
Sejak bangun dari tidurnya, hingga matahari terbit untuk menyinari dunia, Yun Fei masih belum tertidur karena memikirkan mimpi aneh yang selalu menghantui tidurnya.
Berulang kali ia memikirkan tentang mimpi aneh itu, berulang kali ia berusaha menemukan jawaban dari misteri yang menghantui dirinya, tapi masih belum menemukan apapun.
"Apa lagi yang harus aku lakukan agar menemukan jawaban dari misteri ini?"
"Hah..."
Yun Fei menghela napas panjang, ia sangat lelah karena memikirkan misteri yang ada dalam dirinya, ingin sekali rasanya ia beristirahat, tapi misteri itu menuntutnya untuk terus berpikir.
"Sebaiknya aku mencari makanan terlebih dahulu" Yun Fei bergumam pelan seraya menyentuh perutnya yang mulai keroncongan.
***
Di kedalaman hutan.
Yun Fei duduk dipinggir sungai sembari menyantap daging bakar di tangannya, suasana yang begitu sunyi dan tenang, membuat sebuah ingatan kembali masuk kedalam dirinya.
Tapi, ingatan yang muncul dalam benaknya benar-benar berbeda dari sebelumnya, karena ingatan itu menunjukkan dua orang yang sama seperti orang yang ada dalam mimpinya.
Dalam ingatan itu, Yun Fei melihat mereka tengah duduk di pinggir sungai yang sangat jernih, juga menikmati daging bakar seperti yang dilakukan oleh Yun Fei saat ini.
"Kak, apa nanti kakak akan menikah?"
"Pertanyaan itu lagi?"
Gadis itu mengangguk, "apa salahnya? Aku hanya ingin mengetahuinya saja."
Pemuda itu diam sejenak seraya memandangi langit biru yang membentang luas, "untuk saat ini, aku belum memikirkan apapun termasuk pernikahan."
"Hah" gadis itu menghela napas panjang, "maksudku nanti, kalau seandainya kakak mau menikah..."
"Itu urusan nanti, yang jelas aku hanya akan menikahi seseorang yang sangat aku cintai."
"Siapa?"
"Hmm... kau akan mengetahuinya nanti."
***
"Mereka pasti sudah gila!" ujar Yun Fei setelah gambaran peristiwa itu lenyap dari pikirannya.
Setelah mengalami mimpi yang sama selama beberapa malam, Yun Fei tentunya mengetahui siapa kedua orang itu, namun ia tidak menyangka jika mereka menyukai saudara sendiri.
Tidak hanya Yun Fei, orang lain pastinya akan beranggapan bahwa mereka berdua sudah gila, karena hanya orang gila yang menyukai dan mencintai saudara kandungnya sendiri.
Meski begitu, tetap tidak bisa dipungkiri jika Yun Fei masih sangat penasaran dengan mereka, apalagi setelah dirinya mengetahui akhir dari hidup mereka yang sangat tragis.
Dan sekarang, ia bertekad untuk mengetahui identitas mereka, karena menurutnya, mereka masih memiliki hubungan dengan dirinya, jika tidak, mustahil mereka bisa muncul di ingatannya.
"Siapapun kalian, aku pasti akan mengungkapkan semuanya!"
Setelah menyantap habis daging bakar tersebut, Yun Fei kemudian melanjutkan perjalanannya, ia tidak berniat untuk kembali ke kota, karena sekarang ia ingin meningkatkan kekuatannya.
***
Klan langit cerah.
"Bagaimana? Apa kalian berhasil menemukan jejak pria sialan yang membunuh anakku?!"
"Maaf ketua, tapi kami belum bisa menemukan apapun."
"Lalu kenapa kalian kembali ke sini?!"
Yun Hao terlihat sangat marah, bahkan dirinya sampai melepaskan aura kekuatannya, yang menyebabkan seisi aula dipenuhi oleh tekanan intimidasi yang sangat besar.
"Ka-kami ingin menyampaikan sesuatu."
"Apa?!"
Pria itu kemudian menceritakan tentang pertemuannya dengan seorang pemuda yang mengenal iblis bertopeng, ia juga menjelaskan tentang kerjasama yang pernah ia jalin dengan iblis tersebut.
"Hanya itu saja?" tanya Yun Hao.
Pria itu menggeleng pelan, "pemuda itu mengatakan jika dirinya mengetahui siapa iblis bertopeng sebenarnya, tapi dia tidak mau menjelaskannya sebelum bertemu ketua secara langsung."
"Baik, ketua!" sahut pria tersebut, lalu pergi meninggalkan aula pertemuan.
Tidak lama berselang, pria yang sebelumnya kembali muncul di aula pertemuan, namun kali ini ia tidak datang sendirian, melainkan bersama seorang pemuda.
Pemuda yang datang bersamanya itu adalah pemuda yang sebelumnya ia maksud. Dan pemuda itu tidak lain adalah Xue Ming, tuan muda dari keluarga Xue yang hampir musnah.
"Xue Ming memberi hormat pada ketua klan." ucap Xue Ming seraya membungkuk.
Yun Hao mengangguk pelan, lalu mempersilahkan pemuda itu untuk duduk di salah satu kursi yang ada di aula tersentak, ia juga memerintahkan para pelayan untuk menyajikan minuman.
"Jadi, informasi apa yang kau bawa untukku?" tanya Yun Hao.
Xue Ming tersenyum, lalu menjelaskan jika dirinya sudah sedikit mengerti tentang permasalahan yang dialami oleh klan awan, juga menjelaskan tentang masalah yang ia alami.
Setelah menjelaskan semuanya, Xue Ming menyimpulkan jika mereka memiliki satu musuh yang sama, musuh yang namanya sudah tersebar luar di benua Huangwu ini.
"Jangan berbelit-belit, langsung saja ke intinya!"
"Ketua klan, iblis bertopeng adalah orang yang sudah Anda dan kalian semua kenal."
Yun Hao mengerutkan dahi, "apa maksudmu?"
"Dia adalah Yun Fei!"
"Apa?!"
Mereka semua tentu kaget mendengar hal itu, karena tidak menyangka jika sosok iblis bertopeng yang ditakuti itu sebenarnya adalah Yun Fei.
"Apa kau punya buktinya?!"
"Tentu saja, ketua."
Xue Ming lalu menjelaskan tentang bukti-bukti yang telah ia dapatkan, tapi tentu saja, semua bukti itu tidaklah nyata, karena ia juga tidak mengetahui siapa iblis bertopeng sebenarnya.
Dan satu-satunya alasan ia menjelaskan semua itu hanya karena dendamnya dengan Yun Fei dan menurutnya, tidak masalah jika dirinya menjadikan Yun Fei sebagai kambing hitamnya.
"Kep***t sialan! Ternyata dia yang membunuh putraku!"
"Itu benar, ketua. Yun Fei adalah pemuda yang licik, bahkan ayahku juga menjadi korban kelicikannya itu!" sahut Xue Ming.
Yun Hao berdiri dengan tangan terkepal, "dengarkan perintah-ku, mulai hari ini, jika kalian bertemu dengan Yun Fei, maka kalian harus membunuhnya!"
"Baik, ketua!"
"Dan kau, Xue Ming. Untuk sementara waktu ini, kau ku izinkan tinggal di klan awan!"
"Terima kasih, ketua."
Setelah meninggalkan perintah untuk anggota klan-nya, Yun Hao kemudian pergi meninggalkan aula pertemuan, lalu disusul oleh para petinggi serta anggota penting klan yang lainnya.
Sedangkan Xue Ming, ia diarahkan menuju ke kediaman khusus untuk para tamu, bahkan Yun Hao meminta anggota klan-nya untuk menganggap Xue Ming seperti tamu kehormatan.
"Langkah pertama sudah siap, sekarang hanya perlu menyiapkan langkah selanjutnya" gumam Xue Ming.
Sejak kematian ayahnya, Xue Ming sudah bertekad untuk tidak melepaskan iblis bertopeng dan Yun Fei, ia akan melakukan segala cara demi membalaskan dendam-nya itu.
Diantara semua rencana yang telah ia susun, menjalin kerjasama dengan klan awan adalah rencana yang tidak terduga, dan rencana itu muncul saat ia bertemu dengan anggota klan tanpa sengaja.
"Setelah ini, aku hanya perlu mendekati Yun Hao dan jika aku berhasil, rencana balas dendam-ku pasti akan berjalan dengan mudah!"
"Tuan Muda Xue, ketua memanggil Tuan Muda" ucap seseorang dari luar kediaman.
Xue Ming tersadar dari lamunannya, lalu membuka pintu untuk menemui anggota klan awan, "baiklah, tolong pimpin jalannya."
Pria itu mengangguk pelan, lalu membawa Yun Fei pergi menemui ketua klan awan yang sedang berada di kediamannya.
"Ketua, Tuan Muda Xue datang menghadap."
"Pergilah, aku ingin bicara berdua dengannya!"
"Baik, ketua."