The God Of Void

The God Of Void
Chapter 21. Informasi



Setelah membunuh ketiga murid sekte pilar suci, Yun Fei tidak langsung kembali ke kota Hufeng, melainkan memilih untuk menetap selama beberapa hari di kedalaman hutan.


Bukan karena dirinya takut menghadapi masalah yang akan datang setelahnya, hanya saja, ia tidak ingin melibatkan orang lain dalam masalahnya itu, khususnya penduduk kota.


Jika dia kembali ke kota, bukan tidak mungkin orang-orang sekte akan datang menyerang, bahkan mungkin akan terjadi peperangan dahsyat antara kedua belah pihak tersebut.


Karena itulah, Yun Fei lebih memilih untuk meninggalkan kota, agar tidak ada orang lain yang terlibat dalam masalahnya itu.


"Pertama keluarga Xue dan sekarang sekte pilar suci, benar-benar merepotkan."


"Tapi siapapun lawannya, aku tidak akan pernah mundur sedikitpun!"


Sejak memutuskan untuk meninggalkan desa, Yun Fei juga sudah mengubah prinsip hidupnya, jika dulu ia selalu diam dan mengalah saat ditindas, maka sekarang ia akan bangkit dan melawan.


Entah ia bisa menghadapi musuhnya atau tidak, yang jelas dia tidak akan pernah mundur atau memutar arah lagi, karena dirinya yang sekarang bukan lagi dirinya yang dulu, yang selalu mengalah pada orang lain.


***


Beberapa hari kemudian.


"Brengs*k! Aku pasti akan membunuhnya dengan tanganku sendiri!"


Tetua ke-tujuh sekte pilar suci benar-benar sangat murka, ia sungguh tidak menyangka jika tiga murid yang ia kirim untuk menyelidiki masalah sebelumnya, malah ikut terbunuh dalam misi itu.


"Tetua ke-tujuh, apa yang membuatmu sangat marah?"


"Patriark, tiga murid yang aku tugaskan juga terbunuh, padahal mereka adalah kultivator ranah spirit bumi" jawab tetua ke-tujuh.


"Sepertinya kita sudah meremehkan kekuatan musuh" sahut Murong Xiao, pemimpin sekte pilar suci.


"Patriark, anda tidak perlu khawatir, aku pasti akan menyelesaikan masalah ini."


Murong Xiao menggeleng pelan, "aku sama sekali tidak khawatir, karena ada masalah yang lebih penting dari masalah itu."


Kemudian, Murong Xiao menjelaskan jika tidak akan lama lagi, gerbang menuju Dunia kuno akan terbuka, jadi yang harus mereka lakukan sekarang adalah, mempersiapkan murid terbaik untuk masuk ke sana.


Dunia Kuno adalah sebuah dunia yang dilindungi semacam formasi khusus, sehingga tidak sembarangan orang bisa masuk ke sana. Selain itu, ada juga waktu tertentu untuk bisa memasuki Dunia Kuno tersebut.


Tidak hanya itu saja, para kultivator yang bisa memasuki Dunia Kuno hanyalah mereka yang kultivasi-nya berada di ranah Spirit langit, sedangkan yang di bawah atau diatasnya, tidak akan bisa masuk ke sana.


"Jadi, apa masalah ini harus kita lupakan begitu saja?"


"Tentu saja tidak, justru inilah saat yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu."


"Maksud, patriark?"


"Kita akan mengirim murid ranah Spirit Bumi terbaik, lalu memerintahkan mereka melenyapkan pembunuh itu" jawab Murong Xiao.


"Tapi bagaimana cara? Maksudku, kita bahkan tidak mengetahui bagaimana wajah pembunuh itu."


"Kita memang tidak mengetahui apa-apa, tapi Xue Ming mengetahuinya" sahut Murong Xiao, lalu menyerahkan selembar kertas pada tetua ke-tujuh.


Tetua ke-tujuh meraih kertas itu dan langsung membukanya. Di sana terdapat gambar wajah Yun Fei dan dibawahnya, ada keterangan yang mengatakan bahwa Yun Fei adalah pembunuh murid sekte.


Selain informasi itu, di dalam kertas tersebut juga dijelaskan mengenai kekuatan Yun Fei, begitupun dengan ranah kultivasi Yun Fei saat ini.


"Sebarkan gambar ini pada seluruh murid yang akan memasuki Dunia Kuno, katakan pada mereka untuk membunuh pria itu saat bertemu dengannya."


"Baik, patriark!"


Setelah itu, tetua ke-tujuh pergi ke tempat murid sekte aliran dalam berada, kemudian memilih murid terbaik di ranah spirit langit, lalu menyampaikan informasi yang ia dapatkan dari Murong Xiao.


"Apa kalian sudah paham?"


"Bagus, kalau begitu persiapkan diri kalian, karena gerbang itu akan terbuka satu Minggu lagi!"


***


Karena situasi yang mulai membaik, Yun Fei akhirnya memutuskan untuk kembali ke kota Hufeng, karena selama beberapa hari terakhir, ia tidak melihat atau menemukan murid dari sekte pilar suci lagi.


Namun untuk berjaga-jaga, ia hanya bisa masuk ke kota secara sembunyi-sembunyi, lalu membeli sebuah topeng untuk menyembunyikan wajahnya, agar tidak ada yang mengenali dirinya.


Di salah satu restoran.


"Apa kalian sudah mendengar kabar yang menyebar akhir-akhir ini?"


"Kabar yang mana?"


"Kabar mengenai gerbang Dunia Kuno yang akan terbuka beberapa hari lagi."


"Tentu saja sudah, karena kabar itu adalah kabar yang paling ditunggu-tunggu oleh semua kultivator."


Kabar mengenai terbukanya gerbang Dunia Kuno tentunya sudah menyebar luas, bahkan kabar itu sudah menjadi perbincangan hangat di kalangan kultivator ataupun orang biasa.


Alasannya hanya ada satu, yaitu karena di dalam Dunia Kuno terdapat banyak sumberdaya yang bisa meningkatkan kekuatan. Selain itu, di sana juga ada harta dan pusaka berharga.


Yun Fei yang kebetulan berada di restoran yang sama, nampak sangat tertarik dengan obrolan beberapa orang di sebelahnya, namun ia lebih memilih untuk menjadi pendengar yang baik.


"Sepertinya aku harus masuk ke Dunia Kuno ini. Tapi sebelum itu, ada hal lain yang harus aku lakukan terlebih dahulu."


Setelah mendengar semuanya, Yun Fei kemudian meninggalkan restoran tersebut, lalu pergi ke rumah lelang Phoenix untuk menemui Mei Lien, namun ia masih mengenakan topeng di wajahnya.


"Selamat datang, tuan, ada yang bisa saya bantu?"


"Kak Mei, ini aku" jawab Yun Fei.


Mei Lien mengerutkan dahi saat mendengar sapaan dan suara yang akrab di telinganya, "Fei, kenapa kau mengenakan topeng?"


"Nanti aku ceritakan, sekarang aku ingin meminta bantuan kakak" jawab Yun Fei.


"Baiklah, selagi itu mungkin, aku pasti akan membantumu" sahut Mei Lien, lalu membawa Yun Fei ke lantai atas rumah lelang tersebut.


Setibanya di lantai teratas, Yun Fei langsung melepaskan topengnya, lalu menjelaskan tentang bantuan yang ia butuhkan dari Mei Lien, begitupun dengan alasannya mengenakan topeng.


"Permintaanmu ini sedikit sulit, tapi akan aku usahakan, dan kebetulan aku kenal seseorang yang ahli membuatnya" ucap Mei Lien.


Sebenarnya, keinginan Yun Fei sangatlah sederhana, yaitu meminta bantuan Mei Lien mencari sebuah topeng dan jubah, agar ia bisa menyembunyikan identitasnya.


Tapi, masalahnya adalah, topeng dan jubah yang diinginkan Yun Fei bukan benda yang biasa, melainkan topeng dan jubah yang bisa menyamarkan aura kekuatan seorang kultivator.


"Maksud kakak, apa?"


"Kau akan tahu setelah kau melihatnya nanti" jawab Mei Lien, lalu membawa Yun Fei turun ke lantai dasar.


"Apa orang itu ada di sini?" tanya Yun Fei.


Mei Lien menggeleng pelan, "lebih tepatnya, dia berada di bawah kita."


Jawaban Mei Lien sontak membuat Yun Fei mengarahkan pandangannya ke lantai, meski sempat bingung, namun akhirnya ia menyadari jika seseorang yang dimaksud berada di ruang bawah tanah.


"Fei, saat kita di sana nanti, jangan pernah menanyakan sesuatu yang bisa menyinggung dirinya, kalau tidak, dia tidak akan pernah mau menerima permintaanmu."


"Baiklah, aku mengerti" sahut Yun Fei.