
"Jadi maksudmu adalah, mereka tidak akan merestui hubungan kita?" tanya Yun Fei.
Huo Ling hanya bisa mengangguk, setelah menjelaskan semuanya pada Yun Fei, ia akhirnya bisa merasa sedikit lega, meskipun perasaannya saat ini masih sangat kacau dan juga sedih.
"Hah" Yun Fei menghela napas berat, "jadi, itulah alasan yang membuatmu pergi meninggalkan klan api suci?"
Lagi-lagi, hanya anggukan pelan yang diberikan oleh Huo Ling sebagai jawabannya.
"Kau tenang saja, aku tidak akan mundur hanya karena masalah itu."
Helaan napas panjang keluar dari mulut Huo Ling, "Fei, masalahnya bukan hanya itu, tapi mereka tidak merestui hubungan kita, apa kau paham maksudku?"
"Aku sangat paham, dan kau juga harus paham kalau aku akan berusaha sampai mereka merestui hubungan kita."
"Tapi..."
"Sudahlah, semuanya pasti akan baik-baik saja."
Huo Ling tersenyum dan mengangguk pelan, perkataan Yun Fei itu berhasil membuat rasa khawatirnya memudar, tapi tetap saja, perasaan khawatir itu masih belum bisa hilang sepenuhnya.
Sebagai putri dari pemimpin klan, Huo Ling tentunya mengerti betapa kerasnya peraturan klan-nya itu, dan tentunya, tidak akan mudah untuk merubah aturan yang ditetapkan oleh para tetua.
Tapi bukan berarti tidak ada kesempatan sama sekali, dan yang perlu ia lakukan hanyalah percaya pada Yun Fei, percaya bahwa kekasihnya itu mampu merubah aturan tersebut.
"Kembalilah, aku yakin mereka sedang mengkhawatirkan dirimu."
"Tidak, aku tidak ingin kembali ke sana."
"Kenapa? Bukankah di sana itu adalah rumahmu?"
"Kau benar, tapi disaat yang sama, aku juga merasa seperti berada di penjara yang sangat ketat."
Yun Fei meraih tangan Huo Ling, kemudian menggenggam erat jemarinya, "kau harus bersabar, karena sebentar lagi aku akan membebaskan dirimu."
Perkataan Yun Fei berhasil membuat Huo Ling merasakan ketenangan, apalagi saat menatap matanya yang memancarkan keteduhan, memberikan rasa nyaman dan membuatnya tidak ingin jauh darinya.
Tanpa disadari, wajah mereka telah sangat dekat, bahkan sangat dekat sampai hidung mereka bersentuhan, namun disaat yang bersamaan, ingatan aneh tiba-tiba muncul dalam benak mereka.
Ingatan itu, memperlihatkan sepasang muda-mudi yang tengah berada di suatu tempat yang tidak mereka ketahui, tempat yang mirip seperti lorong yang sangat panjang seolah tidak memiliki ujung.
Kemudian, sesuatu yang tidak terduga menimpa mereka berdua, hingga akhirnya, keduanya meregang nyawa di dalam lorong yang sangat panjang dan tidak memiliki akhir tersebut.
"Si-siapa mereka?" Huo Ling bertanya seraya memegangi kepalanya yang terasa pusing.
"Mereka? Apa kau juga melihat mereka dalam ingatanmu?"
Huo Ling hanya bisa mengangguk, kepalanya masih terasa sangat pusing sehingga hanya anggukan yang bisa ia berikan sebagai jawabannya.
"Ini benar-benar aneh" gumam Yun Fei.
"Fei, kepalaku sangat pusing."
"Mendekat-lah" sahut Yun Fei.
Huo Ling tidak mengatakan apapun dan langsung mendekati Yun Fei, lalu menyandarkan kepalanya di bahu kekasihnya itu.
"Tutup matamu dan tidurlah, aku yakin rasa pusing itu akan hilang saat kau bangun nanti."
***
"Bagaimana, apa kalian berhasil menemukan putriku?"
Pria berpakaian serba hitam itu mengangguk, lalu menjelaskan informasi yang mereka dapatkan dari rekan-rekannya, yaitu informasi mengenai keberadaan Huo Ling.
"Bagus! Katakan pada temanmu untuk terus mengawasinya!"
"Baik!"
"Pemuda itu benar-benar tidak tahu diri!"
"Kakak, kau harus melakukan sesuatu, jika tidak, dia akan membawa Ling'er ke tempat yang bahkan tidak bisa dijangkau oleh kita semua."
"Aku setuju dengan kakak kedua, pemuda itu tidak bisa dibiarkan lagi!"
Selain Huo An, sudah tidak ada lagi yang percaya pada Yun Fei, karena mereka menganggap bahwa dirinya-lah yang telah membuat Huo Ling menjadi pembangkang.
Selama ini, Huo Ling dikenal sebagai anak yang sangat baik dan juga penurut, tapi sejak mengenal Yun Fei, sikapnya tiba-tiba saja berubah dan tidak mau mendengarkan ayahnya lagi.
"Tangkap pemuda itu dan seret dia ke hadapanku!" ujar Huo Ming.
"Jika aku jadi dirimu, aku tidak akan melakukan hal itu" sahut Huo An.
Tatapan semua orang kini tertuju pada Huo An, namun tatapan itu berbeda dengan sebelumnya, dan bisa dikatakan bahwa tatapan mereka itu sama seperti tatapan kebencian.
"Lupakan saja" jawab Huo An.
Meski dirinya adalah seorang tetua klan, namun tidak banyak hal yang bisa dikatakan oleh Huo An, karena ia menyadari jika dirinya tidak dibutuhkan oleh mereka.
Walaupun begitu, ia masih berusaha untuk bertahan dengan posisinya saat ini, karena ada janji yang harus ia jaga dan tidak mungkin bisa ia ingkari, yaitu janji dengan mendiang ayahnya.
"Tunggu apa lagi? Pergilah sekarang dan seret bocah itu ke hadapanku!"
"Baik!"
***
Entah memang kelelahan atau sangat nyaman berada dalam dekapan kekasihnya itu, Huo Ling tertidur sampai keesokan harinya dan saat bangun, ia sudah disambut oleh mentari pagi.
Tidak hanya dirinya, bahkan Yun Fei juga ketiduran sampai pagi, meski dirinya tertidur dalam keadaan duduk dan bersandar di pohon, namun tidurnya sangat nyenyak.
"Entah kenapa setiap kali melihat wajahmu, aku selalu bisa merasakan ketenangan."
Huo Ling tersenyum lembut sembari menatap wajah Yun Fei, kemudian ia mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir kekasihnya itu, tapi tindakannya itu malah membuat Yun Fei terbangun.
Huo Ling tersentak dan langsung menjauh, namun Yun Fei menahan tangannya, "aku suka caramu membangunkan-ku."
"Le-lepaskan, a-aku ingin membasuh wajahku."
"Dimana?"
"I-itu..." Huo Ling nampak kebingungan, ia baru sadar jika di sekitar mereka tidak ada sungai ataupun danau.
"Kemari-lah, aku masih ingin mendekap-mu."
"Tidak mau!"
"Kau yakin?"
"Sangat yakin!"
"Yasudah."
Yun Fei kemudian merebahkan tubuhnya di rumput, walaupun tidurnya sangat nyenyak, namun tidak bisa dipungkiri jika punggungnya terasa sedikit sakit akibat tertidur dalam keadaan duduk.
"Fei."
"Hmm?"
"Terima kasih."
"Untuk apa?"
"Untuk semuanya, terima kasih karena kau sudah membuat hatiku merasa tenang."
"Jangan dipikirkan lagi, sebaiknya kau kemari dan temani aku."
"Ini sudah siang."
"Apa salahnya? Lagipula di hutan ini tidak ada orang lain selain kita berdua" sahut Yun Fei.
"Hah" Huo Ling menghela napas panjang, lalu berbalik dan menghampiri Yun Fei, namun hanya duduk disampingnya, "apa kau tidak lapar?"
"Tidak terlalu, bagaimana denganmu?"
"Sama saja."
"Baiklah" Yun Fei berdiri, lalu meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku, "aku akan berburu dan mencari buah-buahan yang bisa dimakan."
Setelah itu, Yun Fei meninggalkan tempat tersebut untuk berburu dan mencari buah-buahan. Sementara Huo Ling, ia tetap berada di tempat itu bersama dengan Yin Lang.
"Yin Lang, aku merasa seperti sudah mengenalmu sejak lama" ucap Huo Ling.
"Begitupun denganku, Nona."
"Eh? Ka-kau bisa bicara?!" ujar Huo Ling yang nampak sangat kaget, ia benar-benar tidak menyangka jika Yin Lang merupakan hewan spiritual yang bisa bicara.
"Tentu saja bisa, Nona" jawab Yin Lang.
"Lalu, kenapa kau tidak pernah bicara dengan Yun Fei?"
"Belum saatnya Tuan mengetahui semuanya!"