The God Of Void

The God Of Void
Chapter 61. Siapa kau sebenarnya?



Mereka semua terdiam, tidak seorangpun yang terlihat percaya pada perkataan Fang Chao, namun tidak ada juga yang bisa membantah apa yang telah dikatakan oleh Fang Chao.


"Itu benar, Yun Fei adalah cucuku dan calon pemimpin klan dewa angin!" ujar Fang Yuan tiba-tiba muncul di sana.


"Patriark!"


"Kakek, bukankah sudah aku katakan kalau aku..."


"Cucuku, kau tidak boleh menolak, karena nasib klan kita ada di tanganmu."


Kemunculan Fang Yuan dan perkataannya itu, semakin memperjelas status Yun Fei di klan dewa angin, dan sekarang, tidak ada yang tidak percaya atau meragukan hal tersebut.


"Minta maaflah pada kakak-mu, atau aku akan menghajar-mu sampai kau babak belur!" ujar Fang Chao.


Pemuda bernama Fang Ruo itu mengangguk pelan, lalu menghampiri Yun Fei, namun dengan wajah tertunduk dan tidak berani menatap wajah Yun Fei secara langsung.


"Kakak, maafkan aku."


"Tidak apa-apa, seharusnya akulah yang minta maaf karena sudah memukulmu" sahut Yun Fei.


Fang Ruo mengangkat wajahnya dan menggeleng cepat, "kakak tidak salah, akulah yang salah karena sudah menyerang secara tiba-tiba."


"Sudahlah, lupakan saja masalah itu."


"Itu benar! Masalah ini hanya sekedar kesalahpahaman belaka, jadi kakek harap, kalian tidak memperpanjangnya."


"Baik, kakek!"


"Dan untuk kalian semua, mulai sekarang kalian harus menghormati Yun Fei, karena dia adalah calon pemimpin klan kita!" ujar Fang Chao.


"Hormat pada patriark muda!"


Setelah menyelesaikan kesalahpahaman tersebut, Fang Yuan dan Fang Chao pergi meninggalkan tempat tersebut.


***


Keesokan harinya.


Seperti yang sudah dijanjikan, Fang Yuan memperkenalkan Yun Fei pada seluruh anggota klan dewa angin, dan kehadirannya di sana disambut dengan bahagia oleh anggota klan.


Selain mengumumkan kembalinya Yun Fei, Fang Yuan juga mengumumkan jika cucunya itu akan menjadi penerus takhta pemimpin klan, dan keputusannya itu disetujui oleh semua anggota klan.


"Kakek, bukankah sudah aku katakan jika aku tidak mau menjadi pemimpin klan?"


"Kak, klan kita membutuhkan seorang pemimpin yang hebat seperti kakak!" ujar Fang Ruo yang sudah akrab dengan Yun Fei.


"Tapi..."


"Cucuku, yang dikatakan oleh adikmu itu memang benar, karena klan kita membutuhkan pemimpin seperti dirimu."


"Tapi baiklah, kakek akan menunggu sampai kau benar-benar siap untuk memimpin klan kita ini."


Yun Fei hanya bisa menghela napas panjang, tidak peduli sekeras apapun dia menolak keinginan kakeknya itu, dirinya tetap akan menduduki posisi pemimpin klan dewa angin nantinya.


"Sekarang apa rencana-mu?" tanya Fang Yuan.


"Aku masih harus meningkatkan kekuatan, karena kekuatanku yang sekarang masih belum cukup untuk membalaskan dendam ayah dan ibu."


"Karena kau ingin meningkatkan kekuatan, maka kakek akan membantumu."


"Maksud, kakek?"


"Ikut kakek, ada sesuatu yang ingin kakek tunjukkan padamu" jawab Fang Yuan.


Setelah itu, Fang Yuan mengajak Yun Fei menuju ke sebuah gua yang berada di belakang wilayah klan. Fang Yuan juga menjelaskan jika dirinya telah menyiapkan hadiah untuk Yun Fei.


"Kakek, apa ini?"


"Lalu, kenapa tidak ada yang menggunakannya?"


Fang Yuan menghela napas panjang, lalu menjelaskan jika kristal itu sebenarnya ditinggalkan untuk ibu Yun Fei, tapi ia sudah lebih dulu meninggalkan klan sebelum sempat menggunakannya.


"Karena ibumu sudah meninggal, maka hanya kau yang pantas untuk menggunakan kristal ini."


"Serap-lah energinya, kakek akan memasang formasi di luar gua ini, agar tidak ada yang mengganggumu."


"Terima kasih, kakek" sahut Yun Fei.


Fang Yuan hanya mengangguk, lalu meninggalkan Yun Fei sendirian dan setelah keluar dari gua, Fang Yuan memasang formasi pelindung untuk melindungi gua tersebut.


***


Sementara itu, di dalam gua.


Meski sudah melihatnya secara langsung, namun masih sulit bagi Yun Fei untuk bisa percaya jika kristal di depannya itu mengandung energi spiritual yang sangat besar.


Dengan adanya kristal itu, Yun Fei yakin jika kekuatannya akan meningkat beberapa level, dan tidak menutup kemungkinan jika kultivasi-nya akan meningkat sebanyak satu ranah.


Setelah menjalani latihan selama tiga tahun di dalam jurang, kultivasi Yun Fei kini berada di ranah Saint level tiga dan jika menyerap energi itu, kultivasi-nya mungkin akan sampai di ranah Emperor.


"Kakek buyut, aku berjanji tidak akan membuatmu kecewa" gumam Yun Fei, lalu duduk bersila di depan kristal yang cukup besar itu.


Sebelum memulai penyerapan, Yun Fei menenangkan diri dan pikirannya terlebih dahulu, lalu setelah itu, barulah ia mulai menyerap energi spiritual yang terkandung dalam kristal tersebut.


Saat berada dalam proses penyerapan, kesadaran Yun Fei kembali masuk ke alam bawah sadarnya, di sana ia kembali mengasah semua kemampuan yang telah ia pelajari selama tiga tahun terakhir.


Selain mengasah kemampuan, ia juga mengingat kembali setiap gambaran peristiwa yang selalu muncul di diingatkannya, khususnya ingatan mengenai seseorang bernama Jia Zhen.


Meski belum pernah mendengar nama itu sebelumnya, namun Yun Fei merasa jika nama itu tidak asing baginya, hanya saja, ia tidak bisa mengingat kapan dan dimana pernah mendengar nama itu.


"Lin Jia Zhen, sampai saat ini, namamu masih menjadi misteri yang sangat besar dalam hidupku."


"Siapa kau sebenarnya? Kenapa namamu bisa muncul dalam ingatanku?"


Selain nama Jia Zhen, ada satu nama lain yang juga muncul dalam ingatan Yun Fei, yaitu Zhen Jia, dan sama halnya dengan Jia Zhen, Yun Fei juga merasa tidak asing dengan nama Zhen Jia tersebut.


"Jika dia memang ada kaitannya dengan diriku, mungkin dirinya akan muncul jika aku menyebarkan namanya ini."


"Tapi, bagaimana kalau dia ternyata adalah musuh besar dalam hidupku? Bukankah sama saja dengan aku mengundang malapetaka?"


"Hah" Yun Fei menghela napas panjang, "apapun yang terjadi nanti, yang jelas aku harus mengetahui siapa dia sebenarnya!"


***


Disisi lain.


Saat ini, semua klan kuno yang ada di benua Huangwu tengah mempersiapkan diri mereka masing-masing, karena tidak akan lama lagi, pertemuan antar klan akan diadakan.


Tempat diadakannya pertemuan ini sendiri berada di suatu tempat di wilayah tengah, karena selain merupakan wilayah netral, tempat itu juga tidak dikuasi oleh kekaisaran manapun.


Namun, pertemuan besar itu tidak hanya dinantikan oleh klan kuno saja, tapi ada juga pihak lain yang menantikan pertemuan itu, khususnya mereka yang bermusuhan dengan klan kuno.


Salah satunya adalah kekaisaran barat, satu-satunya wilayah benua Huangwu yang terbebas dari kekuasaan klan kuno, dan satu-satunya kekaisaran yang membenci keberadaan klan kuno.


Pada pertemuan sebelumnya, kekaisaran barat sempat melancarkan serangan, namun berhasil digagalkan oleh Lin Xia, dan peristiwa inilah yang membuat nama Lin Xia terkenal di seluruh benua.


Bagaimana tidak? Dirinya yang saat itu hanya sendirian, berhasil menghentikan pasukan besar kekaisaran barat, dan kejadian itu hanya berlangsung selama satu jam.


Sejak saat itu, nama Lin Xia terdengar ke seluruh penjuru benua Huangwu, namun tidak semua orang percaya dengan kabar yang menyebar itu, dan hanya menganggapnya sebagai angin lalu.


Meski banyak yang meragukannya, namun tidak sedikit pula yang percaya pada kemampuannya, khususnya para pemimpin klan kuno yang menyaksikannya secara langsung.