
Klan langit cerah.
"Hormat, ketua" sapa Xue Ming seraya membungkuk.
Yun Hao mengangguk, "kau sudah cukup lama berada di klan ini, jadi buatlah dirimu berguna untukku."
Xue Ming mengangkat sudut bibirnya, "Akhirnya, kesempatan ini datang juga padaku."
"Kenapa kau diam saja?"
"Maaf ketua" jawab Xue Ming.
Setelah itu, Xue Ming menjelaskan beberapa rencana yang telah ia siapkan selama berada di klan awan, salah satunya adalah rencana untuk menyerang klan api suci.
Sejak dirinya tinggal di klan langit cerah, Xue Ming sudah mempelajari dan menemukan banyak informasi, termasuk informasi mengenai hubungan kedua klan kuno yang semakin renggang.
Oleh karena itu, ia sengaja menyiapkan beberapa rencana untuk kedepannya, dan rencana itu akan ia mulai dengan membuat Yun Hao benar-benar mempercayai dirinya.
"Diantara semua rencana itu, mana yang menurutmu paling terbaik?"
"Rencana saya yang terakhir, ketua" jawab Xue Ming.
"Alasannya?"
"Karena jika kita berhasil menjalankan rencana itu, maka kita tidak hanya menghabisi Yun Fei saja, tapi juga bisa menguasai klan api suci."
"Hahahaha! Aku tidak menyangka pemuda seusia-mu bisa memikirkan hal seperti ini, tapi baiklah, kita akan melakukannya!"
Yun Hao kemudian berdiri dari tempat duduknya, "kalian sudah dengar, kan? Kalau begitu, jalankan sesuai dengan rencana!"
"Baik, ketua!"
Setelah semua orang meninggalkan aula, Yun Hao kemudian menghampiri Xue Ming, lalu ia mengajak Xue Ming ke ruangan bawah tanah yang ada di bawah aula pertemuan itu.
Ketika memasuki ruangan bawah tanah itu, Xue Ming bisa merasakan aura tidak biasa dari dalamnya, bahkan tubuhnya sedikit gemetar akibat aura yang menerpa tubuhnya itu.
"Tidak usah takut" ucap Yun Hao.
Xue Ming hanya mengangguk pelan dan terus mengikuti langkah kaki Yun Hao.
Setibanya di ruangan itu, mata Xue Ming langsung tertuju pada tiga buah peti kayu berukuran cukup besar, karena aura yang ia rasakan sebelumnya berasal dari masing-masing peti tersebut.
"Pilihlah salah satu dari tiga peti itu."
"Ketua, aku tidak layak."
"Kau mau pilih sendiri atau aku yang harus membantumu?!"
Meski tampak ragu, tapi pada akhirnya Xue Ming tetap menuruti perkataan Yun Hao dan memilih salah satu peti, lalu setelah itu, ia membuka peti kayu pilihannya itu.
"Ketua, apa ini?"
"Itu adalah pil emas, kau beruntung karena tidak salah memilih" jawab Yun Hao.
"Pil emas?"
Yun Hao mengangguk, lalu menjelaskan jika pil emas itu bisa meningkatkan kultivasi sebanyak satu ranah, dan jika beruntung, pil itu bahkan bisa meningkatkan dua ranah kultivasi.
Kemudian, Yun Hao juga menjelaskan jika pil itu memiliki efek samping yang mengerikan, jadi tidak sembarangan orang bisa menyerap kekuatan dari pil emas tersebut.
"Serap-lah pil itu agar kekuatanmu meningkat."
"Tapi..."
"Jangan membantah atau aku akan mengakhiri hidupmu sekarang juga!"
"Ba-baik, ketua."
Mau tidak mau, Xue Ming harus mematuhi dan menuruti perintah Yun Hao, karena ia tidak ingin mati sebelum berhasil membalaskan dendam-nya pada Yun Fei.
Tapi, masalah utamanya adalah, jika dirinya gagal menyerap kekuatan pil itu, maka nyawanya juga akan melayang dan pada akhirnya, ia akan tetap mati sebelum dendamnya terbalaskan.
"Kau bisa tinggal di sini selama melakukan penyerapan, kau juga boleh mempelajari teknik dari kitab-kitab yang ada di sana."
"Terima kasih, ketua!"
"Setelah ini, kau tidak akan bisa melakukan apapun pada klan-ku, karena setelah kau menyerapnya, aku akan mengendalikan dirimu sepenuhnya."
Memang tidak dipungkiri jika Yun Hao sudah mulai mempercayai Xue Ming, namun ia belum bisa percaya sepenuhnya, apalagi Xue Ming adalah orang luar.
Oleh karena itu, ia sengaja membiarkan Xue Ming menyerap kekuatan pil emas, karena dengan menyerap benda itu, sama saja dengan Xue Ming menyerahkan dirinya pada Yun Hao.
Selain bisa meningkatkan kekuatan, pil emas juga memiliki satu rahasia yang hanya diketahui oleh Yun Hao, yaitu bisa mengendalikan siapapun yang telah menyerap kekuatannya.
Hal ini jugalah yang menjadi satu-satunya alasan kenapa tidak ada anggota klan yang mengkhianati Yun Hao, karena nyawa mereka semua sudah berada dalam genggaman Yun Hao.
Jika mereka berani berkhianat, atau hanya memiliki niat untuk mengkhianati Yun Hao, maka kekuatan pil emas itu akan mengacaukan lautan spiritual mereka hingga mereka mati tersiksa.
"Huo Ming, tidak lama lagi, kau dan semua anggota klan api suci akan bertekuk lutut di hadapanku!"
"Setelah itu, aku hanya perlu menyingkirkan Lin Xia, lalu aku akan menjadi penguasa terkuat di dunia ini!"
Selama ini, hanya ada satu orang yang tidak bisa ia sentuh dan singgung sedikitpun, dan orang itu tidak lain adalah Lin Xia, ketua atau pemimpin klan Asura.
Dengan mengalahkan Lin Xia, Yun Hao percaya jika dirinya akan menjadi yang terkuat, karena sampai saat ini, belum ada yang bisa mengalahkan pemimpin klan Asura tersebut.
Namun sayangnya, sampai saat ini-pun, ia masih belum menemukan cara untuk membunuh Lin Xia, karena tidak ada yang mengetahui tingkat kultivasi ataupun kekuatan Lin Xia.
"Lin Xia, bersiaplah untuk menemui ajal-mu!"
***
Di kedalaman hutan.
Wushh.
Boom.
Boom.
Setelah melakukan penyerapan selama hampir dua minggu, dari dalam tubuh Yun Fei akhirnya terdengar suara ledakan teredam sebanyak dua kali.
Dengan kata lain, dua suara ledakan itu menandakan jika kultivasi Yun Fei telah meningkat sebanyak dua level, yaitu ranah Spirit Langit level tiga.
"Akhirnya kultivasi-ku meningkat lagi" gumam Yun Fei setelah menyelesaikan penyerapan.
Walaupun hanya dua level, namun peningkatan itu sudah dianggap cukup memuaskan oleh Yun Fei, apalagi kekuatan yang ia miliki sudah lebih tinggi dari level kultivasi-nya sendiri.
Kultivasi Yun Fei memang berada di ranah Spirit Langit level tiga, namun kekuatan yang ia miliki setara dengan kultivator ranah Spirit Langit level delapan.
Dan jika dirinya menggunakan semua potensinya, maka kekuatan yang ia miliki sudah setara dengan kultivator ranah Spirit Surga level dua.
"Sebaiknya aku mencari makanan sekarang."
Ketika hendak meninggalkan tempat itu, langkah Yun Fei tiba-tiba saja terhenti, karena dirinya merasakan keberadaan aura membunuh yang cukup besar di sekitarnya.
"Tidak usah sembunyi lagi, aku sudah mengetahui keberadaan kalian."
"Wah, ternyata kemampuanmu hebat juga, bocah!"
"Apa yang kalian inginkan?"
"Memangnya apa lagi, tentu saja nyawamu" jawab salah seorang kultivator yang ada di sana.
"Seingat-ku, aku tidak pernah mengganggu kalian, lalu kenapa kalian menginginkan nyawaku?"
"Apa kau tidak tahu kalau kepalamu itu sangat mahal?"
Yun Fei mengerutkan dahi, ia sedikit tidak paham dengan maksud dari perkataan orang itu, namun ia lebih memilih untuk tidak menghiraukan masalah tersebut.
"Sepertinya ada banyak hal yang telah terjadi selama aku berada di hutan ini."
"Bocah, sebaiknya kau menyerah saja, karena hadiah yang akan kami dapatkan akan jauh lebih besar jika membawamu dalam keadaan hidup."
"Bagaimana jika aku menolak?"
"Hahahaha! Bukankah jawabannya sudah pasti?!"