
Keesokan harinya.
Seluruh warga kota Hufeng telah berkumpul di alun-alun kota, karena pada saat ini, salah seorang keluarga bangsawan ternama akan dieksekusi di hadapan mereka semua.
Pada awalnya, para warga seperti tidak percaya dengan berita tersebut, namun setelah mengetahui kebenarannya, mereka justru sangat mendukung keputusan Fan Chou itu.
Selain itu, mereka juga sangat bersyukur karena Xue Jing diberikan hukuman mati, karena setelah ini, tidak akan ada lagi yang bisa menindas mereka dan berbuat semena-mena di kota.
"Ada kata-kata terakhir?" tanya Fan Chou, namun Xue Jing hanya diam tanpa mengatakan sepatah katapun.
Karena tidak ada yang ingin dikatakan, Fan Chou kemudian menoleh kearah pria yang mengenakan topeng, lalu menganggukkan kepala sebagai tanda untuk menjalankan eksekusi.
Pria itu mengangguk dan mendekati Xue Jing yang tengah bertekuk lutut di hadapan semua orang. Setelah berada tepat disampingnya, pria itu kemudian mengangkat pedangnya ke langit.
Slash!
Suasana berubah hening saat pria itu menurunkan pedangnya dengan kekuatan penuh, pada saat yang bersamaan, kepala Xue Jing juga ikut terlepas dari tempatnya.
Namun, tidak seorangpun yang menunjukkan ekspresi sedih atau berduka, mereka semua justru tersenyum puas melihat akhir yang menyedihkan untuk Xue Jing.
"Dengarkan aku baik-baik! Ini adalah contoh untuk siapapun yang berani membahayakan kota Hufeng."
"Tidak peduli siapapun dirinya, jika berani mengusik kota ini, hidupnya pasti akan berakhir seperti ini!"
"Terakhir, seluruh keluarga Xue akan diusir dari kota ini dan dilarang memasuki kota ini selamanya!"
Dalam kasus ini, tidak semua keluarga Xue bisa dikatakan bersalah, namun jika membiarkan mereka tetap di kota, mereka hanya akan menjadi bahan cemoohan para penduduk.
Selain itu, bukan tidak mungkin jika mereka akan merencanakan balas dendam, bahkan mungkin, dendam itu sudah tertanam dalam diri mereka sejak eksekusi itu dilakukan.
Oleh karena itu, Fan Chou memutuskan untuk mengusir mereka, agar tidak ada yang bisa mencemooh mereka, juga bisa mengantisipasi pembalasan dendam yang mungkin akan terjadi.
***
Kabar mengenai kematian ayahnya kini sudah terdengar sampai ke telinga Xue Ming, meski sangat sedih dan merasa kehilangan, namun ia tidak menunjukkan perasaannya itu.
Justru, yang tergambar di wajahnya saat ini hanyalah amarah, dendam dan juga kebencian yang begitu besar. Bahkan, ia sudah bersumpah untuk menghancurkan kota Hufeng.
Tidak hanya itu saja, ia juga menyimpan dendam yang sangat besar pada iblis bertopeng, karena ia mengetahui jika iblis-lah yang telah mengkhianati ayahnya dan juga keluarga Xue.
"Iblis bertopeng, suatu saat nanti akan aku tunjukkan siapa iblis yang sebenarnya!"
"Apa kau sedih?"
Xue Ming menggeleng pelan, "tidak ada gunanya bersedih, karena kesedihan tidak akan menyelesaikan apapun" jawabnya.
"Bagus! Memang begitulah seharusnya murid-ku!"
"Guru, aku ingin memiliki kekuatan yang lebih besar lagi, apa guru bisa membantuku?"
"Tentu saja, karena itu sudah menjadi tugasku sebagai gurumu."
***
Sementara itu.
Setelah meninggalkan kota Hufeng, Yun Fei memutuskan untuk menuju ke kota kekaisaran, karena menurutnya, di kota besar pastilah ada banyak hal yang bisa menarik perhatiannya.
Selain itu, tujuannya datang ke sana adalah untuk menambah pengalaman, karena di kota besar, pastilah banyak kultivator yang kekuatannya jauh lebih besar darinya.
"Kota kekaisaran, aku datang!" ujar Yun Fei seraya mempercepat langkahnya.
Beberapa jam kemudian.
Yun Fei menghentikan langkahnya, seluruh tubuhnya nampak gemetar karena aura intimidasi yang menimpa tubuhnya, bahkan, aura tersebut sampai membuatnya sesak napas.
"A-aura macam apa ini?"
"Sial! Aku tidak punya pilihan lain selain bersembunyi."
Kemudian, Yun Fei mengenakan jubah dan topengnya, agar aura keberadaannya tidak dirasakan oleh sosok tersebut, meski begitu, ia masih belum sepenuhnya terlepas dari bahaya.
"Baiklah, mari kita lihat sosok apa yang memiliki aura ini."
Tidak berselang lama, sosok yang memancarkan aura luar biasa itupun muncul, namun bukannya takut pada sosok itu, Yun Fei justru nampak kaget saat melihat wujudnya.
Bagaimana tidak? Sosok yang memancarkan aura luar biasa itu, ternyata tidak sesuai dengan apa yang ada dalam bayangan Yun Fei, bahkan mendekati saja tidak.
Dalam benaknya, Yun Fei membayangkan betapa besar dan mengerikannya sosok itu, namun nyatanya, sosok itu tidak besar ataupun mengerikan sedikitpun.
Alih-alih mengerikan, sosok itu justru terlihat sangat menggemaskan. Bulu di tubuhnya sangat tebal dan tubuhnya hanya sebesar seekor kucing, namun bentuknya tidaklah seperti kucing.
"Kucing, rubah, serigala? Sebenarnya hewan apa ini?"
"Lupakan, tidak penting dia itu hewan apa, sebaiknya aku pergi meninggalkan tempat ini."
Setelah merasa aman, Yun Fei kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut, tentunya dengan sangat berhati-hati agar tidak disadari oleh hewan spiritual yang sangat kuat itu.
Namun sialnya, keberuntungan seperti sedang tidak berpihak pada Yun Fei, karena saat beranjak dari sana, ia tanpa sengaja menginjak ranting kering hingga menimbulkan suara.
Wushh.
Aura yang sangat luar biasa langsung menimpa tubuh Yun Fei, namun berbeda dengan sebelumnya, aura yang menimpa tubuhnya kali ini berkali-kali lipat lebih besar dari sebelumnya.
"Matilah aku!"
Yun Fei ingin meninggalkan tempat tersebut, namun ia tidak bisa bergerak sedikitpun, jangankan untuk melangkah, ia bahkan tidak bisa menggerakkan satupun jari tangannya.
Yun Fei berkeringat dingin, tubuhnya gemetaran karena rasa takut yang kini menyelimuti dirinya, apalagi saat hewan spiritual itu menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam.
"Ma-maaf, a-aku tidak bermaksud mengganggumu" ucap Yun Fei seraya menunjukkan senyuman terbaiknya, namun hal itu malah membuatnya terlihat aneh.
Hewan spiritual itu tidak menanggapi perkataannya, ia hanya mengelilingi Yun Fei seraya mengendus bau tubuhnya, kemudian hewan spiritual itu duduk di depannya seraya menatap matanya.
"Apa yang dia lakukan?"
Saat ini, Yun Fei benar-benar sudah siap menerima resiko apapun, namun hewan spiritual itu tidak melakukan apa-apa, ia hanya menjilati salah satu kaki depannya seperti seekor kucing.
Pada saat yang bersamaan, aura intimidasi yang sebelumnya menindas tubuh Yun Fei menghilang, begitupun dengan belenggu tak terlihat yang mengekang gerakannya.
Saat Yun Fei masih diselimuti oleh kebingungan, hewan spiritual itu tiba-tiba saja menghampiri dirinya, lalu menggeliat manja seperti kucing yang ingin dibelai oleh Tuannya.
Dengan perasaan takut dan ragu yang masih menyelimuti dirinya, Yun Fei kemudian berjongkok, lalu memberanikan diri untuk membelai hewan spiritual tersebut.
"A-apa aku boleh menyentuhmu?" tanya Yun Fei.
Hewan itu masih tidak menanggapi, namun ia mendekatkan kepalanya ke telapak tangan Yun Fei, seolah-olah ia memang ingin disentuh dan dibelai oleh Yun Fei.
Senyuman indah terukir dibibir Yun Fei, kemudian ia menyentuh dan mengelus kepala hewan spiritual tersebut dengan lembut.
"Kau ingin ikut denganku?"
Berbeda dengan sebelumnya, kali ini hewan spiritual itu menanggapi perkataan Yun Fei dengan anggukan pelan.
"Baiklah, kalau begitu aku akan membawamu. Tapi sebelum itu, aku akan memberikan nama untukmu" ucap Yun Fei, lalu memikirkan nama yang cocok untuk hewan spiritual itu.
"Kau memiliki bulu putih dan sangat lembut. Lalu, kau juga mirip seperti seekor serigala, walaupun tubuhmu jauh lebih kecil dari mereka, tapi tetap saja ada kemiripan."
"Jadi, namamu adalah Yin Lang."
Hewan spiritual itu mengangguk tanda setuju, kemudian di bawah kaki mereka tercipta sebuah lingkaran sihir yang cukup besar, lalu lingkaran sihir itu memancarkan cahaya yang langsung menyelimuti tubuh keduanya.
Pada saat yang bersamaan, ingatan aneh kembali muncul dalam benak Yun Fei, ingatan mengenai sosok serigala berbulu putih yang sangat besar, juga memiliki tujuh ekor seperti hewan spiritual di depannya itu.
"Ingatan apalagi ini?"
"Hah" Yun Fei menghela napas panjang, "sudahlah, sebaiknya aku melanjutkan perjalanan" gumamnya.
"Yin Lang, mari kita pergi ke kota kekaisaran."
Yin Lang mengangguk, kemudian melompat ke pundak Yun Fei.