
Hari-hari kian berlalu, usaha keras yang dilakukan Yun Fei setiap hari akhirnya membuahkan hasil, dan saat ini, ia sudah bisa menjaga keseimbangannya di atas batang pohon itu.
Namun masalahnya masih belum selesai, karena sekarang, ia harus bisa bermeditasi ditengah guncangan yang disebabkan oleh derasnya aliran air sungai tersebut.
Walaupun sudah bisa berdiri dan duduk dengan stabil, bahkan tidak terjatuh lagi ke dalam sungai, namun untuk bisa bermeditasi di sana juga bukanlah perkara yang mudah.
Untuk bisa bermeditasi, tentunya dibutuhkan tempat yang tenang dan juga nyaman, namun tempat itu malah jauh dari kata tenang dan nyaman, sehingga sangat sulit untuk bermeditasi di sana.
"Apa lagi yang kau pikirkan, cepat bermeditasi!"
"Baik" sahut Yun Fei, lalu memejamkan matanya.
Yun Fei berusaha untuk menenangkan dirinya, juga berusaha mengabaikan segala gangguan yang ada, namun sialnya, guncangan itu selalu saja membuatnya kehilangan fokus.
Alhasil, selama hampir dua jam ia duduk di atas batang pohon tersebut, ia tetap gagal melakukan meditasi, karena ia tidak terbiasa bermeditasi ditengah gangguan seperti itu.
"Dasar payah, lanjutkan lagi nanti!"
"Maaf, aku benar-benar belum terbiasa."
"Itu bukan alasan dan jika ingin bertambah kuat, kau harus menyingkirkan segala alasan bodoh itu!"
Terkadang, kata-kata yang dilontarkan oleh pria itu benar-benar menusuk Yun Fei sangat dalam, namun ia sadar jika semua itu demi kebaikannya, sehingga ia tidak mengeluh sedikitpun.
Selain itu, ada perasaan hangat yang tidak bisa dijelaskan olehnya saat dia bersama pria itu, perasaan yang bahkan belum pernah ia rasakan selama hidupnya ini.
Oleh karena itu, tidak peduli setajam apapun kata-katanya, tidak peduli sesulit apapun latihan yang ia berikan, Yun Fei selalu mematuhinya dan tidak pernah membantahnya.
"Tunggulah di sini, aku akan mencari makanan untuk kita berdua" ucap pria itu, lalu menghilang dari pandangan Yun Fei.
Tidak lama setelah pria itu menghilang, Yun Fei kembali melompat ke atas batang pohon tersebut, lalu mencoba untuk bermeditasi lagi, karena ia tidak ingin membuat pria itu kecewa.
Entah apa alasannya, namun Yun Fei merasa sangat nyaman saat bersama pria itu, dan hal itu jugalah yang membuatnya bertekad untuk tidak gagal, agar pria itu tidak kecewa padanya.
"Kalau dipikir-pikir lagi, ini terasa sedikit aneh. Padahal aku tidak mengenalnya, tapi aku malah tidak ingin mengecewakannya."
"Benar-benar perasaan yang aneh."
Yun Fei menghela napas panjang dan membuang semua beban pikirannya, setelah benar-benar tenang, ia kemudian menutup mata dan mencoba untuk bermeditasi lagi.
Sementara itu.
"Dia anak yang pantang menyerah, benar-benar sama sepertinya."
Setelah mengamati Yun Fei untuk waktu yang cukup lama, pria itu kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut, karena dirinya harus mencari makanan untuk mereka berdua.
Disisi lain.
Masih sama seperti sebelumnya, Yun Fei juga belum berhasil melakukan meditasi di atas pohon yang mengambang itu, karena konsentrasinya selalu dikacaukan oleh guncangan akibat arus.
"Hah" Yun Fei menghela napas panjang, "lagi-lagi aku gagal melakukan meditasi."
"Sepertinya aku memang butuh istirahat." Yun Fei melompat dari atas batang pohon tersebut, lalu duduk dipinggir sungai.
"Dia masih belum kembali, sebaiknya aku bermeditasi disini dulu."
Kegagalan yang terus terulang itu membuat Yun Fei tidak bisa tenang dan berpikir jernih, karena itulah, ia memutuskan untuk bermeditasi agar mendapatkan ketenangan lagi.
Pada saat Yun Fei menutup matanya, sebuah ingatan kembali muncul dalam benaknya, ingatan itu menunjukkan seseorang yang tengah berkultivasi di bawah air terjun.
Walaupun yang berada di bawah air terjun itu bukanlah dirinya, namun ia bisa merasakan sensasi menyakitkan saat tubuh pemuda itu ditimpa oleh air terjun tersebut.
"Sungguh luar biasa."
Ketika Yun Fei masih terkagum-kagum dengan orang itu, ingatan lainnya kembali muncul dalam benaknya, dalam ingatan itu, ia melihat orang yang berbeda tengah menjelaskan sesuatu.
Sesuatu yang dijelaskan oleh orang itu adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh Yun Fei, yaitu cara untuk mendapatkan ketenangan dalam keadaan apapun.
Yun Fei tersenyum saat pria itu menyelesaikan penjelasannya, "entah ini kebetulan atau bukan, yang jelas, aku sangat beruntung karena ingatan seperti ini selalu muncul di otakku."
"Saatnya untuk mencoba saran pria itu."
***
"Wah, sepertinya dia berhasil melakukannya dengan cepat."
Pria misterius itu baru saja kembali dari berburu, ia cukup terkejut saat melihat Yun Fei yang sedang bermeditasi di atas batang pohon tersebut.
"Hmm... dia melakukannya jauh lebih cepat dari yang aku lakukan dahulu. Ibumu pasti bangga, Yun Fei."
"Baiklah, saatnya untuk melakukan tahapan terakhir."
Pria itu kemudian melayang dan menghampiri Yun Fei yang sedang bermeditasi, lalu ia menyentuh dahi Yun Fei dengan ujung telunjuknya.
"Dengan ini, kau bisa mempelajari semua teknik khusus yang telah aku ciptakan, putraku."
Setelah selesai menurunkan teknik khususnya pada Yun Fei, pria yang tidak lain adalah Yun Aotian itu menyiapkan makanan untuk Yun Fei, karena ia yakin putranya itu akan sangat lapar setelah bermeditasi.
"Fei, maafkan ayah, kau harus bersabar sedikit lebih lama lagi" gumam Yun Aotian, lalu menghilang dari pandangan.
***
Malam harinya.
Saat membuka mata, Yun Fei merasa tubuhnya sangat ringan dan penuh dengan energi, bahkan ia yakin jika level kekuatannya akan meningkat dalam waktu dekat.
"Makanannya ada di sini, tapi dimana dia?"
Yun Fei menghampiri daging bakar yang disiapkan oleh Yun Aotian, lalu meraih selembar kertas yang ada di samping daging bakar tersebut.
"Makanlah, maaf karena aku pergi tanpa mengatakan apapun, tapi ada urusan penting yang harus aku lakukan. Lanjutkan latihan-mu, karena saat kita bertemu nanti, aku ingin melihat seberapa besar pencapaian-mu."
"Hah" Yun Fei menghela napas panjang setelah membaca isi surat itu, "sepertinya aku akan sendirian lagi."
"Kau tenang saja, aku tidak akan membuatmu kecewa" gumam Yun Fei, lalu menyantap makanan itu dengan lahap.
Selesai makan, Yun Fei ingin segera melanjutkan latihannya, namun ia baru sadar jika ada sesuatu yang hilang dari dirinya, "Yin Lang! Dimana dia?"
"Tunggu, jangan-jangan dia yang membawa..."
"Hah, aku benar-benar akan sendirian sekarang."
Saat pergi meninggalkan tempat itu, Yun Aotian memang membawa Yin Lang bersamanya, karena ia ingin anaknya itu berusaha sendiri tanpa bantuan siapapun, termasuk Yin Lang.
Dengan usahanya sendiri, Yun Aotian sangat yakin jika putranya itu akan memahami apa arti kekuatan yang sebenarnya, karena kekuatan yang ia dapatkan adalah hasil dari kerja kerasnya sendiri.
***
Satu Minggu kemudian.
Cukup lama Yun Fei bermeditasi di tempat itu, hingga tanpa ia sadari satu Minggu sudah berlalu dengan sangat cepat, dan saat ini, ia sedang bersiap untuk melanjutkan perjalanan.
Kali ini, Yun Fei berniat untuk datang ke wilayah tengah benua Huangwu, wilayah yang tidak termasuk dalam kekuasaan kekaisaran manapun, dan bisa dikatakan sebagai wilayah yang bebas.
Namun, karena tidak dikuasi oleh kekaisaran manapun, wilayah tengah itupun menjadi wilayah yang sangat berbahaya akibat peperangan yang sering terjadi.
Alasan Yun Fei ingin datang ke wilayah itu hanya ada satu, yaitu menambah pengalaman bertarungnya, karena hanya ditempat itu ia bisa bertemu dengan banyak kultivator kuat.
"Wilayah tengah, aku datang!" ujar Yun Fei.
***
(Assalamu'alaikum semuanya, maaf karena jarang update, kalaupun update cuma bisa satu chapter. Bukan karena author malas, tapi karena author benar-benar sibuk, jadi harap kalian bisa memaklumi
Sekian untuk hari ini, see you next chapter, Bai-Bai!)