya.
"Kalian benar-benar suka merendahkan orang, ya? Tapi baiklah, akan ku perlihatkan siapa sampah sebenarnya!"
Kemudian, Yun Bing melompat ke atas arena pertarungan dan langsung berdiri di hadapan Yun Fei, tatapan mata yang ia tunjukkan, menyiratkan amarah dan kebencian yang begitu besar.
"Aku tidak peduli apakah kau mau melawan-ku atau tidak, yang jelas aku akan menghancurkan dirimu!"
"Benarkah? Kalau begitu, coba buktikan ucapan-mu itu" sahut Yun Fei.
Yun Bing mengangkat sudut bibirnya, lalu melancarkan serangan secara tiba-tiba. Namun, serangan itu berhasil dihindari dengan sangat mudah oleh Yun Fei.
Karena serangan pertamanya berhasil dihindari, Yun Bing melanjutkan serangan kedua dengan menggunakan kaki kanannya, tapi serangan itu ditahan oleh Yun Fei.
Pada saat yang bersamaan, Yun Fei juga melayangkan tinjunya dan berhasil mendarat tepat di wajah Yun Bing. Akibatnya, pemuda itu terpental hingga terjungkal di lantai arena.
"Masih ingin lanjut?"
Yun Bing menghapus jejak darah yang keluar dari hidungnya, "aku tidak akan berhenti sampai bisa membunuhmu!" ujarnya.
Setelah itu, Yun Bing mengeluarkan sebilah pedang dari cincin penyimpanannya, lalu melesat maju dengan kecepatan tinggi dan langsung menyerang Yun Fei.
Serangan demi serangan terus dilancarkan oleh Yun Bing, namun tidak satupun serangannya yang berhasil mengenai Yun Fei, bahkan serangannya berhasil dihindari dengan mudah.
"Apa kau cuma bisa menghindar?!"
"Tentu saja tidak!" jawab Yun Fei.
Ketika Yun Bing menebaskan pedangnya, Yun Fei menghindar kesamping dan menangkap tangan Yun Bing yang menggenggam pedang, lalu melancarkan serangan dengan tinjunya.
Untuk yang kedua kalinya, serangan Yun Fei kembali mendarat di wajah Yun Bing dan lagi-lagi, Yun Bing kembali terlempar cukup jauh hingga terjungkal di lantai arena.
"Bagaimana sekarang? Apa masih ingin lanjut?" tanya Yun Fei.
Yun Bing tidak menanggapi pertanyaan lawannya, ia langsung berdiri dan memasang kuda-kuda, "tarian pedang petir!" ucapnya.
Klan awan atau yang lebih sering disebut sebagai klan langit cerah, memiliki dan menguasai satu kekuatan yang memiliki daya hancur yang luar biasa, yaitu kekuatan petir.
Selain itu, ada satu teknik terkuat yang hanya bisa digunakan oleh anggota klan langit cerah, yaitu sebuah teknik yang mengkombinasikan jurus pedang dan kekuatan petir.
Dan teknik itu diberi nama sebagai "tarian pedang petir" oleh sang penciptanya, yang tidak lain adalah leluhur dari klan langit cerah itu sendiri.
"Hahaha! Pemuda itu tidak akan bisa selamat!" ujar Yun Hao.
"Aku benci mengakui ini, tapi yang kau katakan itu mungkin ada benarnya" sahut Huo Ming.
"Pemuda malang, padahal dia hanya ingin menyampaikan pesan, tapi malah menjadi korban keganasan teknik itu."
Mereka tentunya sangat yakin jika pemuda bertopeng itu akan mati di tangan Yun Bing, karena siapapun pasti mengetahui bahwa, tidak ada yang selamat dari teknik mematikan itu.
Tapi, keyakinan itu langsung hancur hanya dalam hitungan detik, karena sejak Yun Bing menggunakan teknik terkuat itu, serangannya belum pernah mengenai lawan.
Mau sekuat dan sehebat apapun teknik atau jurus yang dimiliki, tetap tidak akan berguna jika tidak mengenai targetnya, dan pada akhirnya, teknik terhebat itupun akan menjadi sampah.
"Ini tidak mungkin!"
"Bagaimana dia bisa lolos dengan begitu mudah?!"
Sementara itu, di tengah-tengah arena pertarungan.
"Kenapa? Kau kaget melihatku berhasil menghindar?" tanya Yun Fei.
"I-ini tidak mungkin!"
Yun Fei tersenyum dibalik topengnya, lalu mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya, lalu ia melangkah maju dengan perlahan menghampiri Yun Bing yang masih kebingungan.
"Tarian pedang petir adalah teknik yang hebat, karena memiliki kekuatan penghancur yang luar biasa" ucap Yun Fei.
"Tapi, teknik seperti ini tidak pantas digunakan oleh sampah yang tidak memahami apapun mengenai kekuatan petir!"
"Tiga hal" ucap Yun Fei seraya menunjukkan tiga jari tangannya, "pertama kekuatan, kedua kecepatan dan ketiga ketepatan."
"Tiga hal ini adalah dasar dan fondasi dari teknik tarian pedang petir."
"Omong kosong apa yang kau katakan?! Jangan bicara seolah kau memahami teknik keluargaku!"
"Ketenangan dan fokus, dua hal ini adalah kunci utama untuk mencapai kesempurnaan teknik itu."
"Berhentilah bicara omong kosong, sialan!"
Yun Fei menghentikan langkahnya, lalu memasang kuda-kuda, "biar ku tunjukkan, apa itu teknik tarian pedang petir yang sesungguhnya!"
Wushh.
Aura yang sangat besar terpancar dari tubuh Yun Fei, pada saat yang bersamaan, tubuhnya juga diselimuti oleh kekuatan petir merah yang tentunya lebih hebat dari petir biru.
"Tarian pedang petir, gerakan pertama!"
"Yun Bing menghindar!" ujar Yun Hao.
Slash!
Teriakan ayahnya membuat Yun Bing tersentak, namun sebelum dirinya sempat untuk bereaksi, tebasan yang begitu luar biasa cepat telah lebih dulu mendarah di tubuhnya.
Detik berikutnya, tubuh Yun Bing terbelah menjadi dua. Kejadian itu sontak membuat mereka semua kaget, karena tidak menyangka jika Yun Bing akan mati dalam sekali serang.
"Kepa**t sialan! Akan kubunuh kau!"
Yun Hao dan seluruh anggota klan langit cerah melesat kearah Yun Fei, namun pada saat yang bersamaan, Huo Ling yang awalnya hanya duduk diam, juga ikut maju ke atas arena.
"Tidak akan ku biarkan!" ujarnya, lalu melepaskan kekuatan api emas yang begitu dahsyat.
"Huo Ling, apa yang kau lakukan?!"
"Tentu saja menghentikan kalian!" jawab Huo Ling.
"Cihh! Kalau begitu, jangan salahkan aku jika membunuhmu lebih dulu!"
"Yun Hao, jangan sentuh putriku!" ujar Huo Ming, ia tentu tidak bisa diam saat putrinya berada dalam bahaya.
"Kau juga ingin menghentikan-ku?"
"Tidak, aku hanya tidak ingin kau melukai putriku!"
Yun Hao tersenyum sinis, "bunuh mereka semua!" ucapnya.
Wushh.
Tepat saat peperangan akan terjadi, aura kekuatan yang begitu dahsyat tiba-tiba menerpa mereka semua, seketika itu juga, mereka yang ada di sana merasakan penindasan yang begitu dahsyat.
Tidak lama berselang, seseorang muncul di udara seraya mengarahkan tatapan tajam pada mereka semua, dia adalah Lin Xia, pemimpin klan Asura yang menguasai kedua klan tersebut.
"Aku hanya pergi sebentar, tapi kalian sudah berbuat sampai sejauh ini?!"
Semua orang diam, tidak ada satupun yang berani mengeluarkan suara, karena mereka sadar bahwa tidak seorangpun bisa mengalahkan Lin Xia, sekalipun mereka menggabungkan kekuatan.
"Berlutut!" ujar Lin Xia dengan suara tegas.
Satu kata itu berhasil membuat mereka semua berlutut, tidak peduli seberapa keras mereka berusaha untuk melawan, tetap tidak bisa lepas dari kekuatan yang membelenggu diri mereka.
"*Kekuatan apa ini? Kenapa tubuhku tidak bisa digerakkan?"
"Ma-matanya*..."
Dengan usaha yang begitu keras, Yun Fei berhasil mengangkat wajahnya untuk melihat sosok di atasnya itu, namun saat melihat matanya yang memancarkan cahaya ungu, sebuah ingatan aneh malah muncul dalam benaknya.