
Beberapa hari kemudian.
"Akhirnya aku berhasil sampai ke sini."
Yun Fei tersenyum senang menatap pohon besar di depannya. Sekilas, memang tidak ada yang spesial dari pohon itu, namun di dalamnya, ada sesuatu yang sangat menarik bagi Yun Fei.
Semuanya berawal saat dia memeriksa cincin penyimpanan yang ia dapatkan, kala itu, Yun Fei menemukan sebuah gulungan hitam di dalam salah satu cincin penyimpanan tersebut.
Pada awalnya, Yun Fei berpikir jika gulungan itu hanya gulungan biasa, namun setelah diperiksa, gulungan hitam itu ternyata menyimpan informasi mengenai salah satu misteri di dunia kuno ini.
"Aku harus berterima kasih pada orang-orang bodoh itu, kalau bukan karena mereka, aku tidak akan pernah menemukan tempat ini."
Yun Fei menghela napasnya, kemudian mengelilingi pohon yang sangat besar tersebut, lalu menghentikan langkahnya setelah berada tepat di bagian belakang pohon itu.
"Jika dilihat dari posisiku sebelumnya, posisiku sekarang sepertinya sudah tepat."
Kemudian, Yun Fei mengalirkan energi spiritual ke tangan kanannya, seketika itu juga, lengan kanannya itu langsung diselimuti oleh kekuatan petir berwarna merah.
"Biarkan aku masuk!" ujar Yun Fei.
Dhuaaar!
Ledakan dahsyat terjadi saat tinju Yun Fei menghantam batang pohon, walaupun tidak terjadi apapun, namun pukulan kerasnya itu berhasil membuat pohon raksasa itu bergetar.
Tidak lama berselang, timbul retakan di batang pohon tersebut, lalu setelahnya, kulit pohon raksasa itu tiba-tiba saja terbuka layaknya sebuah gerbang yang sangat besar.
"Portal dimensi yang menarik" gumam Yun Fei, lalu memasuki portal tersebut.
Setelah melewati portal tersebut, Yun Fei kini berada di sebuah aula yang sangat besar dan megah, namun tatapan matanya langsung tertuju pada seseorang yang tengah duduk di singgasana.
"Orang ini... apa dia bukan manusia?"
Pria yang tengah duduk di singgasana megah itu memang terlihat seperti manusia, namun anehnya, Yun Fei tidak merasakan adanya aura kehidupan di tubuh pria tersebut.
Selain itu, Yun Fei juga merasakan adanya aura aneh ditubuh pria tersebut, aura aneh yang tidak ia ketahui dan belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Setelah sekian lama, akhirnya ada juga yang menemukan tempat ini" ucap pria itu.
"Anak muda, siapa namamu?" tanya pria itu.
"Kebetulan sekali, aku juga memiliki pertanyaan yang sama untukmu."
"Hahahaha!" suara tawa yang sangat lantang menggema di seluruh aula.
"Kekuatan yang luar biasa, bahkan suara tawanya saja mampu membuatku terintimidasi."
Tubuh Yun Fei gemetar dan tidak bisa digerakkan, walaupun sudah berusaha dengan keras, tapi seperti ada sesuatu yang sangat kuat tengah membelenggu dirinya.
"Dari aku hidup sampai sekarang, belum ada seorangpun yang berani mengabaikan pertanyaan-ku."
"Dari aku hidup? Berarti dia sudah mati? Setelah mati saja kekuatannya sedahsyat ini, lalu bagaimana saat dia masih hidup."
Pria itu kemudian melambaikan tangan kanannya dan disaat yang bersamaan, Yun Fei tiba-tiba saja terlempar dengan sendirinya hingga menabrak dinding gua.
"Kenapa kau malah menjauh, kemari-lah, aku ingin bicara denganmu."
Lagi-lagi, keanehan terjadi pada Yun Fei, jika sebelumnya ia terlempar dengan sendirinya, sekarang tubuhnya malah diseret dengan paksa hingga kembali ke tempat sebelumnya.
"Siapa namamu?"
"Yun Fei!"
Walaupun terpaksa, namun ia tidak punya pilihan lain selain menyebutkan namanya, kalau tidak, pria di depannya itu pasti akan melemparnya lagi.
"Hanya Yun Fei? Bukankah kau memiliki banyak nama?"
"Apa maksudmu?"
Wushh.
Dhuaaar!
Yun Fei kembali terlempar hingga menabrak dinding aula dan setelah itu, tubuhnya kembali diseret dengan paksa hingga kembali ke tempat yang sama seperti sebelumnya.
"Siapa namamu?"
"Apa maksudmu, sialan! Bukankah aku sudah memberitahukan namaku padamu?"
Wushh!
Kali ini, tubuh Yun Fei ditimpa oleh tekanan intimidasi yang sangat dahsyat, bahkan tekanan itu sampai membuatnya bertekuk lutut di lantai, juga memuntahkan darah segar.
"Siapa namamu?"
"Sial, apalagi yang harus aku katakan untuk membuatnya percaya?"
"Apa kau tuli? Namaku Yun Fei!"
"Cihh! Masih tidak mau jujur, ya?"
Pria itu kemudian mengangkat jari tangannya dan seketika itu juga, tekanan intimidasi yang jauh lebih besar menimpa tubuh Yun Fei yang masih berlutut di lantai.
"Akhh" Yun Fei kembali memuntahkan darah akibat luka dalam yang ia dapatkan.
"Si-sial, a-aku benar-benar lemah."
Kesadaran Yun Fei akhirnya menghilang dan iapun jatuh pingsan, namun anehnya, posisi tubuhnya masih tetap sama seperti sebelumnya.
Wushh!
Aura kekuatan yang sangat dahsyat terpancar dari tubuh Yun Fei, bahkan aura itu berhasil melenyapkan tekanan intimidasi yang menindas dirinya.
"I-ini..."
Pria itu tidak bisa berkata-kata, Yun Fei yang semula berlutut di hadapannya, sekarang malah tiba-tiba muncul di depannya.
"Beraninya jiwa kecil sepertimu menginginkan raga ini, apa kau pikir aku akan diam saja?"
"Si-siapa kau?"
"Hahahaha!" tawa mengerikan keluar dari mulut Yun Fei, "kau tidak pantas mengetahui siapa aku!"
"A-aku..."
"Percuma saja, karena aku tidak akan memberi pengampunan padamu."
"Tapi baiklah, karena kau berani mengusik tidurku, maka aku akan memperlihatkan siapa diriku padamu."
Pupil mata Yun Fei berubah merah, kemudian memancarkan cahaya yang cukup terang, setelah itu, keduanya seperti berpindah ke tempat yang berada di dimensi lain.
Tubuh pria itu bergetar, bukan karena melihat Yun Fei, melainkan karena sosok yang berdiri dibelakangnya, sosok yang begitu luar biasa mengerikan dan menakutkan baginya.
"Apa kau puas?"
Pria itu tidak mengatakan apa-apa, mulutnya tiba-tiba terkunci dan suaranya tidak bisa keluar, bahkan satu katapun tidak bisa ia keluarkan dari mulutnya.
"Sepertinya kau sudah puas."
Kemudian, mereka kembali ke tempat sebelumnya.
"ada kata-kata terakhir?"
Pria itu menggeleng pelan, "tidak ada lagi yang bisa hamba katakan."
"Baiklah, saatnya untuk melenyapkan-mu!"
Kobaran api hitam yang entah darimana asalnya, menyelimuti tubuh pria itu, kemudian tubuhnya menghilang dilahap oleh api berwarna hitam tersebut.
***
"Apa yang terjadi?"
Yun Fei akhirnya membuka mata, namun ia tidak bisa mengingat apapun kecuali kejadian sebelum dirinya jatuh pingsan.
Selain tidak mengingat apapun, Yun Fei juga tidak menemukan pria sebelumnya dimana-pun, bahkan ia tidak lagi merasakan aura keberadaannya.
"Meski tidak tahu apa yang terjadi, setidaknya pria sialan itu sudah tidak ada di sini."
Setelah itu, Yun Fei memutuskan untuk menyusuri tempat tersebut, karena ia yakin, di sana tersimpan sesuatu yang sangat menarik dan tentunya, bisa membantunya untuk meningkatkan kekuatannya.
"Sudah kuduga, tempat ini menyimpan banyak harta."
Yun Fei tersenyum senang menatap ruangan yang penuh dengan berbagai macam sumberdaya tingkat tinggi, di sana juga ada banyak senjata spiritual tingkat menengah.
"Sial! Cincin ini tidak bisa menyimpan apapun lagi."
"Semoga saja ditempat ini ada cincin penyimpanan."
Meski sudah menemukan gudang yang penuh dengan harta, namun semua itu tidak akan berarti jika Yun Fei tidak bisa membawanya.
Kalaupun tidak menggunakan cincin penyimpanan, tentu ada batasan yang bisa ia bawa, selain itu, membawa banyak benda pasti akan sangat mencolok dan pastinya, ia akan menjadi incaran kultivator lain.
"Hahaha, akhirnya ketemu!"
Yun Fei tertawa senang menatap sebuah cincin berwarna biru yang ia temukan, dan setelah memeriksanya, cincin itu ternyata memiliki penyimpanan yang tidak terbatas.
"jangan salahkan aku karena merampas semuanya, tapi salahkan dirimu yang sembarangan menyimpan benda!"