The God Of Void

The God Of Void
Chapter 54. Buronan klan kuno



Saat ini, benua Huangwu sedang heboh karena tersebarnya lukisan wajah seseorang di beberapa kota di benua Huangwu, dan lukisan wajah itu tidak lain adalah lukisan wajah Yun Fei.


Namun, yang lebih menghebohkan lagi adalah, di bawah lukisan wajahnya itu, terdapat tulisan mengenai hadiah yang akan diberikan pada siapa saja yang berhasil membawa kepalanya.


Pada awalnya, lukisan itu memang hanya menyebar di beberapa kota saja, namun seiring berjalannya waktu, lukisan itu kini sudah menyebar hampir ke seluruh wilayah benua Huangwu.


Sejak menyebarnya lukisan tersebut, ribuan kultivator mulai berlomba-lomba untuk memburu Yun Fei, karena mereka semua menginginkan hadiah besar yang ditawarkan tersebut.


Apalagi, mereka sudah mengetahui jika Yun Fei sedang diburu oleh orang-orang klan kuno, lebih tepatnya klan api suci, yang artinya, hadiah yang mereka tawarkan pastinya sangat besar.


Dan diantara mereka yang memburunya, kelompok yang saat ini mengepung Yun Fei adalah salah satunya, mereka adalah kelompok pemburu hadiah yang berasal dari salah satu kota di wilayah tengah.


***


"Aku ingatkan sekali lagi, aku tidak pernah mencari masalah dengan kalian, jadi sebaiknya kalian pergi dari sini."


"Hahahaha! Kau memang tidak punya masalah dengan kami, tapi kami-lah yang punya masalah denganmu!"


"Hah" Yun Fei menghela napas panjang, "sepertinya memang percuma saja bicara baik-baik dengan orang seperti kalian" ucapnya.


"Tunggu apa lagi? Silahkan maju" ucap Yun Fei dengan nada bicaranya yang santai.


"Bunuh dia!" ujar ketua kelompok tersebut.


Para kultivator yang sudah bersiap-siap itupun melesat maju dan langsung menyerang, namun Yun Fei masih belum melakukan apapun, bahkan ia tidak beranjak dari tempatnya.


Ketika beberapa orang dari mereka berada dalam jangkauannya, Yun Fei kemudian mengeluarkan pedangnya, lalu melancarkan serangan dengan sangat cepat.


Slash!


Slash!


Dalam sekejap, tiga orang yang berada dalam jangkauannya berhasil ditumbangkan, dan ketiganya meregang nyawa dengan keadaan yang mengenaskan.


"Selanjutnya!"


Yun Fei tiba-tiba menghilang dari pandangan mereka semua dan pada saat bersamaan, di tempat itu terdengar suara tebasan pedang dengan sangat jelas.


"I-ini tidak mungkin!"


Ketua kelompok itu berdiri diam menyaksikan pemandangan mengerikan di depannya, bahkan tubuhnya gemetar hebat akibat kengerian yang tengah menyelimuti dirinya.


Bagaimana tidak? Dua puluh kultivator dengan level kekuatan yang cukup tinggi, malah dibantai habis oleh Yun Fei hanya dalam hitungan detik, dan mereka semua mati dengan mengenaskan.


"Jelaskan semuanya!"


"Ba-baik" pria itu mengangguk dan langsung menjelaskan semuanya, termasuk alasan kenapa mereka memburu Yun Fei.


Amarah yang sangat besar tergambar jelas di wajah Yun Fei, ia juga tidak menyangka jika klan api suci malah menganggapnya sebagai buronan yang harus dilenyapkan.


Tapi, Yun Fei bukanlah orang yang suka bertindak gegabah dan untuk saat ini, ia ingin pergi ke klan api suci untuk mendapatkan penjelasan mengenai situasi yang terjadi saat ini.


"Terima kasih" ucap Yun Fei, lalu menebas leher pria tersebut.


***


Sementara itu.


Dhuaaar!


Suara ledakan yang sangat keras berhasil mengejutkan orang-orang yang ada di klan api suci, termasuk Huo Ming serta para petinggi klan yang tengah berada di aula pertemuan.


"Orang sialan mana yang berani mengacau di klan-ku?!"


"Ketua! Iblis bertopeng menyerang klan kita!" ujar salah seorang anggota klan.


"Apa?!"


Huo Ming terlihat sangat kaget ketika mendengar hal tersebut, ia dan para petinggi klan kemudian meninggalkan aula dan pergi ke arah gerbang untuk menghentikan iblis bertopeng.


Ketika mereka tiba di sana, suasana sudah sangat kacau, ada banyak sekali anggota klan yang mati karena serangan iblis bertopeng.


Pertarungan yang sedang terjadi langsung terhenti, para anggota klan langsung mundur dan menghampiri Huo Ming serta para petinggi klan yang juga ada di sana.


"Apa-apaan ini, kenapa kau menyerang klan-ku?!"


"Kau bilang kenapa? Seharusnya akulah yang bertanya padamu, apa maksudnya kau membuat semua ini?!"


Iblis bertopeng mengeluarkan beberapa lembar kertas dari cincin penyimpanannya, lalu melempar kertas yang terdapat lukisan dirinya dan Yun Fei ke udara.


Huo Wen melompat ke udara dan meraih salah satu kertas tersebut, lalu menunjukkannya pada Huo Ming serta para petinggi klan lainnya.


Mereka semua nampak kaget, terutama Huo Ming, karena dirinya tidak pernah merasa telah menyebarkan lukisan tersebut, dan tidak mungkin ia akan melakukan hal itu.


"Apa maksudnya ini?"


"Lagi-lagi kau menanyakan hal konyol, justru akulah yang seharusnya menanyakan hal itu padamu!"


"Apa maksudmu, aku tidak melakukan apapun!"


"Huo Ming, aku menghormatimu hanya karena Yun Fei, tapi sekarang, aku sangat ingin membunuhmu!"


"Serang mereka!" ujar iblis bertopeng.


Seketika itu juga, beberapa orang yang juga mengenakan topeng muncul di sana, kemudian mereka semua menyerang Huo Ming dan para petinggi klan api suci.


Peperangan tidak bisa dihindari lagi, kedua belah pihak sudah saling menyerang dengan kekuatan terkuatnya, bahkan pertarungan mereka sudah menimbulkan dampak yang besar.


Disisi lain.


Huo Ming yang tengah berhadapan dengan iblis bertopeng, merasakan adanya keanehan pada diri lawannya itu, keanehan tersebut adalah cara bertarung serta aura yang keluar dari tubuhnya.


Meski hanya sekali, namun Huo Ming sudah melihat dengan jelas bagaimana cara bertarung iblis bertopeng, tapi yang ia hadapi saat ini justru sangat berbeda dengan gaya bertarung iblis bertopeng.


Keanehan kedua adalah, sebelumnya Huo Ming tidak bisa merasakan aura kekuatan iblis bertopeng, tapi sekarang, aura kekuatan iblis bertopeng bisa dirasakan dengan jelas.


Namun, Huo Ming tidak terlalu menghiraukannya, karena yang harus ia lakukan sekarang hanyalah mengalahkan iblis bertopeng, agar kesalahpahaman itu berakhir.


"Dimana Yun Fei?" tanya Huo Ming disela-sela pertarungan.


"Kau tidak berhak untuk mengetahui dimana Tuanku berada!"


"Dengarkan aku, sebaiknya kau memanggilnya kemari, agar kesalahpahaman ini bisa diluruskan."


"Tidak ada lagi yang perlu diluruskan, karena Tuan-lah yang memberi perintah untuk menyerang!" ujar iblis bertopeng.


Slash!


"Arkhhh!"


Sebuah serangan yang dilakukan secara diam-diam mengenai punggung Huo Ming dan berhasil melukainya.


Pada saat yang bersamaan, iblis bertopeng menggunakan kesempatan itu untuk menyerang, dan ia berhasil menusuk Huo Ming dengan pedangnya.


"Selamat tinggal, Huo Ming!" ujar iblis bertopeng seraya mencabut pedangnya dari perut Huo Ming.


Kemudian, iblis bertopeng mengangkat pedangnya ke atas dan bersiap untuk memenggal Huo Ming, namun aksinya digagalkan oleh Huo An.


Dhuaaar!


Serangan yang dilancarkan oleh Huo An mengenai iblis bertopeng, sehingga membuatnya terlempar beberapa meter jauhnya, ia juga muntah darah karena dampak dari serangan itu.


"Mundur!" ujar iblis bertopeng, lalu menghilang dari pandangan.


"Ja-jangan di kejar" Huo Ming menghentikan para petinggi klan yang hendak mengejar iblis bertopeng.


"Kakak, kenapa kau menghentikan kami?"


"Kita urus masalah ini nanti, yang lebih penting, kita harus menyelamatkan kakak terlebih dahulu!" ujar Huo An.