The God Of Void

The God Of Void
Chapter 77. Keputusan



Yun Hao melancarkan serangan bertubi-tubi dengan kekuatan penuh, sementara Huo Ling, ia hanya fokus menghindar juga menahan setiap serangan yang dilancarkan oleh Yun Hao.


Meski Yun Hao lah yang terlihat memimpin jalannya pertarungan dan berhasil memojokkan Huo Ling, namun sebenarnya, Huo Ling lah yang tengah mempermainkan Yun Hao.


"Hahahaha! Apa hanya ini saja kemampuan yang kau miliki, Huo Ling?"


"Seharusnya, kau tidak menantang-ku dengan pedang!"


Huo Ling hanya menanggapi dengan senyuman kecil, ia bukannya tidak bisa melancarkan serangan balasan, tapi hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk membalikkan keadaan.


"Tarian pedang petir!" ujar Yun Hao.


"Akhirnya dia menggunakan teknik itu juga" ucap Huo Ling dalam hatinya.


Huo Ling menghela napas panjang, menutup matanya sejenak seraya mengkonsentrasikan pikirannya, kemudian membuka mata sesaat sebelum pedang Yun Hao mengenainya.


Tidak hanya berhasil menghindari serangan pedang Yun Hao saja, tapi Huo Ling juga berhasil melancarkan serangan balasan dengan gerakan yang hampir sama dengan gerakan Yun Hao.


"Apa-apaan ini? Kenapa dia juga menguasai teknik klan-ku?"


"Tidak, itu bukan teknik pedang milik klan-ku, tapi hanya terlihat mirip dengan teknik yang aku gunakan."


"Cihh! Takkan aku biarkan kau sombong dengan teknik tiruan itu!" ujar Yun Hao.


"Siapa yang meniru teknik siapa?!" sahut Huo Ling.


Entah siapa yang telah menciptakan teknik tersebut, namun jika dilihat dari pergerakan, kedua teknik itu memang hampir sama, seolah-olah teknik itu diciptakan oleh satu orang yang sama.


"Sial! Kenapa teknik yang aku gunakan bisa kalah dari teknik tiruan ini?!"


Slash!


Dengan gerakan yang sangat cepat dan juga lincah, Huo Ling berhasil mendaratkan serangan di tubuh Yun Hao, meski tidak parah, namun luka itu sudah cukup untuk menghambatnya.


Slash!


Slash!


Tebasan lainnya kembali mendarat di tubuh Yun Hao dan berhasil memotong tangan kiri Yun Hao, lalu serangan itu dilanjutkan dengan tendangan yang membuat Yun Hao terlempar.


"Arkhhh! Si-sial! Ba-bagaimana aku bisa kalah?"


"Karena kau terlalu menyombongkan diri!" ujar Huo Ling seraya memasang kuda-kuda.


Kemudian, Huo Ling mengalirkan energi spiritual kedalam pedang di genggamannya, pada saat yang bersamaan, ia juga mengerahkan kekuatan api emas miliknya.


"Matilah!"


Slash!


Wushh!


Energi pedang yang cukup besar melesat kearah Yun Hao, meski dalam keadaan terluka, namun pemimpin klan langit cerah itu tetap bisa menciptakan perisai untuk melindungi dirinya.


Namun sialnya, perisai itu tidak cukup kuat untuk menahan serangan Huo Ling, karena serangan yang ia lancarkan juga mengandung kekuatan api emas yang sangat dahsyat.


Dhuaaar!


Ledakan terjadi ketika perisai yang diciptakan oleh Yun Hao berhasil dihancurkan, kemudian energi pedang itu melesat dan memotong tubuh Yun Hao menjadi dua bagian.


Disisi lain.


Pertarungan antara Yun Fei dan Guang Zhao juga sudah mencapai akhir, namun yang berbeda adalah, Yun Fei tidak memberikan kesempatan sedikitpun pada Guang Zhao untuk menyerang.


Selain itu, kondisinya juga jauh lebih parah daripada Yun Hao, bahkan kematiannya sangatlah mengenaskan, karena Yun Fei sengaja menebas tubuh musuhnya itu menjadi banyak bagian.


"Aku harus segera kembali!" ujar Yun Fei ketika sadar jika keluarganya masih dalam bahaya.


"Tenang saja, Lin Xia pasti bisa menangani masalah ini sendirian" sahut Lin Feng.


"Tapi..."


"Percayalah, selagi dia bukan dewa, maka tidak ada yang bisa mengalahkan cucuku itu."


"Baik, guru!"


***


Kabar tersebut juga telah terdengar sampai ke kekaisaran barat, bahkan kabar itu sampai membuat sang kaisar tertawa bahagia, karena empat dari tujuh musuhnya telah musnah.


"Yang mulia, sepertinya rencana untuk melenyapkan klan kuno sudah bisa kita lakukan sekarang."


"Kau benar! Sudah saatnya untuk menjalankan rencana-ku itu!"


"Lalu, klan manakah yang harus kita musnahkan terlebih dahulu, yang mulia?"


Xi Xuan diam sejenak sembari memikirkan klan mana yang akan menjadi target pertamanya, setelah beberapa saat berlalu, ia tiba-tiba saja tertawa lantang.


"Ada apa, yang mulia?"


"Untuk sementara waktu, kita hanya perlu mengawasi mereka dan jika sudah tiba waktunya, barulah kita akan memusnahkan mereka semua!"


"Baik, yang mulia!"


Sejak kecil, Xi Xuan memang sudah membenci yang namanya klan kuno, padahal dalam dirinya mengalir darah dari salah satu klan kuno yang telah lama musnah.


Kemusnahan itu sendiri terjadi akibat peperangan dahsyat beberapa puluh tahun lalu, dan sejak saat itulah, Xi Xuan bertekad untuk menghancurkan seluruh klan kuno yang ada di benua.


"Pertama-tama, aku harus melenyapkan mereka, setelah itu, barulah aku akan menyusun rencana untuk menguasai kekaisaran lainnya" gumam Xi Xuan dalam hatinya.


***


"Ada apa kakek? Kenapa kakek memanggilku?"


Lin Feng menghela napas panjang, "sudah lama sekali sejak kau meninggalkan rumah dan sekarang, sudah saatnya untuk kembali."


"Apa maksud kakek?"


Helaan napas panjang kembali terdengar dari mulut Lin Feng, kemudian ia menjelaskan bahwa tujuannya datang ke sana bukanlah untuk menjemput anak-anaknya, tapi menjemput Lin Xia.


"Tidak, aku tidak akan kembali tanpa paman dan bibi-ku!" ujar Lin Xia.


"Cobalah untuk mengerti, cucuku. Mereka yang sekarang adalah orang yang berbeda dan tidak pantas jika kita ikut campur dalam kehidupan mereka."


"Tapi..."


"Lin Xia, jika takdir menginginkan mereka untuk kembali."


Perkataan Lin Feng membuat putra Xie Long itu terdiam, karena apa yang dikatakan oleh kakeknya itu memang benar adanya.


Meski demikian, masih sangat sulit baginya untuk menerima keputusan kakeknya itu, apalagi ia sudah berusaha keras untuk mengembalikan ingatan Yun Fei dan Huo Ling.


"Kakek sangat paham apa yang kau rasakan sekarang, tapi cobalah untuk mengerti."


"Hah" Lin Xia menghela napas panjang, "lalu, bagaimana jika takdir tidak menginginkan mereka untuk kembali?"


"Berarti kita harus belajar untuk menerimanya."


"Hanya itu saja?"


Sebagai seorang ayah, Lin Feng tentu tidak ingin hal itu terjadi, karena bagaimanapun juga, mereka berdua adalah anak-anaknya.


Tapi, masalahnya adalah, tidak ada seorangpun yang bisa melawan kehendak takdir, termasuk dirinya yang merupakan dewa Asura.


"Aku akan menemui mereka berdua, setelah itu, kita akan kembali" ucap Lin Feng.


"Bagaimana caranya?"


Lin Feng mengangkat sudut bibirnya, "apa kau sudah lupa siapa kakek-mu ini?"


"Jangan-jangan..."


"Benar! Aku hanyalah bayangan, kakek-mu yang sebenarnya sedang menunggu di luar sana."


Dimensi misterius itu memang tidak memiliki energi dewa, sehingga mustahil untuk membuka portal dimensi, tapi bukan berarti tidak ada cara lain untuk keluar dari sana.


Cara lain itu adalah dengan membuka portal dimensi dari luar dimensi itu sendiri, namun untuk melakukan hal itu, dibutuhkan dua orang dengan kekuatan yang sama atau menyatu.


Dan, cara ini jugalah yang pernah dilakukan oleh Jia Zhen dan Zhen Jia dahulu, tepatnya saat mereka menyelamatkan Lin Feng dari dimensi misterius tersebut.