
Merencanakan sesuatu memanglah sangat mudah, namun untuk menjalankan serta membuat rencana itu berjalan sesuai keinginan, tidaklah semudah mengucapkannya.
Hal ini jugalah yang sedang dialami oleh Yun Fei dan Huo Ling. Walaupun keduanya sudah membuat keputusan, namun hasil akhirnya sangat berbeda jauh dari keinginan mereka.
Meskipun begitu, mereka sudah bisa menduga jika rencananya tidak akan berjalan mulus, karena masalah tiga tahun lalu masih menyisakan luka yang belum sembuh total.
"Bagaimanapun juga, aku tetap tidak setuju untuk menerimanya di klan kita!"
"Aku juga tidak setuju!"
"Apa lagi yang kalian permasalahkan? Bukankah semuanya sudah jelas?"
Yun Fei dan Huo Ling memang sudah menjelaskan semuanya, bahkan Huo Ming juga membenarkan cerita mereka, namun hal itu masih belum bisa membuat para petinggi klan percaya.
"Baiklah, lalu apa yang harus aku lakukan agar kalian percaya padaku?" tanya Yun Fei.
Huo Wen tersenyum licik, "mudah saja, cukup lumpuhkan kultivasi-mu dan patahkan kedua tanganmu, lalu menghilang-lah dari dunia ini!"
"Memberi Hukuman pada orang yang bersalah adalah hal yang wajar, tapi hukumannya tetap harus sesuai dengan kesalahan yang diperbuat."
Pada akhirnya, Lin Feng yang juga hanya diam sejak pertemuan dimulai, memutuskan untuk angkat bicara, karena ia sudah tidak tahan dengan situasi konyol itu.
Padahal, semuanya sudah sangat jelas, begitupun dengan buktinya, namun masih saja mencari-cari kesalahan pada diri Yun Fei, dan hal inilah yang membuat Lin Feng tidak tahan.
Di satu sisi, ia kesal karena mereka selalu saja memiliki alasan untuk memojokkan Yun Fei, dan disisi lain, ia juga kesal karena anaknya sedang dihina didepan matanya sendiri.
"Kau itu orang luar, jadi tidak memiliki hak untuk bicara!"
"Dia bukan orang luar, karena dia adalah guruku" sahut Yun Fei.
"Oh, jadi begitu? Pantas saja kalian terlihat sama... sama-sama menyedihkan!"
"Huo Wen, sebaiknya kau jaga baik-baik mulut busuk-mu itu, atau aku akan merobeknya!" ujar Lin Xia.
Sebenarnya, Lin Xia tidak ingin ikut campur dalam masalah itu, karena itulah ia lebih memilih untuk diam, namun ia tidak mungkin diam saja saat kakeknya di hina didepan matanya sendiri.
"Apa maksud Anda, tuan muda?!"
"Orang yang kau hina itu adalah kakekku, sialan!"
Wushh.
Aura kekuatan yang sangat besar terpancar dari tubuh Lin Xia, pada saat yang bersamaan, pupil matanya juga memancarkan cahaya berwarna ungu yang cukup terang.
Seketika itu juga, para petinggi istana tidak dapat menggerakkan tubuhnya sedikitpun, bahkan Huo Wen yang awalnya berdiri, terpaksa harus berlutut karenanya.
sementara itu.
Lin Feng menghela napas panjang seraya menggelengkan kepalanya, ia tentunya mengerti apa yang telah dilakukan oleh cucunya itu, namun perbuatannya justru membuat suasana makin kacau.
Padahal, tujuan mereka datang ke sana adalah untuk membicarakan hal yang baik, namun siapa sangka jika niat baik itu malah berakhir dengan suasana yang menegangkan.
Tapi, Lin Feng masih dapat memaklumi hal tersebut, karena sejak Lin Xia kecil, Lin Feng sudah mengajarkan padanya untuk mengutamakan keluarga di atas segalanya.
"Lin Xia, tarik auramu dan duduklah" ucap Lin Feng.
"Tapi..."
"Duduk!" ujar Lin Feng dengan suara tegas.
Deg!
Untuk sesaat, semua orang yang ada di sana merasa seperti jantung mereka berhenti berdetak, lalu setelah itu, jantung mereka berdetak lebih cepat dari biasanya.
Selain itu, tubuh mereka semua tiba-tiba saja bergetar tanpa sebab, seolah-olah mereka sedang berhadapan dengan sosok yang sangat menakutkan dan juga mengerikan.
Meski hanya sesaat, namun semua orang di wilayah klan api suci bisa merasakan kengerian yang luar biasa, kengerian yang bahkan belum pernah mereka rasakan selama hidupnya.
Dan untuk orang-orang yang ada di aula pertemuan, mereka merasa seperti sedang berhadapan dengan dewa kematian yang siap merenggut nyawa mereka kapan saja.
"*Meski sudah sering merasakannya, tapi aura kakek tetap saja terasa mengerikan bagiku."
"Kekuatan macam apa ini? Apa dia masih manusia?"
"Di-dia hanya mengucapkan satu kata, tapi sudah membuat kami semua seperti ini? Sial! Siapa sebenarnya orang ini*?!"
"Ah, maafkan aku, karena terbawa emosi aku sampai melepaskan sedikit kekuatanku" ucap Lin Feng.
"*Sedikit? Kekuatan seperti ini dia bilang hanya sedikit?"
"Gila! Jika sedikit saja sudah membuat semua orang seperti ini, lalu bagaimana dengan kekuatan penuhnya*?"
Bingung dan tidak percaya, itulah yang saat ini dirasakan oleh semua orang yang hadir di aula pertemuan, karena tidak ada yang menyangka jika Lin Feng memiliki kekuatan yang begitu dahsyat.
Sebenarnya, Lin Feng tidak ingin menunjukkan kekuatannya di depan mereka semua, namun karena cucunya yang tidak bisa menahan diri, iapun terpaksa melakukan hal itu.
Jika dia tidak melakukannya, maka sudah bisa dipastikan jika Huo Wen akan menanggung resiko yang besar, dan jika hal itu terjadi, maka niat baik Yun Fei tidak akan pernah bisa tercapai.
"Hah" Huo Ming tiba-tiba saja menghela napas panjang, kemudian berdiri dari kursinya, "sebagai ayah Huo Ling, aku menerima lamaran ini."
"Apa?!"
"Sudahlah, jangan ada yang membantah perkataan-ku." Huo Ming kemudian menghampiri Yun Fei, lalu menepuk pelan pundaknya, "selamat datang di klan api suci."
"Terima kasih, paman!"
Huo Ming mengangguk pelan, "tapi sebelum pernikahan kalian diadakan, aku ingin kau menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan ini."
"Aku mengerti, masalah ini pasti akan aku selesaikan."
Jauh sebelum ia mengetahui semuanya, Yun Fei memang sudah berniat untuk menyelesaikan semuanya, hanya saja, ia masih belum memiliki waktu yang tepat untuk melakukannya.
Tapi saat ini, waktu yang tepat itu sudah ia temukan dan hanya tinggal menjalankannya saja, karena sekarang, sudah tidak ada lagi masalah lain yang mengganggu pikirannya.
"Syukurlah, aku senang karena semuanya berjalan dengan lancar" ucap Lin Feng.
Meski sempat ada sedikit masalah yang hampir mengacaukan segalanya, namun pada akhirnya, pertemuan itu berjalan dengan lancar begitupun dengan rencana mereka.
"Baiklah, pertemuan hari ini cukup sampai di sini saja dan terima kasih karena sudah merestui hubungan kami" ucap Huo Ling.
Para petinggi klan hanya mengangguk, kemudian pergi meninggalkan aula pertemuan tanpa mengatakan sepatah katapun.
Meski mereka akhirnya setuju dan memberikan restu pada mereka, namun bukan berarti mereka langsung menerima kehadiran Yun Fei di klan api suci.
"Sepertinya mereka masih belum bisa menerimaku sepenuhnya" ucap Yun Fei.
"Tenang saja, mereka hanya butuh waktu untuk membiasakan diri dengan kehadiran-mu" sahut Huo An.
"Baiklah, kalau begitu kami juga akan pergi."
"Tuan Muda, kenapa tidak tinggal di sini selama beberapa hari lagi?"
Lin Xia menggeleng pelan, "mungkin lain kali saja, lagipula masih ada hal penting yang harus aku lakukan" ucapnya.
"Fei, ayah juga harus pergi bersama Tuan Muda."
"Baik, ayah!"