The God Of Void

The God Of Void
Chapter 69. Tekad



Yun Fei tersentak saat mendengar pria itu menyebutkan gelar dan juga namanya, karena nama dan gelar itu adalah nama dan gelar yang selama ini hadir dalam mimpi dan ingatannya.


Tidak terhitung berapa banyak yang telah Yun Fei pelajari dari dewa pedang, meski hanya melalui sebuah ingatan ataupun mimpi, namun apa yang ia pelajari sudah sangat membantunya.


"Apa kau benar-benar dewa pedang?" tanya Yun Fei yang masih belum bisa percaya pada pria didepannya itu.


"Aku mengerti kenapa kau bertanya seperti itu, tapi baiklah, aku akan membuktikannya padamu" jawab Lin Feng.


Tidak lama kemudian, langit yang awalnya cerah tiba-tiba saja berubah mendung, lalu dari balik awan gelap yang menutupi langit, muncul ratusan pedang yang terbuat dari energi.


Selain ratusan pedang yang berukuran sedang, di langit juga muncul sebilah pedang yang sangat besar, bahkan ukurannya jauh lebih besar daripada sebuah gunung.


"Ti-tidak mungkin, i-ini benar-benar tidak mungkin!"


"Selama kau ingin berusaha, tidak ada hal yang tidak mungkin untuk dilakukan!" ujar Lin Feng.


Perkataan Lin Feng memang benar, tapi bagi Yun Fei, mengubah hal yang tidak mungkin menjadi mungkin itu adalah hal yang sangat sulit, bahkan hampir mustahil untuk dilakukan.


"Tidak usah bingung, selama kau mau menjadi murid-ku, kau pasti bisa melakukan hal yang sama" sahut Lin Feng.


Yun Fei terdiam, meski sudah mengetahui kekuatan pria didepannya itu, namun ia masih belum yakin apakah harus menerima pria itu menjadi gurunya atau tidak.


Untuk saat ini, kekuatannya memang sudah sangat luar biasa, namun apa yang ia miliki saat ini masih belum sempurna, dan untuk menyempurnakan hal itu, ia membutuhkan seorang guru.


"Baiklah, aku mau menjadi murid-mu."


"Bagus, hal pertama yang harus kau lakukan adalah menghancurkan salah satu pedang itu" ucap Lin Feng.


Yun Fei mengangkat sudut bibirnya, "hanya menghancurkan pedang? Aku bisa melakukannya dengan mudah!" ujarnya, kemudian melesat terbang ke udara.


Setelah itu, Yun Fei melapisi lengannya dengan energi spiritual, lalu menghantam salah satu pedang yang ada di sana.


Dhuaaar!


Ledakan dahsyat terjadi ketika pukulan Yun Fei menghantam pedang tersebut, namun sayangnya, ledakan serangan itu tidak memberikan dampak apapun pada pedang tersebut.


"I-ini..."


"Jangan menganggap remeh tantangan ini, karena setiap pedang itu mengandung tekad dari seorang dewa pedang!"


"Maaf, aku telah salah karena terlalu menganggap remeh tantangan ini" sahut Yun Fei.


Yun Fei mengepalkan tinjunya, ia benar-benar tidak menyangka jika pedang energi itu jauh lebih kuat dari bayangannya, bahkan pedang itu lebih keras daripada baja.


"Padahal sudah menggunakan energi spiritual, tapi kenapa tanganku terasa sangat sakit?"


"Sebelum melakukan serangan, sebaiknya kau mengetahui apa yang akan kau serang terlebih dahulu" ucap Lin Feng.


"Tentu saja aku mengetahuinya" sahut Yun Fei.


Lin Feng menggeleng pelan, "kau tidak mengetahui apa-apa, jika tidak, tanganmu tidak akan terasa sakit seperti itu."


"Pedang itu memang terbuat dari energi spiritual, tapi kau harus mengetahui energi macam apa yang ada di dalamnya."


"Aku masih belum paham" sahut Yun Fei.


Lin Feng menghela napas panjang, kemudian ia meminta Yun Fei untuk menciptakan sebilah pedang dengan energi spiritualnya.


Setelah itu, Lin Feng menghampiri Yun Fei, lalu ia menghancurkan pedang ciptaan Yun Fei itu dengan menggunakan jari telunjuknya saja.


"Kau tahu kenapa pedangmu bisa hancur dengan mudah?"


"Kenapa?"


"Karena pedangmu tidak memiliki tekad!"


Lin Feng menjelaskan jika sebuah senjata akan semakin hebat bila di dalamnya tertanam tekad yang kuat, misalnya saja sebilah pedang yang diciptakan dengan energi spiritual.


Jika di dalam pedang itu ditanamkan tekad untuk membunuh, maka pedang itu akan membunuh, jika ditanamkan tekad untuk melindungi, maka pedang itu akan melindungi.


"Jadi maksudmu..."


"Benar! Sampai kapanpun kau tidak akan bisa menghancurkan pedang itu."


"Lalu kenapa?"


"Karena aku ingin kau belajar memahami apa arti pedang yang sesungguhnya!"


"Aku ingin menanyakan satu hal padamu. Selama ini, kau menggunakan pedang-mu untuk apa?"


"Tentu saja untuk membunuh musuh-musuhku!"


"Kalau begitu, coba kau tunjukkan padaku" sahut Lin Feng.


"Benarkah?"


Lin Feng mengangguk, "benar! Aku ingin melihat bagaimana kau membunuh musuh-mu dengan pedang!"


Sampai saat ini, Yun Fei masih tidak paham mengenai jalan pikiran Lin Feng, karena pengetahuan seperti ini adalah hal yang sangat baru dan terasa asing untuknya.


Tapi apapun itu, Yun Fei akan tetap melakukannya, karena hanya Lin Feng, satu-satunya orang yang bisa menyempurnakan kemampuannya yang tidak seberapa itu.


Setelah itu, Yun Fei mengeluarkan sebilah pedang dari cincin penyimpanannya, dan tidak lupa ia juga melepaskan aura membunuh yang sangat besar.


"Jadi ini yang kau sebut pedang untuk membunuh?"


"Maksudmu?"


Lin Feng menghela napas seraya menggeleng pelan, kemudian mengeluarkan sebilah pedang dari cincin penyimpanannya.


"Biar aku tunjukkan seperti apa tekat untuk membunuh yang sebenarnya!"


Wushh!


Aura membunuh yang jauh lebih besar terpancar dari tubuh Lin Feng, bahkan aura membunuh milik Lin Feng berhasil menekan aura membunuh yang dikeluarkan oleh Yun Fei.


Tidak hanya itu saja, aura membunuh itu juga membuat suasana berubah mencekam dan Yun Fei, tubuhnya nampak gemetaran karena merasakan kengerian yang luar biasa besar.


"Ini-lah kekuatan yang akan kau dapatkan jika menanamkan tekad kedalam pedang-mu."


"Dengan kekuatan seperti ini, kau tidak hanya bisa membunuh musuh-mu, tapi juga bisa menyiksa mereka dengan kengerian!"


"Jadi, apa kau sudah paham apa maksudku?"


Yun Fei mengangguk paham, "lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?"


"Untuk saat ini, kau boleh melakukan apapun yang kau inginkan, karena sekarang, aku harus pergi melakukan sesuatu."


"Baiklah, tapi apa aku..."


"Iya! Kau bisa menjadi murid-ku!" ujar Lin Feng, kemudian menghilang dari pandangan Yun Fei.


Tidak lama setelah gurunya itu pergi, awan gelap yang semua menutupi langit langsung menghilang secara perlahan, begitupun dengan ratusan pedang yang sebelumnya melayang di udara.


"Aku beruntung karena memiliki guru yang luar biasa" gumam Yun Fei.


"Tapi, aku yang dianggap hebat oleh orang lain, ternyata bukan apa-apa di hadapannya."


Bila dibandingkan dengan pemuda seusianya, mungkin Yun Fei dianggap sebagai jenius tiada dua, namun di mata orang hebat seperti Lin Feng, ia hanyalah semut yang terjebak di dasar jurang.


"Hah" Yun Fei menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, "aku harus memulai semuanya dari sekarang, kalau tidak, tujuanku tidak akan pernah bisa tercapai."


Setelah benar-benar tenang, Yun Fei kemudian kembali ke tempat duduknya yang sebelumnya, lalu memejamkan kedua matanya dan melanjutkan meditasi-nya yang tertunda.


Namun, dalam meditasi-nya kali ini, kesadarannya tidak lagi masuk ke alam bawah sadarnya, bahkan ingatan aneh yang sering muncul dibenaknya saat bermeditasi juga tidak ada lagi.


Bisa dikatakan jika dirinya sekarang benar-benar merasakan ketenangan yang sesungguhnya, ketenangan tiba-tiba saja muncul setelah dirinya bertemu dengan Lin Feng.