The God Of Void

The God Of Void
Chapter 62. Pertemuan klan kuno (1)



Hari pertemuan.


Setelah lima tahun berlalu, pertemuan antar klan kuno akhirnya diadakan lagi dan saat ini, hampir semua klan sudah hadir dalam pertemuan itu, kecuali klan dewa angin.


"Dimana si-tua angin ribut itu? Kenapa dia belum datang juga?" tanya pemimpin klan naga langit, Long Zhuo.


"Bersabarlah, mungkin ada yang menghambat perjalanan mereka" sahut Lin Xia.


"Cihh! Aku paling tidak suka menunggu, apalagi menunggu orang yang tidak penting!" ujar pemimpin klan cahaya, Guang Zhao.


Bukan hanya Guang Zhao, tapi hampir semua orang yang ada di sana tidak suka menunggu, namun tidak ada yang bisa mereka lakukan, karena pertemuan tidak akan dimulai jika Lin Xia memulainya.


Sebagai pemenang dari pertemuan sebelumnya, Lin Xia mendapatkan kehormatan sebagai pemimpin pertemuan, jadi dia memiliki hak untuk memulai atau menunda pertemuan itu.


"Sembari menunggu, bagaimana kalau kau memperkenalkan diri, pemimpin klan api suci?"


Semua orang kini mengarahkan pandangannya pada Huo Ling, satu-satunya wanita yang duduk di kursi yang sama dengan para pemimpin klan kuno lainnya.


"Baiklah" ucap Luo Ning, lalu berdiri dari tempat duduknya, "perkenalkan, namaku Huo Ling, pemimpin klan api suci yang baru" lanjutnya.


"Lalu, bagaimana dengan si-tua Huo? Maksudku, pemimpin klan sebelumnya?" tanya pemimpin klan es abadi, Bing Zhan.


"Ayahku sudah menyerahkan kepemimpinan klan padaku" jawab Huo Ling tanpa menoleh sedikitpun.


Tidak lama berselang, pintu ruangan pertemuan terbuka dan memperlihatkan tiga sosok pria yang tengah berdiri di ambang pintu, namun pandangan mereka terfokus pada pria bertopeng.


Ada dua alasan yang membuat pandangan mereka terfokus padanya, yang pertama sudah jelas karena dia mengenakan topeng, lalu yang kedua karena dia berdiri paling depan.


Yang menjadi permasalahannya bukan posisinya itu, melainkan dua orang yang ada di belakangnya itu, yang tidak lain adalah pemimpin dan salah seorang petinggi klan dewa angin.


"Fang Yuan! Apa-apaan ini?!" ujar Bing Zhan.


"Kau akan segera tahu!"


Setelah itu, mereka bertiga memasuki aula pertemuan, lalu pria bertopeng duduk di kursi yang seharusnya diduduki oleh Fang Yuan yang merupakan pemimpin klan dewa angin.


"Kenapa aura orang ini terasa tidak asing?" ucap Huo Ling dalam hatinya.


"Perkenalkan, namaku Jia Zhen! Aku adalah pemimpin klan dewa angin yang baru!"


Berbeda dengan pemimpin klan lain yang nampak biasa saja, Huo Ling dan Lin Xia justru nampak kaget saat mendengar pria bertopeng itu menyebutkan namanya.


Huo Ling kaget karena merasa tidak asing dengan nama itu, bahkan nama pria bertopeng itu sudah sering kali muncul dalam ingatan ataupun dalam mimpinya.


Lain halnya dengan Huo Ling, Lin Xia justru kaget karena sangat mengenal nama tersebut, bahkan karena nama itu Lin Xia sampai rela meninggalkan ayah, ibu dan juga keluarganya.


"Apa Yun Fei sudah mendapatkan ingatannya lagi?" ucap Lin Xia dalam hatinya.


Tidak sama seperti Huo Ling atau semua orang yang ada di sana, Lin Xia justru sudah mengetahui jika pria bertopeng itu adalah Yun Fei, karena tidak ada yang bisa lepas dari kekuatan matanya.


"Fang Yuan! Apa kau sedang bercanda?!" ujar Yun Hao.


"Fang Yuan, aku tahu kau itu lemah, tapi apa kau tidak malu menjadikan orang lain sebagai pemimpin klan-mu?!" imbuh Long Zhuo.


"Jaga ucapan-mu!" ujar Yun Fei seraya mengarahkan tatapan tajam pada Long Zhuo.


"Memangnya kenapa? Apakah ada yang salah dalam ucapan-ku?"


"Jadi kau tidak sadar? Baiklah, bagaimana kalau aku membantu agar kau sadar bahwa ucapan-mu itu salah?!"


Long Zhuo mengangkat sudut bibirnya, lalu melepaskan aura kekuatannya, "oh, jadi kau ingin menantang-ku?"


Yun Fei tersenyum dibalik topeng yang menutupi wajahnya, "menurutmu?"


Lin Xia menghela napas panjang, seketika itu juga, seisi aula tiba-tiba diterpa oleh aura intimidasi yang sangat besar, hingga membuat suasana di aula pertemuan berubah mencekam.


"*Sial! Aura kekuatannya benar-benar luar biasa!"


"Cihh! Seberapa besar kekuatan pria sialan ini sebenarnya?"


"Lin Xia, sekarang kau boleh sombong, tapi setelah ini, aku pasti akan menghancurkan-mu*!"


"Belum saatnya untuk menunjukkan kekuatan" ucap Lin Xia.


Namun sayangnya, niat itu malah dibantah oleh hampir semua pemimpin klan, hanya Huo Ling dan Yun Fei saja yang setuju dengan niat yang diutarakan oleh Lin Xia tersebut.


"Pertanyaan-ku hanya satu, jika kita bersatu, siapa yang akan menjadi pemimpinnya?" tanya Bing Zhan.


"Kita bisa menemukan pemimpin dengan cara adu kekuatan" jawab Lin Xia.


"Cihh! Itu artinya, kau sendirilah yang akan menjadi pemimpinnya" sahut Guang Zhao.


"Tuan Muda, aku bukannya tidak setuju dengan keinginanmu, tapi tidak ada gunanya melakukan hal ini" imbuh Yun Hao.


"Selain itu, diantara kita semua, masih ada yang belum bisa dipercaya " lanjutnya.


"Yun Hao, apa maksudmu?"


"Entahlah, tapi sepertinya Nona Huo bisa menjelaskannya untuk kita semua."


Pandangan semua orang kini tertuju pada Huo Ling, dari tatapan yang mereka tunjukkan, bisa dilihat dengan jelas jika mereka sedang memandang rendah dirinya sebagai pemimpin klan.


"Xue Ming, sekarang giliran-mu" ucap Yun Hao melalui telepati.


"Patriark sekalian, izinkan aku untuk bicara" ucap Xue Ming.


"Siapa kau?!"


"Tenang saja, dia adalah tangan kananku" sahut Yun Hao.


"Cepatlah, apa yang ingin kau katakan?!"


Xue Ming mengangguk, lalu ia menceritakan tentang kedekatan Huo Ling dengan Yun Fei, namun ia tidak menyebut nama Yun Fei dalam ceritanya itu, melainkan nama iblis bertopeng.


Dengan menambahkan sedikit kebohongan dalam ceritanya, Xue Ming berhasil menyudutkan Huo Ling, bahkan para pemimpin klan sudah menunjukkan amarahnya secara terang-terangan.


"Jadi iblis itu kekasih-mu?"


"Baguslah! Karena sekarang aku bisa membalaskan dendam anggota klan-ku yang mati di tangan iblis kepa**t itu!"


"Katakan, dimana iblis itu berada?!"


"Dia sudah mati" jawab Huo Ling.


"Cihh! Jika kau ingin berbohong, setidaknya gunakanlah alasan yang lebih meyakinkan!"


"Semuanya, aku minta kalian untuk tenang!" ujar Lin Xia.


"Diam kau, ini urusan pribadi antara kami dan kekasihnya itu!"


Lin Xia mengepalkan tinjunya, ia tentu tidak bisa membiarkan mereka semua menyerang Huo Ling, karena bagaimanapun juga, Huo Ling adalah sosok yang penting baginya.


"Tidak apa-apa, guru. Aku akan menyelesaikan masalah ini sendiri" ucap Huo Ling melalui telepati.


"*Apa kau yakin?"


"Aku sangat yakin, guru*."


"Hah" Lin Xia kembali menghela napas panjang, "baiklah, jika kalian ingin bertarung, silahkan bertarung di atas arena" ucapnya.


"Keputusan yang bagus!"


Setelah itu, mereka semua berpindah ke arena pertarungan yang telah disiapkan, karena memang sudah saatnya bagi setiap klan untuk menunjukkan kekuatannya.


Namun, pertarungan kali ini bukanlah sebuah pertarungan yang diadakan untuk menunjukkan kekuatan setiap klan, melainkan pertarungan untuk melakukan balas dendam.


"Silahkan, siapa yang ingin maju lebih dulu" ucap Huo Ling yang sudah berdiri di tengah-tengah arena.


"Karena kau wanita, maka kami akan maju satu-persatu" sahut Bing Zhan.


"Tidak perlu, kalian bisa maju sekaligus. Kau juga bisa maju, pemimpin klan dewa angin."


"Aku tidak memiliki dendam apapun denganmu" ujar Yun Fei.