
Setelah beberapa hari berlalu, mereka akhirnya sampai di sebuah lembah yang berada di ujung wilayah Utara benua Huangwu, yaitu wilayah yang dikuasi oleh klan api suci.
Namun sayangnya, Yun Fei tidak bisa mengikuti yang lainnya ke bagian terdalam klan, karena dia hanyalah orang asing yang kehadirannya sulit diterima oleh anggota klan.
Aula pertemuan.
"Adik memberi hormat pada kakak sekalian" ucap Huo An.
"Akhirnya kau pulang juga, adik keempat" sahut Huo Mei, satu-satunya saudara perempuan Huo An.
"Maaf sudah membuat kakak sekalian cemas."
"Tidak usah minta maaf, yang penting kau sudah kembali."
Setelah itu, Huo Ming memulai pembahasan mereka mengenai masalah yang tengah di hadapi oleh klan mereka, yaitu masalah perjanjian damai dan perjodohan dari klan awan.
Perjanjian damai dan perjodohan itu memang terdengar biasa, namun Huo Ming dapat merasakan adanya maksud tersembunyi dibalik perjanjian damai dan juga perjodohan tersebut.
"Aku kurang mengerti, bisa kakak jelaskan dengan lebih rinci?" tanya Huo Wen, adik kedua Huo Ming.
Huo Ming menghela napasnya, kemudian menjelaskan tentang kecurigaannya, ia juga menyampaikan tentang beberapa informasi yang ia dapat dari mata-matanya.
Dari penyelidikan para mata-matanya, Huo Ming mengetahui jika maksud lain klan awan adalah untuk menguasai klan api suci, dan perjodohan itu hanyalah sebuah alasan semata.
"Kurang ajar! Berani sekali mereka mempermainkan keponakanku!" ujar Huo Wen.
"Kakak, kita harus menunjukkan bahwa klan kita tidak mudah ditindas" imbuh Huo Qian.
"Aku tahu, tapi masalahnya adalah, kekuatan klan kita masih kalah jauh dari mereka" sahut Huo Ming.
"Aku punya saran" ucap Huo An yang akhirnya memutuskan untuk membuka suara.
"Benarkah?"
Huo An mengangguk, kemudian menjelaskan tentang rencana yang telah ia siapkan sejak beberapa hari lalu, dan rencananya itu berhubungan dengan Yun Fei yang sekarang berada di klan mereka.
"Memangnya apa yang kau harapkan dari bocah asing itu?" tanya Huo Wen.
"Dia memang asing bagi kalian, tapi ayahnya adalah orang yang sangat akrab dengan kakak pertama" jawab Huo An.
Huo Ming mengerutkan dahi, "apa maksudmu? Memangnya siapa ayah anak itu?"
"Yun Aotian."
Mereka semua tersentak kaget mendengar perkataan Huo An, karena nama Yun Aotian ini sudah tidak asing lagi bagi mereka semua, khususnya Huo Ming yang berteman akrab dengan Yun Aotian.
Selain teman akrab, status Yun Aotian juga tidak biasa, karena dia adalah pemimpin klan awan atau klan langit cerah sebelumnya, hanya saja, keberadaannya sudah lama lenyap dari benua Huangwu.
"Kau yakin dia anak Yun Aotian?"
"Aku mendengarnya sendiri dan menurutku, tidak mungkin Yun Fei berbohong tentang ayahnya" jawab Huo An.
"Lalu dimana dia sekarang? Jika dia ada, aku yakin masalah ini bisa diatasi dengan mudah."
Huo An menggeleng pelan, "sayangnya dia sudah lama meninggal."
"Apa!? Itu tidak mungkin, Yun Aotian adalah kultivator hebat, bagaimana mungkin ada yang bisa mengalahkannya!"
"Aku juga tidak tahu bagaimana dia bisa meninggal, tapi aku yakin, semua ini ada hubungannya dengan kejadian dua puluh tahun lalu" ucap Huo An.
Sebelumnya, hubungan antara klan api suci dan klan langit cerah masih baik-baik saja. Namun, semuanya berubah ketika Yun Aotian tiba-tiba saja menghilang dua puluh tahun silam.
Ketika itu, Huo Ming dan sudah mencoba menanyakan keberadaan Yun Aotian pada adik-adiknya, tapi mereka malah menuduhnya yang menjadi penyebab hilangnya Yun Aotian.
Sejak saat itu, hubungan antara kedua klan mulai renggang, hingga akhirnya mereka benar-benar bermusuhan, apalagi setelah Yun Hao menggantikan posisi kakaknya sebagai pemimpin klan.
"Lalu, apa rencana-mu untuk anak itu?"
Hua An tersenyum, lalu menjelaskan tentang hubungan Yun Fei dan keponakannya itu, ia juga mengatakan jika mereka berdua saling menyukai satu sama lain.
Setelah itu, Huo An meminta kakak pertamanya itu untuk memberikan kesempatan pada Yun Fei, agar dia bisa membuktikan jika dirinya pantas bersanding dengan Huo Ling.
"Bagaimana jika klan awan menolak?"
"Baiklah, kalau begitu masalah ini aku serahkan padamu."
"Terima kasih, kakak pertama."
Karena tidak ada lagi yang ingin dibahas, Huo Ming kemudian mempersilahkan mereka untuk bubar, lagipula ia ingin menemui putrinya untuk menanyakan perihal hubungannya dengan Yun Fei.
Kediaman Huo Ling.
"Ling'er" panggil Huo Ming.
"Ayah" sapa Huo Ling, kemudian menghampiri ayahnya dan memberikan pelukan erat.
"Bagaimana pemuda itu?"
Huo Ling mengerutkan dahi, "pemuda yang mana?"
"Tidak perlu menyembunyikannya lagi, ayah sudah mengetahui semuanya. Sekarang, ayah ingin mendengar pendapatmu mengenai pemuda itu."
"Dia pemuda yang sangat baik, dia juga pernah mengungkapkan perasaannya padaku."
"Apa kau menerimanya?" tanya Huo Ming, namun hanya di jawab dengan gelengan kepala oleh putrinya itu.
Huo Ming menghela napas panjang, kemudian mengungkapkan rasa penyesalannya, karena dirinya telah menerima perjodohan dari klan awan tanpa persetujuan Huo Ling.
Selain itu, Huo Ming juga memberi izin pada Huo Ling untuk memilih jalannya sendiri, karena ia sudah merasakan bagaimana sakitnya kehilangan seseorang yang sangat dicintainya.
Sebagai seorang ayah, Huo Ming tentu tidak ingin putrinya itu merasakan hal yang sama, jadi dia tidak ingin membelenggu putrinya itu lagi dengan berbagai peraturan yang ia buat.
"Ayah yakin?" tanya Huo Ling memastikan.
"Memangnya kapan ayah pernah berbohong padamu?"
"Tapi sebelum itu, ayah ingin memastikan jika dirinya pantas untuk mendampingi putri ayah ini."
"Terima kasih, ayah" sahut Huo Ling, kemudian memeluk ayahnya itu lagi.
Ditempat lain.
Setelah meninggalkan aula pertemuan, Huo An langsung menemui Yun Fei untuk menyampaikan kabar bahagia tersebut, namun sebelum tiba di tempat Yun Fei, ia tiba-tiba saja mengurungkan niatnya.
"Jika aku mengatakannya sekarang, mereka mungkin tidak akan yakin jika Yun Fei sangat serius."
"Sudahlah, sebaiknya aku biarkan saja dia berusaha sendiri."
Meski tidak jadi menyampaikan kabar bahagia itu, namun ia tidak mengurungkan niatnya untuk menemui Yun Fei, karena bagaimanapun juga, hanya ia satu-satunya teman Yun Fei di sana.
"Aku tidak pernah melihatmu murung seperti ini" ucap Huo An setelah tiba di dekat Yun Fei.
"Kak Huo, kenapa kakak di sini?"
"Sebaiknya kau ubah panggilan mu padaku."
"Maksudnya?"
"Kau menyukai keponakanku, bahkan sudah mengungkapkan perasaan padanya, jadi apa masih pantas kau memanggilku kakak?"
Yun Fei menghela napasnya, kemudian tersenyum seraya menggeleng pelan, "lupakan saja, karena Huo Ling tidak memberikan jawaban apapun padaku."
"Apa kau akan menyerah begitu saja?"
"Tentu saja tidak! Aku akan terus berusaha sampai dia... tidak, maksudku, sampai mereka menerimaku."
"Bagus! Aku akan selalu mendukungmu" sahut Huo An.
"Ya sudah, sebaiknya kau bersiap, karena besok, anggota klan awan akan datang ke sini, dan sepertinya, mereka tidak akan melepaskan mu begitu saja."
Yun Fei mengerutkan dahi, ia nampak sedikit bingung dengan perkataan Huo An, karena dirinya merasa tidak pernah menyinggung klan awan, bahkan bertemu saja belum pernah.
Akan tetapi, setelah dijelaskan oleh Huo An, Yun Fei akhirnya mengerti kenapa mereka tidak akan melepaskan dirinya, terutama tuan muda keluarga awan yang dijodohkan dengan Huo Ling.