The God Of Void

The God Of Void
Chapter 26. Dunia Kuno (2)



Setelah menunggu semalaman, badai es yang menerjang akhirnya berlalu dan kini, Huo Zhan dan rekan-rekannya tengah melanjutkan perjalanan, begitupun Yun Fei yang sudah ikut bergabung dengan mereka.


Namun, disepanjang perjalanan, tidak ada seorangpun dari mereka yang mau mendekati Yun Fei kecuali Huo Zhan, karena yang lainnya lebih memilih untuk waspada terhadap Yun Fei yang misterius.


"Sekarang bagaimana?"


"Kehadiran orang misterius itu cukup mengganggu, tapi kalian tenang saja, karena aku sudah memiliki cara untuk mengatasinya."


Tidak lama berselang, langkah mereka dihentikan oleh kemunculan aura kekuatan yang cukup besar, lalu setelah itu, dari dalam tanah yang diselimuti oleh es, muncul puluhan patung yang terbuat dari es.


"Bersiap untuk bertarung" ucap Huo Zhan yang langsung mencabut pedangnya.


Sama halnya dengan Huo Zhan, para kultivator itupun juga mencabut pedang mereka masing-masing, namun hanya Yun Fei yang masih berdiri diam tanpa melakukan apapun.


"Serang!" ujar Huo Zhan.


Kemudian, ia melapisi pedangnya dengan kekuatan api, lalu melesat maju dan menyerang para patung tersebut, begitupun dengan para kultivator itu yang juga ikut membantu Huo Zhan.


Kekuatan api milik Huo Zhan memang cukup efektif dan terbukti, serangannya mampu menghancurkan dan melelehkan patung-patung es itu, tapi semuanya tidak langsung berakhir seperti yang mereka pikirkan.


Patung-patung es yang telah meleleh itu kembali menyatu, bahkan ukuran tubuh mereka juga semakin besar dan tidak hanya itu saja, aura kekuatan yang terpancar dari tubuh merekapun juga bertambah besar.


"Huo Zhan, gunakan serangan terbaikmu, aku yakin mereka akan hancur jika kau melakukannya."


"Baiklah" sahut Huo Zhan.


"Jika aku jadi dirimu, aku tidak akan melakukannya" Yun Fei yang sejak awal hanya diam, akhirnya angkat bicara.


"Fei, apa kau mengetahui cara mengalahkan mereka?"


Wushh.


Boom!


Mereka semua dibuat terkejut, karena Yun Fei yang semula berada di hadapan mereka, tiba-tiba saja lenyap dari pandangan, lalu disusul oleh ledakan yang terjadi tidak jauh dari tempat mereka.


Yang lebih membuat mereka terkejut adalah, ledakan itu bukan karena sebuah serangan, namun karena Yun Fei menghantam tubuh salah seorang dari kultivator ke atas tanah yang dilapisi oleh es.


"Jujur saja, aku sudah muak dengan sandiwara kalian" ucap Yun Fei.


Pada saat yang bersamaan, puluhan patung es yang menghadang jalan mereka langsung menghilang tanpa jejak, karena sejak awal, patung-patung itu memang tidak pernah ada, melainkan hanya sebuah ilusi.


"Si-sial, ke-kenapa kau bisa menyadarinya?"


"Kau tanya kenapa?" Yun Fei mencengkeram leher pemuda itu, kemudian mengangkat tubuhnya seperti mengangkat sesuatu yang sangat ringan.


"Karena ilusi yang kau ciptakan tidak mempan padaku!" ujar Yun Fei, lalu membunuh pemuda itu.


"Bunuh dia!"


Slash.


"Hu-Huo Zhan, apa yang kau..." perkataan pemuda itu terpotong, karena sebelum sempat menyelesaikan ucapannya, ia telah lebih dulu kehilangan nyawanya.


"Cihh, jika sudah seperti ini, kita hanya bisa membunuh mereka berdua!"


Beberapa pemuda yang tersisa kemudian menyerang Huo Zhan, namun langkah mereka langsung dihentikan oleh Yun Fei yang telah muncul di hadapan mereka, lalu ia melambaikan tangannya seperti sedang mengayunkan sebilah pedang.


Bilah energi yang cukup besar tercipta dari lambaian tangan Yun Fei, kemudian bilah energi itu melesat kearah mereka semua. Para pemuda itu berusaha untuk menahannya, namun kekuatan mereka kalah besar dari kekuatan Yun Fei.


Pada akhirnya, para kultivator yang tersisa itu berhasil dilenyapkan oleh Yun Fei hanya dengan satu serangan saja, dan mereka semua meninggal dengan keadaan tubuh yang telah terpotong oleh bilah energi sebelumnya.


"Kumpulkan cincin penyimpanan mereka, setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan."


Huo Zhan mengangguk dan langsung menjalankan perintah Yun Fei, entah kenapa ia tidak berani membantah perintah itu, padahal dia bukanlah bawahan Yun Fei dan pemuda itupun bukan atasan atau tuan yang harus ia patuhi perintahnya.


"Ambillah, aku tidak memerlukannya" ucap Yun Fei saat Huo Zhan menyerahkan cincin itu padanya.


"Kau yakin?"


Setelah itu, mereka berdua melanjutkan perjalanannya menyusuri daratan es itu, karena sudah tidak ada waktu bagi mereka untuk bersantai, kalau tidak, waktu mereka akan terbuang sia-sia.


Selain adanya aturan ruang dan waktu, para kultivator juga tidak bisa berlama-lama di dalam dunia kuno, karena dua bulan setelah gerbang terbuka, mereka harus segera keluar dari sana, atau mereka akan terjebak untuk selamanya.


Meskipun dunia kuno bisa dikatakan sebagai surganya pada kultivator, namun tempat itu juga bisa menjadi neraka untuk mereka, karena di sana ada banyak hewan spiritual serta monster yang kekuatannya sangat luar biasa.


***


Beberapa hari kemudian.


"Fei, apa kau yakin tidak mau mengambil satupun dari kristal ini?"


Yun Fei menggeleng pelan, "kau boleh mengambil semuanya jika mau."


Selama beberapa hari ini, keduanya sudah menyusuri beberapa tempat di daratan es itu, bahkan mereka sudah menemukan banyak kristal roh. Namun, tidak satupun yang bisa menarik perhatian Yun Fei.


"Apa kau mencari sesuatu yang lain?"


Yun Fei mengangguk, "tujuanku ke sini memang ingin mencari sesuatu."


"Apakah masih jauh dari sini?" tanya Huo Zhan, namun Yun Fei tidak menjawabnya.


Huo Zhan menghela napas panjang, kemudian menghampiri Yun Fei, "sudahlah, jangan pikirkan aku lagi, jika kau memiliki urusan penting, sebaiknya kau berjalan sendiri."


"Kau yakin?"


"Aku sangat yakin, teman. Lagipula, kau sudah sangat banyak membantuku, jadi aku tidak ingin menghalangi jalanmu" jawab Huo Zhan.


"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi."


Huo Zhan mengangguk, "sampai jumpa di gerbang keluar."


Setelah berpamitan, Yun Fei langsung berangkat meninggalkan tempat tersebut, ia akhirnya bisa menghela napas lega karena berhasil lolos dari Huo Zhan tanpa menyinggung perasaannya.


"Maafkan aku, Huo Zhan, aku terpaksa membohongimu, karena yang kuinginkan hanyalah melakukan perjalanan sendiri."


Yun Fei memang telah membantu Huo Zhan sebelumnya, tapi bukan berarti ia setuju melakukan perjalanan bersama. Karena itulah, Yun Fei terpaksa berbohong agar bisa pergi tanpa menyinggung Huo Zhan.


Dan alasan kenapa Yun Fei tidak mengambil sumberdaya yang mereka temukan, karena memang tidak ada yang membuatnya tertarik, lagipula kristal roh yang mereka temukan hanyalah tingkat menengah.


"Sekarang aku bisa bebas melakukan apapun yang aku inginkan" gumam Yun Fei seraya mempercepat langkah kakinya.


***


Hari-hari kembali berlalu dengan cepat, namun Yun Fei belum juga menemukan apapun yang bisa menarik perhatiannya, bahkan setelah hampir menyusuri setengah wilayah es itu, ia tetap tidak menemukan apapun juga.


"Aku benar-benar bosan."


Yun Fei melangkah dengan putus asa, dunia kuno yang dianggap sebagai surganya para kultivator, nyatanya tidak lebih dari sebuah tempat biasa di mata Yun Fei.


Disaat semua orang sibuk mengumpulkan sumberdaya, ia masih saja sibuk menyusuri daratan es, seraya mencari sesuatu yang ia sendiri tidak mengetahuinya.


"Wah, apa ini? Bukankah dia pria bertopeng waktu itu?"


Yun Fei tersadar dari lamunannya, lalu menoleh kearah sumber suara, "pergilah, aku sedang tidak ingin diganggu."


"Kalian dengar itu? Pria misterius ini sedang tidak ingin diganggu!"


"Hahahaha" para kultivator muda itu tertawa mengejek.


"Teman, bagaimana kalau kau serahkan cincin penyimpanan-mu pada kami?"


Yun Fei mengarahkan pandangannya ke pemuda itu, "dengar, aku tidak ingin diganggu, jadi sebaiknya kalian pergi dari sini."


"Bagaimana kalau kami menolak?"